AI Bisa Ancam Hubungan Sosial Menjadi Renggang, Ini Cara Mengatasinya!
Sebuah artikel New York Times bertajuk "AI (Artificial Intelligence) Menimbulkan Risiko Kepunahan" membuat media berita di seluruh dunia menggemakan peringatan ini setelah 350 pemimpin industri kecerdasan buatan setuju bahwa percepatan cepat kecerdasan buatan harus dianggap sebagai risiko sosial yang setara dengan pandemi dan perang nuklir.
Namun ketika berada di tangan yang benar, AI atau kecerdasan buatan memiliki potensi untuk menggagalkan perubahan iklim dan meningkatkan kesehatan fisik dengan mengurangi kesalahan medis, meningkatkan hasil bedah, dan memecahkan penyakit yang telah membingungkan manusia selama berabad-abad.
Di sisi lain, dengan perkembangan teknologi yang semakin tinggi, hubungan sosial antar manusia bisa semakin renggang. Dilansir dari Psychology Today, ini 3 cara yang bisa kamu lakukan agar hubungan sosial kamu tidak semakin menurun di dunia teknologi yang semakin berkembang cepat.
Lakukan Inventarisasi
![]() Ilustrasi/Foto: Freepik.com/oneinchpunch |
Sebuah badan penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard dan Yale oleh Nicholas Christakis menunjukkan bahwa individu cenderung mengadopsi perilaku dan kebiasaan teman-teman mereka yang memengaruhi segala hal, mulai dari perilaku kesehatan hingga cara seseorang memilih.
Saat kamu memulai inventarisasi, pertimbangkan apakah kamu menginvestasikan momen hidup kamu pada individu yang menginspirasi dan membuat hidup kamu lebih baik.
Perbarui Koneksi yang Rusak
![]() Ilustrasi/Foto: Freepik.com |
Identifikasi pertemanan yang surut karena pandemi dan ambil inisiatif untuk menyambung kembali. Menelepon, menulis catatan, atau mengundang seseorang untuk makan malam adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memperbarui koneksi yang rusak.
Hidupkan kembali hubungan dengan mereka yang membuat jejak positif dalam hidup kamu. Jika kehilangan seorang teman akibat pertengkaran yang belum terselesaikan, tawarkan untuk membicarakan konflik tersebut atau kamu bisa mengirimkan catatan bahwa kamu merindukan mereka.
Lebih Banyak Mengobrol daripada Mengirim Pesan
![]() Ilustrasi/Foto: Freepik.com/thanyakij-12 |
Sebuah studi Nielsen pra-pandemi melaporkan bahwa orang dewasa Amerika Serikat menghabiskan 11 jam per hari untuk mendengarkan, menonton, membaca, atau umumnya berinteraksi dengan media. Studi yang lebih baru juga menunjukkan orang Amerika menghabiskan hampir lima jam sehari menonton platform streaming.
Buat keputusan untuk menyingkirkan layar dan cobalah untuk mengobrol lebih banyak. Bukankah percakapan lebih lengkap dan kompleks jika tidak direduksi menjadi dikte atau pengetikan teks yang rawan kesalahan?
Saat AI generatif berkembang pesat, membawa kita lebih dalam ke dunia komputer, chatbot, dan algoritme berbasis data yang mempersempit keterpaparan kita terhadap berita, fakta, dan dunia secara umum, ingatlah bahwa kita memiliki kekuatan untuk mencapai sesuatu yang vital dari AI.
Kita dapat membuat koneksi penuh perhatian yang akan melakukan lebih dari teknologi apa pun untuk membuat kita bahagia dan sehat.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!


