9 Cara Membahagiakan Diri Sendiri Menurut Ilmu Psikologi

Belinda Safitri | Beautynesia
Kamis, 29 Jan 2026 14:30 WIB
1. Tersenyumlah
Tersenyum/ Foto: Freepik.com/drobotdean

Di tengah ritme hidup yang serba cepat, tuntutan pekerjaan, dan tekanan sosial yang terus berdatangan, banyak orang tanpa sadar lebih sibuk memenuhi ekspektasi luar dibanding merawat kebutuhan emosinya sendiri. Akibatnya, rasa lelah mental menumpuk dan kebahagiaan sering terasa seperti sesuatu yang jauh, sulit diraih, atau hanya muncul sesekali.

Padahal, membahagiakan diri sendiri tidak selalu membutuhkan perubahan besar atau pencapaian luar biasa. Psikolog mengungkap bahwa kesejahteraan emosional justru bisa dibangun lewat kebiasaan sederhana yang konsisten dan realistis dilakukan sehari-hari.

Dirangkum dari Psychology Today dan Mayo Clinic Health System, berikut sejumlah cara membahagiakan diri sendiri menurut psikolog yang bisa mulai Beauties terapkan dalam keseharian! 

1. Tersenyumlah

Tersenyum/ Foto: Freepik.com/drobotdean

Tersenyum bukan sekadar ekspresi sosial, tetapi juga sinyal biologis bagi otak untuk melepaskan hormon dopamin, serotonin, dan endorfin. Ketiga zat kimia ini berperan besar dalam menciptakan rasa bahagia, relaks, dan nyaman. 

Beberapa studi menunjukkan bahwa satu senyuman tulus mampu memberi stimulasi otak yang setara dengan rasa senang saat mengonsumsi cokelat dalam jumlah besar. Selain itu, tersenyum di tengah situasi stres membantu menurunkan detak jantung dan mempercepat pemulihan emosi. Artinya, kebiasaan sederhana ini tidak hanya memperbaiki suasana hati, tetapi juga membantu tubuh lebih cepat keluar dari tekanan psikologis.

2. Tidur Cukup

Tidur cukup/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Memprioritaskan tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malam merupakan fondasi penting bagi kebahagiaan. Saat tubuh beristirahat dengan cukup, otak memiliki waktu untuk memulihkan diri, mengatur hormon, serta memproses emosi dengan lebih seimbang. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, sulit fokus, dan rentan merasa cemas atau murung tanpa alasan jelas.

Jika kamu sering mengalami sulit tidur, cobalah mulai dari kebiasaan kecil seperti menciptakan suasana kamar yang nyaman, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menjaga jam tidur yang konsisten. Rutinitas yang teratur membantu tubuh membangun jam biologis alami, sehingga kualitas tidur meningkat. Ketika tubuh segar dan pikiran lebih stabil, rasa bahagia pun lebih mudah dirasakan sepanjang hari.

3. Lakukan Aktivitas Fisik

Lakukan aktivitas fisik/ Foto: Freepik.com/benzoix

Saat tubuh bergerak, aliran darah dan oksigen ke otak meningkat, sehingga memicu pelepasan hormon yang berhubungan dengan rasa senang dan relaksasi. Aktivitas fisik tidak harus berat atau memakan waktu lama. Jalan santai, peregangan ringan, atau naik turun tangga sudah cukup membantu menyegarkan pikiran.

Kebiasaan bergerak juga membantu kualitas tidur, menjaga energi tetap stabil, dan memperbaiki fokus. Ketika tubuh terasa lebih bugar, emosi pun cenderung lebih seimbang. Dari sinilah rasa bahagia menjadi lebih mudah dirasakan dalam rutinitas harian.

4. Bangun Hubungan Positif dengan Lingkungan Sekitar

Bangun hubungan positif/ Foto: Freepik.com/tirachardz

Manusia adalah makhluk sosial yang secara alami membutuhkan koneksi dengan orang lain. Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang suportif, hangat, dan memiliki energi positif dapat membantu memperbaiki suasana hati sekaligus menumbuhkan rasa aman secara emosional. 

Sebaliknya, terlalu sering berada di lingkungan yang penuh keluhan, konflik, atau sikap negatif bisa menguras energi mental secara perlahan. Karena itu, penting bagi Beauties untuk belajar menetapkan batasan yang sehat, memilih relasi yang memberi dampak positif, serta tidak ragu menjaga jarak dari situasi yang melelahkan secara emosional. Lingkungan yang tepat membantu kebahagiaan tumbuh lebih alami.

5. Batasi Paparan Berita

Batasi paparan berita/ Foto: Freepik.com/freepik

Mengikuti perkembangan berita memang penting agar tetap terhubung dengan dunia. Namun, paparan informasi negatif yang terus-menerus dapat memengaruhi cara otak memandang realitas. Tanpa disadari, pikiran menjadi lebih fokus pada ancaman, konflik, dan ketakutan, sehingga suasana hati pun ikut tertekan.

Psikolog menyarankan untuk tetap selektif dalam mengonsumsi berita, misalnya dengan membatasi waktu membaca berita atau memilih sumber informasi yang lebih seimbang. Dengan memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat dari arus informasi, kamu dapat menjaga kestabilan emosi dan memberi lebih banyak ruang bagi perasaan positif berkembang.

6. Lakukan Aktivitas Bermakna

Lakukan aktivitas bermakna/ Foto: Freepik.com/freepik

Melakukan sesuatu yang memiliki makna personal, sekecil apa pun, dapat memberi rasa puas yang mendalam. Aktivitas ini tidak harus selalu besar atau produktif secara materi, tetapi cukup yang membuat hati terasa lebih hidup, seperti memasak untuk diri sendiri, menyalurkan hobi, atau mendengarkan musik favorit. 

Ketika seseorang terhubung dengan hal yang disukai, otak melepaskan hormon yang berkaitan dengan rasa senang dan motivasi. Kebiasaan ini membantu menjaga keseimbangan emosi, sekaligus memberi perasaan bahwa hidup memiliki arah dan makna. Dari sinilah kebahagiaan jangka panjang perlahan terbentuk.

7. Latih Pikiran Positif terhadap Orang Lain

Latih pikiran positif/ Foto: Freepik.com/drobotdean

Cara kita memandang orang lain ternyata memengaruhi kondisi mental sendiri loh, Beauties. Terlalu sering menghakimi, curiga, atau berprasangka dapat memicu dialog batin negatif yang melelahkan. Psikolog menyarankan untuk melatih empati sederhana, seperti mendoakan kebaikan bagi orang lain atau memberi senyum tulus saat berpapasan.

Sikap ini membantu otak membangun pola pikir yang lebih hangat dan terbuka. Ketika pikiran tidak dipenuhi energi negatif, emosi pun menjadi lebih ringan dan stabil. Perlahan, kebiasaan ini menciptakan rasa damai yang berkontribusi besar pada kebahagiaan sehari-hari.

8. Bangun Self Respect untuk Ketenangan Batin

Bangun self respect/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Self-respect berarti memperlakukan diri dengan penuh penghargaan, memahami batas kemampuan, serta memberi ruang untuk beristirahat dan pulih. Banyak orang terbiasa menuntut diri secara berlebihan tanpa memberi apresiasi atas usaha yang sudah dilakukan, sehingga mudah merasa lelah secara emosional.

Dengan belajar menghargai diri, Beauties dapat lebih bijak dalam menentukan prioritas, menjaga batasan, serta menerima kekurangan secara realistis. Sikap ini menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri, yang pada akhirnya menjadi pondasi penting bagi kebahagiaan jangka panjang.

9. Tanamkan Rasa Syukur

Tanamkan rasa syukur/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Menanamkan rasa syukur membantu otak lebih fokus pada hal positif daripada terus-menerus membandingkan diri atau mengingat kekurangan. Kebiasaan sederhana seperti mencatat hal baik setiap hari atau menikmati momen kecil dapat mengubah cara kerja pikiran agar tidak mudah terpaku pada situasi yang menekan.

Sempurnakan juga hal ini dengan mengubah cara pandang terhadap masalah. Lihatlah kegagalan sebagai proses belajar, kesempatan bertumbuh, atau bagian alami dari perjalanan hidup, agar tekanan emosional dapat berkurang. Pola pikir ini membantu kamu lebih adaptif, tidak mudah terjebak rasa putus asa, serta tetap mampu menemukan makna positif saat menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan.

Itulah sejumlah cara membahagiakan diri sendiri menurut ilmu psikologi. Dengan konsistensi dan kesadaran, kebahagiaan bisa tumbuh dari kebiasaan sederhana sehari-hari. Jadi, jangan lupa terapkan, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE