Apa Itu Savior Complex? Ini Dia Gejala dan Cara Mengatasinya

Patricia Astrid Nadia | Beautynesia
Rabu, 28 Jan 2026 18:30 WIB
2. Tanda-Tanda Savior Complex
Tanda savior complex yang paling utama adalah kamu kesulitan menolak untuk menolong orang lain. Kamu hanya memusatkan energi untuk menolong orang tanpa peduli pada diri sendiri/ Foto: Freepik.com/EyeEm

Menolong orang lain memang suatu aksi baik dan patut dilakukan, Beauties. Namun jika kamu terus menerus merasa bersalah dan bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain, maka hal itu jadi tidak wajar. Terlebih ketika kamu ingin menjadi superhero untuk setiap masalah orang lain.

Ternyata fenomena itu sudah dikenal dengan istilah savior complex, Beauties. Apa sih savior complex itu? Nah, dikutip dari penelitian psikologi Fleming dan berbagai sumber lainnya, simak yuk beberapa fakta psikologinya!

Apa Itu Savior Complex?

Dalam jurnal penelitiannya yang berjudul 'Do You Have a Savior Complex?' Fleming menjelaskan, kondisi ketika seseorang selalu memposisikan diri untuk wajib menolong orang lain, bahkan di luar kemampuannya, dikenal dengan istilah savior complex. Orang dengan savior complex selalu berpikir kalau setiap kebahagiaan orang lain harus jadi tanggung jawabnya. Seakan-akan berhasil menolong orang lain adalah satu-satunya tujuan hidup yang penting.

Tapi bukan berarti orang yang berempati, peduli, dan mendengarkan orang lain artinya pasti terjebak savior complex, ya. Fokusnya terletak pada ketika orang lain selalu menjadi prioritas utama dibandingkan dirimu sendiri, Beauties. Sampai-sampai kamu membantu mereka secara berlebihan hingga mengabaikan kesehatan mental kamu sendiri.

2. Tanda-Tanda Savior Complex

Tanda savior complex yang paling utama adalah kamu kesulitan menolak untuk menolong orang lain. Kamu hanya memusatkan energi untuk menolong orang tanpa peduli pada diri sendiri/ Foto: Freepik.com/EyeEm

Penelitian dari GinaMarie Guarino, LMHC, seorang Konselor Kesehatan Mental Berlisensi, dan founder dari Pyschpoint.com, menekankan, tanda paling utama yang pasti dimiliki oleh seorang savior complex adalah sangat sulit untuk mengatakan tidak, ketika harus menolak untuk menolong orang lain. Orang dengan savior complex seolah sangat tertarik dengan masalah milik orang lain yang harus jadi perhatian utama mereka.

Tanda-tanda lainnya, orang dengan savior complex rela berkorban untuk waktu, energi hanya untuk memikirkan kebahagiaan orang lain. Kamu bahkan sampai lupa untuk punya ruang bagi dirimu sendiri. Kamu tak lagi peduli pada dirimu sendiri dan hanya mengutamakan kepedulian pada orang lain.

Biasanya orang dengan savior complex juga tidak memiliki batasan waktu bahkan untuk sekedar istirahat. Contohnya, di waktu malam ketika kamu seharusnya beristirahat, kamu malah menerima telepon yang berisi keluhan dan wajib kamu selesaikan sesegera mungkin padahal waktu istirahat kamu sangat terbatas.

3. Bahaya yang Patut Diwaspadai

Bahaya dari savior complex, kamu akan terus menerus mengkritik dirimu sendiri. Kamu merasa tidak puas jika orang lain terlihat belum berubah jadi lebih baik. Kamu bisa merasa depresi dan marah dengan situasi ini/Foto: Freepik.com/Freepik

Keinginan untuk selalu berhasil demi kebahagiaan orang lain, akan membuat kamu menuntut dirimu secara berlebihan. Kamu jadi tak pernah puas dengan dirimu sendiri. Kritik tentu boleh, tapi ketika kamu terus menerus mencari kekurangan dirimu dan merasa bersalah saat belum melihat orang lain jadi lebih baik karena bantuanmu, ini akan membuatmu jadi depresi dan nggak produktif dengan aktivitas harian kamu. Judith Joseph, seorang psikiater dari Columbia University Vagelos College mengungkapkan hal ini akan membuat seseorang jadi lebih sering marah.

Orang dengan savior complex juga biasanya membuat orang lain yang dibantunya menjadi ketergantungan. Semakin mereka ketergantungan, kamu merasa kalau kamu berguna dan wajib membantu orang tersebut. Jika tidak dicari maka kamu merasa sebagai orang yang tidak berguna, tidak penting, hingga kepercayaan diri kamu jadi hilang, dan selalu merasa ada yang salah atau kurang dengan dirimu sendiri. Tentu hal ini berdampak negatif karena akan merusak pola pikir dan kesehatan mentalmu, Beauties.

4. Penyebab Savior Complex

Trauma masa kecil jadi salah satu penyebab seseorang jadi memiliki savior complex. Pernah gagal dan diabaikan karena gagal menolong orang lain, membuatmu terobsesi harus berhasil menolong orang lain/Foto: Freepik.com/Freepik

Ada berbagai penyebab dari savior complex. Salah satunya trauma di masa kecil. Mungkin kamu pernah merasa diabaikan saat kecil dan merasa harus menjadi orang yang berguna untuk orang lain.

Ketika kamu berguna dan berhasil membuat orang bahagia, maka kamu baru akan dihargai. Atau bisa jadi kamu dulu pernah gagal dalam membantu seseorang hingga akhirnya kamu diremehkan dan dianggap tidak berguna. Akhirnya, kamu menjadi memaksa dirimu untuk selalu memusatkan perhatianmu untuk menolong orang lain hingga berhasil. Kamu baru menilai dirimu pantas dihargai dan diterima oleh orang lain kalau tujuanmu dalam mewujudkan kebahagiaan dan cita-cita orang lain berhasil.

5. Tips Atasi Savior Complex

Mulai peduli pada dirimu sendiri dan mencintai diri dengan memberikan waktu dan memusatkan perhatian pada cita-cita kamu Beauties. Hal ini penting untuk mengatasi agar savior complex tidak terus menjebak dirimu/Foto: Freepik.com/Freepik

Mulai peduli dan belajar untuk mencintai diri sendiri. Peduli pada diri sendiri bukan berarti kamu egois. Kamu perlu membiasakan diri untuk punya me time untuk dirimu sendiri. Miliki juga pola pikir kalau peduli pada diri sendiri adalah bagian dari bentuk kamu menghargai waktu dan potensi yang kamu punya.

Kalau orang lain berhak Bahagia, maka kamu juga boleh mempersiapkan diri untuk mengejar cita-cita, kebahagiaanmu, atau aktivitas yang ingin kamu raih. Misalnya, kamu ingin fokus belajar bahasa asing untuk kuliah S2 di luar negeri, atau ingin mempersiapkan diri mendapat pekerjaan yang lebih baik.

Ketika kamu menolak untuk menolong orang lain, bukan berarti kamu jahat. Kamu berhak memberi ruang dan batasan membantu sesuai kapasitas atau kemampuanmu, supaya hidupmu tetap seimbang.

Oke, Beauties berikut tadi berbagai fakta penting tentang savior complex yang patut kamu Simak. Jangan sampai takut menolak untuk menolong orang lain, ya. Utamakan peduli pada diri sendiri dan bantu orang lain sesuai batas kemampuanmu, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE