9 Ciri Kamu Sedang Dibully di Kantor yang Bikin Tidak Nyaman Saat Bekerja
Apakah kamu pernah merasa tidak nyaman di tempat kerja karena terus-menerus diremehkan, dikritik, atau sengaja dikucilkan oleh rekan kerja?Â
Awalnya mungkin kamu menganggap hal ini karena kamu belum akrab dengan mereka atau sekadar bercanda. Akan tetapi, jika hal ini terjadi secara berulang, bisa jadi kamu sedang mengalami bullying. Padahal, lingkungan kerja seharusnya menjadi tempat yang aman dan membuat setiap karyawannya merasa dihargai.
Oleh karena itu, kalau kamu mulai merasa tertekan karena perlakuan seseorang di kantor, jangan buru-buru menyalahkan dirimu atau menganggap kamu terlalu sensitif, Beauties! Kamu perlu mengenali ciri-ciri atau tanda bullying di tempat kerja berikut ini dan segera cari tahu langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghadapinya.
Rekan Kerja Sengaja Mengabaikan atau Mengucilkan Kamu
Pelaku bullying di tempat kerja bisa jadi sengaja tidak mengajak atau mengabaikanmu dalam acara sosial atau meeting penting./ Foto: magnific.com
Pelaku bullying di tempat kerja bisa jadi sengaja tidak mengajak atau mengabaikanmu dalam acara sosial, meeting penting, atau aktivitas di kantor lainnya. Mereka bahkan bisa juga beralasan bahwa mereka tidak sengaja lupa mengundangmu.
Kalau pengucilan ini terjadi berulang kali bahkan sampai kamu tidak mendapatkan informasi dan undangan rapat penting, hal ini bisa jadi sebuah tanda upaya manipulasi. Perilaku ini sebaiknya segera ditangani karena bisa menghambatmu dalam membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja.
Kamu Terus-menerus Mendapatkan Kritik dan Hinaan
Seseorang yang memberikan kritik yang tidak membantumu berkembang secara terus-menerus bisa merupakan bentuk bullying./ Foto: magnific.com
Seperti yang dilansir dari Indeed, sebetulnya ada perbedaan antara kritik yang membangun dengan hinaan atau kritik terus-menerus yang justru tidak membantumu mengerjakan pekerjaan dengan lebih baik.
Padahal, memberikan kritik yang tidak membantumu berkembang bisa merupakan bentuk bullying. Perilaku ini juga ujung-ujungnya bisa membuatmu kurang percaya diri, kesulitan menyelesaikan pekerjaan, bahkan menghambat perkembangan kariermu.
Pendapatmu Selalu Diremehkan
Bentuk bullying yang kerap terjadi di kantor adalah setiap pendapat dan idemu selalu dianggap tidak penting oleh orang lain apalagi saat ikut meeting./ Foto: magnific.com/yanalya
Bentuk bullying lainnya yang kerap terjadi di kantor adalah setiap pendapat dan idemu selalu diremehkan atau dianggap tidak penting oleh orang lain, apalagi saat kamu ikut dalam suatu diskusi atau kerja sama tim.
Terkadang, jenis bullying seperti ini jarang atau sulit disadari, apalagi saat kamu mengikuti sebuah rapat yang berlangsung secara cepat dan penuh dengan diskusi.
Namun, perilaku bullying seperti ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat menghambat kerja sama dan membuatmu jadi merasa terisolasi. Selain itu, kepercayaan dirimu juga akan turun.
Ada yang Melontarkan Lelucon Ofensif atau Tidak Pantas Kepada Kamu
Melemparkan lelucon ofensif sebetulnya adalah bentuk bullying, tapi sering disamarkan sebagai candaan atau lelucon saja./ Foto: magnific.com
Salah satu bentuk bullying yang sering diabaikan karena dianggap sebagai candaan adalah mengatakan lelucon yang tidak pantas tentang kamu atau orang lain di tempat kerja. Memang hal ini sulit untuk disadari karena tidak semua orang menganggapnya sebagai perilaku bullying.
Namun, kalau lelucon yang dilemparkan kepadamu sudah sampai membuatmu jadi tidak nyaman atau sakit hati, jangan menganggapnya sepele.
Kamu Tidak Diberikan Kesempatan untuk Mengerjakan Proyek Sesuai Tanggung Jawabmu
Sesama karyawan ada yang melakukan bullying dengan cara tidak melibatkanmu dalam proyek yang sebetulnya memang jadi tanggung jawabmu./ Foto: magnific.com
Beberapa karyawan memang ada yang melakukan bullying dengan secara sengaja tidak memberikanmu pekerjaan yang seharusnya memang jadi tanggung jawabmu.
Sebaliknya, mereka justru hanya memberikan proyek yang tidak penting atau membosankan dan tidak memberikan kesempatan bagi kamu untuk mendapatkan apresiasi.
Bentuk bullying seperti ini tidak boleh dianggap remeh atau kamu abaikan begitu saja. Hal ini karena perilaku tersebut bisa membuatmu kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, mendapatkan penghargaan, atau mengembangkan karier.
Mengganggu Privasimu
Pelaku bullying bisa saja mencoba memata-mataimu, mengawasi dokumen pribadimu untuk mengancam atau bahkan memerasmu./ Foto: magnific.com/gpointstudio
Tanda-tanda bullying lainnya di kantor yaitu pelaku perundungan sengaja mendengarkan percakapanmu, mengawasi perilakumu, membuka surat atau dokumen pribadimu, memeriksa barang-barangmu, bahkan memata-mataimu.
Perilaku-perilaku tersebut merupakan bentuk bullying yang serius. Dalam kasus yang lebih parah, informasi pribadimu bisa digunakan untuk mengancam atau bahkan memerasmu.
Kamu Mendapatkan Kekerasan Fisik atau Diancam dengan Kekerasan
Kekerasan fisik atau ancaman untuk melakukan tindak kekerasan adalah salah satu bentuk bullying di kantor yang paling serius./ Foto: magnific.com/DC Studio
Kekerasan fisik atau ancaman untuk melakukan tindak kekerasan adalah salah satu bentuk bullying di kantor yang paling serius. Ancaman ini bisa jadi muncul karena co-worker ada yang marah, cemburu, atau ingin memaksamu memberikan sesuatu yang mereka inginkan.
Padahal, tindakan seperti ini bisa menyebabkan cedera yang serius dan fatal. Jadi kalau kamu diancam atau mendapat kekerasan fisik, jangan anggap remeh dan segera laporkan ke pihak yang berwenang di tempat kerja.
Kamu Mendapat Tugas dan Deadline yang Tidak Adil atau Tidak Masuk Akal
Salah satu bentuk penyalahgunaan wewenang yang akhirnya menjadi perilaku bullying adalah saat atasan memberikan tugas yang terlalu sulit./ Foto:Â magnific.com/ DC Studio
Salah satu bentuk dari penyalahgunaan wewenang yang akhirnya menjadi perilaku bullying adalah saat atasan memberikan tugas yang terlalu sulit kepadamu atau bahkan tugas tersebut mustahil diselesaikan dalam waktu yang ditentukan.
Misalnya, kalau kamu gagal menyelesaikan pekerjaan tersebut karena deadline yang tidak realistis, pelaku bisa menggunakan kegagalanmu ini sebagai alasan untuk menghukum atau memberimu sanksi.
Sayangnya, bentuk bullying seperti ini terkadang sulit untuk dikenali karena biasanya dilakukan melalui sistem kerja perusahaan.
Hasil Kerjamu Diremehkan di Hadapan Atasan
Karyawan lainnya yang ingin bersaing denganmu bisa sengaja menjatuhkan hasil kerjamu agar kamu terlihat lebih buruk di depan atasan./ Foto: magnific.com
Karyawan lainnya yang ingin bersaing denganmu bisa saja sengaja meremehkan atau bahkan menjatuhkan hasil kerjamu agar kamu terlihat lebih buruk di depan atasan. Motivasi mereka melakukan hal tersebut bisa bermacam-macam, mulai dari promosi, bonus, hingga penghargaan.
Namun, perilaku ini tak hanya akan membuatmu rugi dan penghargaan yang seharusnya kamu raih justru diberikan kepada orang yang salah, kondisi ini juga bisa mengganggu proses kerja dan membuat lingkungan kerja jadi tidak nyaman.
Cara Menghadapi Bullying di Tempat Kerja
Kalau kamu mengalami bullying di tempat kerja, jangan lupa untuk selalu mendokumentasikan setiap pekerjaanmu, bukti bullying, tegaskan batasan, dan laporkan ke HRD./ Foto: magnific.com/jcomp
Kalau hasil kerjamu sering dicap buruk atau ada yang mengambil kredit atas pekerjaanmu padahal mereka tidak terlibat, jangan lupa untuk selalu mendokumentasikan pekerjaan, langkah kerja, dan kontribusimu. Hal ini bisa sangat berguna sebagai bukti kalau ingin melaporkannya ke atasan jika ada rekan kerja yang mencoba menjatuhkanmu.
Selain itu, kamu juga bisa mencatat secara diam-diam detail bahkan mengumpulkan bukti terhadap setiap tindakan bullying yang terjadi. Dokumentasi tersebut dapat menjadi bukti ketika suatu saat kamu melaporkannya kepada HR untuk membantu menangani masalah.
Kalau kamu belum bisa segera melaporkan tindakan bullying ini kepada HR, kamu bisa mencoba menerapkan batasan. Sampaikan bahwa perilaku yang pelaku bullying lakukan kepadamu tersebut tidak akan kamu toleransi dan kalau terulang kembali, kamu akan segera mengambil tindakan.
Setelah menerapkan batasan, kamu juga perlu memahami dan menjalankan konsekuensi dari yang sudah kamu sampaikan. Tetaplah bersikap profesional dan tidak melakukan serangan balasan.
Kamu juga bisa melaporkannya kepada atasan atau HR, jika kamu sudah mencoba menyelesaikan masalah bullying sendiri tapi tidak kunjung berhasil. Sebelum itu, periksa buku panduan atau aturan karyawan di tempat kerja untuk mengetahui langkah-langkah yang harus kamu lakukan saat mengajukan laporan atau keluhan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!