sign up SIGN UP

Istri Dinilai Lebih Kuat Bertahan Hidup Usai Suami Meninggal, Tapi Cenderung Tidak Sebaliknya? Ini Penjelasannya

Meuthia Khairani | Beautynesia
Kamis, 04 Aug 2022 11:15 WIB
Istri Dinilai Lebih Kuat Bertahan Hidup Usai Suami Meninggal, Tapi Cenderung Tidak Sebaliknya? Ini Penjelasannya
Foto: pixel.com
Jakarta -

Seringkali, pria dianggap sebagai gender paling kuat dan superior. Namun, di sisi lain dan didukung penelitian, pria justru bisa 'tidak setahan banting perempuan'. Misalnya, dalam kondisi kehilangan pasangan hidup

Seorang istri yang ditinggal mati oleh suaminya dinilai lebih mampu bertahan dan melanjutkan kehidupan, sedangkan pria yang kehilangan istri untuk selamanya justru lebih rentan secara kejiwaan.

Tak sedikit pula yang menyusul kepergian istrinya dalam rentang waktu yang berdekatan. Fenomena ini cukup membuktikan bahwa suami bisa dikatakan tidak selalu lebih kuat daripada istri, atau pria tidak melulu lebih kuat daripada perempuan.

Penyebab Suami Menjadi Lemah Saat Istrinya Meninggal

Anggapan ini ternyata bukan buah bibir atau gender shaming, Beauties, karena banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dampak kehilangan pada suami dan istri cukup berbeda dan perempuan lebih kuat ditinggalkan itu benar adanya.

Dilansir dari Medical Daily, para peneliti dari Rochester Institute of Technology di Amerika Serikat mendapati bahwa 30 persen penyebab kematian pria adalah karena efek ditinggalkan oleh istri. Ketika seorang istri meninggal, banyak ditemukan bahwa pria seringkali tidak siap mental. Ketidaksiapan tersebut berkaitan dengan hal yang kerap dikaitkan superioritas pria, dalam hal ini ketika sang istri telah sekian lama berperan 'mengasuh' atau merawat suami secara fisik dan emosional, Beauties.

Worried senior man sitting alone in his homeWorried senior man sitting alone in his home/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PIKSEL

Dilansir dari Daily Mail, kebiasaan 'diurus oleh istri' membuat suami berpotensi teledor karena terbiasa ada istri yang membantu mengurusi dalam segala keperluan pribadinya. Suami juga jadi kehilangan perhatian dan hubungan sosial yang biasa terjadi saat istrinya masih hidup. Mereka kehilangan orang yang rutin memantau kesehatan dan memperhatikan perilakunya sehari-hari yang akhirnya menyebabkan rasa kesepian hingga depresi.

Dilansir dari Daily Mail, lebih besar persentase pria meninggal setelah meninggalnya sang istri. Dari sisi finansial, mungkin suami tidak menemukan kesulitan, tapi hilangnya peran istri membuat sang suami lebih rentan terserang kecemasan, gangguan tidur, sering merasa tidak nyaman akan kondisinya, dan menurunnya kekebalan tubuh. Sehingga pada akhirnya menurunkan kesehatan dan seakan membenarkan bahwa suami pun menyusul pelan-pelan kematian sang istri. Terakhir, tidak adanya teman untuk bercerita juga memicu rasa berkabung yang lebih lama pada seorang suami.


Kenapa Istri Lebih Mampu Bertahan Saat Ditinggal Suami?

Head shot portrait happy mature grey haired woman talking, looking at camera, smiling grandmother making video call to relatives, chatting online, speaking to webcam, blogger recording vlogPerempuan dinilai lebih bisa bertahan hidup setelah ditinggal pergi suami/ Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

Istri dikatakan lebih kuat mental saat ditinggal mati suaminya karena dinilai sudah terbiasa mandiri dan secara emosional lebih siap mental. Perempuan cenderung lebih mandiri dan memiliki lebih banyak teman untuk menumpahkan kesedihan usai ditinggal suami sehingga mereka lebih gigih berjuang mempertahankan hidup.

Rasa bebas merilis emosi pada perempuan juga berperan penting dalam proses coping atau memproses pengalaman yang menimpanya. Di sisi lain, melansir dari Taylor and Francis Online, jika pernikahan yang dijalani perempuan kurang bahagia, pilihan menjadi janda justru memungkinkan dia dapat hidup lebih lama.

Istri juga dinilai cenderung piawai mengerjakan tugas-tugas yang biasa dikerjakan suami sehingga tidak lantas menjadi 'pincang' apabila dia ditinggal oleh suami. Hal ini berbanding terbalik pada kekurang-piawaian suami mengerjakan tugas seorang istri dalam rumah tangga sehingga dia menjadi bingung dalam urusan rumah.

Perempuan tentunya tahu bahwa mau tidak mau dia harus mencari kerja untuk dapat bertahan hidup dan membiayai pendidikan anaknya. Istri juga dipandang lebih gigih untuk survive demi kehidupannya yang harus terus berjalan, apalagi jika dia memiliki anak yang tentunya setiap hari harus diberi makan dan dibesarkan dengan layak.

Overall, dapat disimpulkan bahwa kematian atau perceraian dengan suami tidak begitu mempengaruhi panjang umur atau tidaknya seorang istri, meskipun terjadi hal sebaliknya pada suami.

---
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id