Anakmu Dibully di Sekolah? Ini yang Perlu Kamu Tanamkan padanya untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Meuthia Khairani | Beautynesia
Sabtu, 26 Nov 2022 20:00 WIB
Stop bullying anak di sekolah/Foto: Pexels/RODNAE Productions

Selama anak-anak belajar di sekolah, orangtua memang tidak bisa memantau apa yang terjadi padanya sejak tiba di sekolah sampai pulang ke rumah. Termasuk bagaimana cara bergaul dan bagaimana sang anak diperlakukan oleh teman-temannya. Apakah dia mempunyai teman dan diperlakukan dengan baik? Atau sebaliknya, anak mengalami pelecehan atau di-bully oleh teman-teman, kakak kelas, adik kelas, bahkan guru.

Untuk mengenali tanda-tanda bahwa anakmu bersekolah dengan nyaman atau tidak, atau apakah dia memiliki masalah dengan teman-temannya, dibutuhkan kejelianmu sebagai orangtua, Beauties.

Kamu perlu memperhatikan apakah belakangan ini dia terlihat murung, lebih mudah marah, tiba-tiba tidak mau berangkat sekolah, malas makan, sulit tidur, tidak semangat melakukan hobinya, atau terus menerus menceritakan ketidaknyamanannnya di sekolah.

Jika kamu sudah mendapati tanda-tanda tersebut, ini yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan semangat hidupnya dan meningkatkan self esteem anakmu.

Jadi Pemberani

Menurut Today's Parent, orangtua berhak dan wajib mendorong sang anak untuk berani membela diri, menyampaikan ketidaknyamanannya saat di-bully oleh teman-teman atau seniornya, juga berani melaporkan kepada guru perihal penindasan yang dialami.

Coba Hal Baru

Mengutip The Advocate, ajak anakmu ke lingkungan baru atau yang sesuai dengan dirinya, di mana dia bisa berkembang dan meningkatkan passion atau bakatnya. Ketika dia telah menemukan dan fokus pada kelebihannya yang terpendam, dia bisa menjadi orang yang lebih percaya diri dan mendapatkan teman yang mampu menghargai kelebihan yang dimilikinya.

Tulis Kelebihan Diri


Ilustrasi anak menuliskan kelebihannya/Foto: Pexels/Johnmark Smith

Sarankan dia untuk menulis daftar kelebihan, kemampuan, serta apa yang dia sukai tentang dirinya sendiri. Ingatkan anakmu untuk mengapresiasi pencapaiannya tanpa melihat besar atau kecil hasilnya. Demikianlah tips yang dikutip dari  CFHP.

Cintai Dirinya Sendiri

Bantu anakmu untuk tidak lagi insecure karena kekurangan atau kelainan fisiknya. Ajari mereka cara untuk mencintai ketidaksempurnaan yang dimilikinya dan nyatakan bahwa orang pertama yang harus menghargainya adalah dirinya sendiri.

Yakin Bahwa Dia Tidak Pantas Di-bully

Hal yang perlu diyakinkan, menurut BulliesOut, adalah bahwa masalah ini dapat dia lalui dan tanamkan pada pikirannya bahwa menindas orang lain itu salah si pelaku, bukan dirinya. Yakinkan bahwa dia berhak untuk hidup dengan nyaman, aman, dan dihormati. Dia tidak perlu menyalahkan diri sendiri dan merasa pantas diperlakukan seperti itu.

Pilih Teman yang Baik


Ilustrasi persahabatan anak/Foto: Freepik/jcomp

Sarankan anakmu untuk berteman dengan orang-orang yang membuatnya bahagia, tidak toxic, dan menghargai dia apa adanya. Sebab, teman yang baik adalah yang dapat mendorong kesehatan mentalnya, dapat membantunya mengatasi stres dan depresi, dan membuatnya merasa baik tentang dirinya sendiri, bukan yang menyakitinya dan selalu membuatnya bersedih.

Biasakan Menerima Pujian

Mengutip dari Jojoebi, ketika seseorang memiliki harga diri yang rendah, dia mungkin sulit menerima pujian karena selama ini dia justru mempunyai pandangan yang buruk tentang dirinya sendiri.

Jadi, kamu perlu memuji apa yang sudah bagus dari dirinya, dan membiasakan dirinya untuk menerima pujian yang memang pantas dia terima. Biarkan anakmu merasakan betapa indahnya diberi pujian, dan jangan lupa untuk berterima kasih atas pujian yang dia terima.

(fip/fip)