STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Alasan Kenapa Perceraian Dinilai Bisa Beri Dampak Buruk Buat Anak

Novianty Aulia Anjani | Beautynesia
Rabu, 17 Aug 2022 15:00 WIB
Alasan Kenapa Perceraian Dinilai Bisa Beri Dampak Buruk Buat Anak

Tidak selalu berjalan indah, kehidupan pernikahan juga dapat dipenuhi oleh beragam masalah, hingga menguji janji sakral keduanya. Beberapa pasangan bisa berhasil mengatasi tanpa bercerai, namun tidak sedikit juga yang memutuskan berpisah untuk menghentikan konflik berkepanjangan.

Sementara itu, beberapa pasangan mungkin merasa lega setelah melakukannya, tetapi di lain sisi perceraian kerap dinilai menjadi awal dari banyaknya masalah untuk anak. Itu karena kenyataan bahwa orang tua tidak lagi bersama, dapat menimbulkan pergolakan yang mempengaruhi kualitas hidup anak ke depannya.

Seperti yang dirangkum dari laman Very Well Family, berikut 6 dampak perceraian yang berisiko dialami anak. 

Emosi yang Tidak Stabil

Anak yang dipaksa memahami perubahan cenderung bingung dan tidak stabil secara emosi.
Kebingungan membuat emosi anak tidak stabil/Foto:Freepik.com/Primagefactory

Berpisah yang dianggap mampu mengurangi rasa sakit bagi pasangan, dapat menciptakan guncangan emosi yang besar untuk anak. Di umur yang masih kecil, anak dipaksa untuk memahami perubahan yang kemudian membuatnya terjebak dalam kebingungan, yang bisa berujung pada rasa marah serta emosi yang tidak stabil.

Tingginya Kecemasan 

Perpisahan secara tiba-tiba membuat anak selalu dipenuhi oleh kekhawatiran tentang hidupnya sendiri.
Anak akan dipenuhi oleh banyak kekhawatiran/Foto:Freepik.com/Jcomp

Deretan pertanyaan tentang perpisahan dalam keluarga, dapat berubah menjadi kecemasan tentang hidup yang tidak lagi dipenuhi oleh rasa cinta orang tuanya. Segala sesuatu yang dijalani ke depan berpotensi dapat dipenuhi oleh rasa takut dan krisis kepercayaan, Beauties. Anak bisa beranggapan tidak lagi diinginkan oleh orang terdekatnya sendiri. 

Risiko Depresi 

Perceraian orang tua memilih pengaruh besar terhadap kesehatan mental anak.
Guncangan yang besar beresiko timbulkan depresi/Foto:Freepik.com/Vh_studio

Sekalipun beberapa anak mengaku bisa menerima keadaan dengan baik, tidak menutup kemungkinan bahwa depresi juga mengancam dirinya. Perubahan membuat segalanya terasa lebih melelahkan secara fisik juga mental untuk anak.

Menurut data dari American Academy of Pediatrics, depresi hingga keinginan untuk bunuh diri dapat timbul pada anak yang orangtuanya mengalami perceraian, khususnya pada usia 11 tahun ke atas. 

Terhambatnya Proses Pembentukan Diri

Hilangnya peran orang tua membuat anak kesulitan dalam bertumbuh secara emosional, sosial serta kemampuan penting lainnya.
Ketidakhadiran orang tua menghambat perkembangan anak/Foto:Freepik.com/Redfox

Masa remaja menjadi tahapan penting perkembangan anak mulai dari emosi, fisik hingga sosial. Perceraian berisiko membuat anak kehilangan peran orang tua sebagai agen sosial terdekat, sehingga beberapa fungsi seperti pengambilan keputusan, pembentukan identitas hingga kemampuan bersosialiasi tidak berjalan secara semestinya.

Terganggunya Kualitas Diri

Anak yang mengalami perceraian cenderung rendah secara akademis dan kualitas diri.
Anak kehilangan motivasi dan minat keseluruhan/Foto:Freepik.com/Gpointstudio

Dirugikannya mental serta pikiran dari anak-anak, tentulah berpengaruh terhadap peningkatan kualitas dari diri mereka sendiri. Pada sisi akademis, beberapa dari mereka diketahui memperoleh nilai yang lebih rendah karena hilangnya motivasi serta minat untuk berkembang, akibat perasaan diabaikan.

Mengundang Perilaku Buruk 

Jauhnya hubungan antara anak dengan orang tua setelah bercerai menjadi salah satu alasan dari timbulnya perilaku nakal dari anak.
Membuat anak berperilaku buruk/Foto:Freepik.com/DCstudio

Bukan sekadar ingin mencari perhatian, kenakalan menjadi salah satu imbas dari hilangnya kedekatan antara orang tua dengan anak.

Sebuah studi pada American Psychological Association menunjukkan bahwa orang tua seringkali kurang konsisten dalam memperhatikan anak setelah perceraian. Akibatnya, anak terlibat dalam konflik sosial karena tidak adanya kedisiplinan yang diterapkan.

Beauties, perceraian memang bukanlah hal yang selalu buruk, karena bisa juga hal itu menjadi sebuah solusi yang tepat bagi kedua belah pihak. Namun hal ini, rupanya tak selalu mudah bagi anak, terutama mereka yang masih berusia kecil.

Untuk itu, tentu diperlukan berbagai upaya 'ekstra' agar anak tidak merasa diabaikan dan tetap mendapat kasih sayang dan perhatian penuh dari orangtua, demi tumbuh kembangnya.

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE