Andibachtiar Yusuf Klarifikasi Dugaan Kekerasan terhadap Kru Perempuan: Betul Ada Dorongan, Tapi Bukan Tamparan

Nadya Quamila | Beautynesia
Jumat, 02 Sep 2022 10:30 WIB
Andibachtiar Yusuf Klarifikasi Dugaan Kekerasan terhadap Kru Perempuan: Betul Ada Dorongan, Tapi Bukan Tamparan
Andibachtiar Yusuf/Foto: Dok. Instagram

Nama sutradara Tanah Air Andibachtiar Yusuf jadi sorotan.  Ia diduga melakukan kekerasan terhadap kru perempuan, yaitu mendorong, menampar, hingga mengeluarkan kata-kata kasar kepada kru perempuan tersebut. Andibachtiar Yusuf pun beri klarifikasi lewat unggahan di media sosialnya yang ia beri caption 'Surat Cinta untuk Teman-Teman'.

Dalam 10 slide unggahan di Instagram, Andibachtiar menjelaskan situasi yang kini ia alami. Ia mengambil waktu untuk memberi klarifikasi dan mengambil posisi untuk melihat kondisi yang tengah terjadi.

"Saya sadar dalam kurun waktu sekitar 24-30 jam terakhir nama saya rutin disebut di berbagai platform media sosial. Beberapa kawan bertanya secara pribadi lewat saluran yang mereka punya untuk mengakses saya, pagi ini kawan-kawan media pun mulai satu persatu menghubungi saya," buka Andibachtiar Yusuf dalam unggahan di akun Instagramnya, @andibachtiar, Jumat (2/9).

"Saya panjang berdiam bukan karena tak punya respon klarifikasi atau kisah yang ingin disampaikan, saya hanya sedang mengambil posisi melihat situasi lapangan, merenungkan setiap sudutnya sekaligus melihat pergerakan kawan. Sampai kemudian malam ini saya rasa inilah saatnya saya mulai memberi respon..... tentu dengan cara saya, cara Andibachtiar Yusuf," tulisnya.

Andibachtiar YusufAndibachtiar Yusuf/ Foto: Instagram/andibachtiar

Andibachtiar kemudian mengenang masa-masa remaja di bangku SMA. Ia menceritakan bagaimana ia akhirnya bisa menjadi sutradara untuk Catatan Akhir Sekolah The Series yang diproduksi oleh Paragon Pictures  Ideosource Entertainment. 

"2,5 tahun lalu sahabat saya Robert Rony dari Paragon Pictures meminta saya menyutradarai series Catatan Akhir Sekolah, sebuah kisah remaja yang pernah dihidupkan dengan sangat baik oleh Hanung Brahmantyo. Besar antusiasme saya untuk project ini, sejak masa prematur tanpa rumah, dijanjikan akan ke Disney+ sampai akhirnya berlabuh di Vision+ saya setia menanti... karena inilah impian saya, bahkan saya sama sekali tak peduli ketika Robert menego fee saya demi terus beradanya project ini di tangan saya," sambungnya.

Ia kemudian menceritakan proses syuting Catatan Akhir Sekolah The Series. Menurut Andibachtiar, produksi berjalan selayaknya produksi kecil lainnya, kecuali ketiadaan Line Producer (Pimpro). Sampai akhirnya terjadi situasi yang seharusnya bisa diantisipasi di masa persiapan produksi.

Mengaku Hanya Mendorong, Bukan Menampar

Suatu hari, tim merasa kekurangan figuran dan Andibachtiar merasa permintaan akan jumlah serta seperti apa pakaian yang digunakan sudah terdata setidaknya H-2 sebelum produksi. Ia menceritakan pernah memaksakan syuting dengan jumlah figuran terbatas, hasilnya kurang maksimal. Di sinilah diduga tindakan kekerasan terjadi.

"Makanya saya memaksa untuk menggenapi jumlah sesuai dengan kesepakatan. Saya kesal dan memaksa talent coordinator (sebut saja "kru") untuk melengkapi jumlah, saya dorong agar menjauh karena saya kesal. Sebagai orang yang percaya bahwa kekerasan sebaiknya hanya terjadi di film aksi, saya yakin betul bahwa adalah DORONGAN yang saya lakukan, bukan TAMPARAN," tutur Andibachtiar.

Proses syuting pun masih berlanjut, sampai akhirnya Andibachtiar menerima keluhan dari orangtua kru yang merasa tidak terima karena beranggapan bahwa Andibachtiar telah melakukan kekerasan terhadap anaknya. Andibachtiar pun meminta maaf jika dorongan yang ia lakukan terlalu keras.

"Si bapak tampaknya tidak terima, ia bilang ia tak pernah memarahi anaknya dan saya tentu sudah punya anak. Saya ingat saya jawab, "Iya memang, Pak, saya punya 2 anak perempuan dan saya pun tak ingin ada kekerasan dalam hidup dia"," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Orangtua kru tersebut tampak tidak puas dan memaksa Andibachtiar untuk tetap berbicara dengannya. Namun, Andibachtiar memilih untuk melanjutkan kembali pekerjaannya karena harus segera dituntaskan.

"Saya memang manusia biasa, di usia jauh lebih muda terkadang amarah sering memaksa untuk dikeluarkan. Tapi selain perjalanan usia, saya melihat sendiri bahwa kompromi adalah hal utama yang harus mampu kita lakukan di industri ini," ungkapnya.

Andibachtiar juga mengaku telah meminta kepada Asosiasi Sutradara Film Indonesia atau Indonesian Film Directors Club (IFDC) untuk melakukan mediasi dengan kru yang bersangkutan. Namun, tidak digubris.

Pria yang kerap disapa Ucup ini juga menyorot bagaimana Paragon Pictures memecatnya. Pemberitahuan resmi, kata Andibachtiar, baru diberikan beberapa jam setelah mereka merilis pernyataan di media sosial.

Andi Bachtiar Yusuf Diduga Dorong hingga Tampar Kru Perempuan

Andi Bachtiar YusufAndi Bachtiar Yusuf/ Foto: Dok. Instagram

Sebelumnya, kasus ini ramai dibicarakan netizen di Twitter. Bermula dari cuitan sutradara, aktor, produser Ernest Prakasa. Melalui akun Twitternya, ia menulis bahwa ada kabar seorang sutradara pria yang melakukan kekerasan verbal dan fisik ke kru perempuan.

"Ada kabar sutradara laki-laki melakukan kekerasan verbal dan fisik ke kru perempuan," tulis Ernest di akun Twitternya, @ernestprakasa pada Rabu (31/8).

Tak hanya itu, Ernest bahkan siap untuk menyebut nama pelaku apabila sudah mendapatkan izin dari korban.

"Gue pribadi memilih untuk menyebut nama pelaku apabila sudah mendapat izin dari korban. Kita tunggu perkembangan kasusnya," tambahnya.

Selain itu, muncul pula pengakuan dari seorang casting director bernama Juandini. Ia membeberkan kelakuan sutradara 'terganteng' tersebut yang diduga menampar dan mendorong kru perempuan.

"Asli ya sudah seminggu ini rasanya sesak dada nahan emosi nggak bisa keluar mandang PHnya dan biar nggak ganggu produksi syutingnya. Sekarang syuting sudah selesai, boleh ya aku luapin di sini dan semoga kalian bisa lebih berhati-hati saja kalau kerja sama dengan orang ini," ungkap Juandini dalam Instagram Stories miliknya di akun @juandini, Kamis (1/9/2022).

"Dia menyebut dirinya "SUTRADARA TERGANTENG", tapi mohon maaf ya naudzubillahimindzalik yang gue lihat nggak ada ganteng-gantengnya dari mulut, perbuatan dan lain-lain," tambahnya.

Sutradara pria diduga lakukan kekerasan secara verbal dan fisik kepada kru perempuanSutradara pria diduga lakukan kekerasan secara verbal dan fisik kepada kru perempuan/ Foto: Tangkapan Layar

"APA PANTAS LAKI-LAKI MENAMPAR DAN MENDORONG PEREMPUAN???? BUKAN HANYA NAMPAR DAN DORONG, TAPI JUGA TERIAK-TERIAK DI HT DAN MIC DENGAN KATA-KATA KASAR DAN DIDENGAR SAMA RATUSAN KRU DAN EKSTRAS DI HARI ITU?" jelasnya lagi.

"Gua saja sampai detik ini nggak terima lihat "anak" atau anggota dari tim gue ditampar apalagi orang tuanya. Ingat lu punya anak perempuan!!! Gue bisa sebut ini kekerasan dalam lingkungan pekerjaan syuting kita. Dan HARUS KITA CANTUMIN DALAM KONTRAK. Dia mungkin merasa dirinya sutradara HEBAT, tapi untuk urusan wardrobe extras masa negurnya ke telco sampai ngegampar," paparnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.