Belajar dari Sulli Eks F(x), Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?

Sulistiani | Beautynesia
Sabtu, 19 Oct 2019 11:50 WIB
Belajar dari Sulli Eks F(x), Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?
https://oss.beautynesia.id/photo/temporary/956bc5640ef3641adc67055322b08404.jpeg
Baru-baru ini dunia hiburan dihebohkan oleh kematian artis asal Korea Selatan bernama Sulli karena bunuh diri. Hal tersebut disebabkan karena ia mengalami depresi. Apa sih depresi itu dan bagaimana cara mengatasinya?

Mengenal Sulli f(x)


Foto: Istimewa

Sulli adalah salah satu mantan anggota dari F(x), grup vokal asal Korea Selatan yang dibentuk oleh S.M. Entertainment. Sulli bergabung di grup ini sejak 2013 dan memutuskan keluar dari grup yang telah membesarkannya pada tahun 2015. Setelah keluar dari F(x) ia tetap melanjutkan karirnya di dunia hiburan dan semakin bersinar. Akan tetapi berbagai cobaan telah dialaminya terutama komentar netizen akan dirinya. Hal tersebut membuatnya depresi hingga bunuh diri. 

Ladies, hal ini bisa menjadi refleksi kita semua bahwa depresi bisa menyerang siapa saja.  


Penyebab Depresi


Foto: Istimewa

Terkadang dalam diri manusia sering mengalami rasa tidak semangat. Ada pula yang merasa sedih, murung atau rendah dari waktu ke waktu, beberapa orang mengalami perasaan ini secara intens, untuk jangka waktu yang lama (berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun). Kadang-kadang hal tersebut dirasakan tanpa alasan yang jelas. Apabila sudah mengalami itu, kita wajib berhati-hati karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda depresi. Itu adalah tanda serius yang sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita. 

Sejauh ini belum ditemukan secara pasti penyebab depresi. Hanya saja depresi biasanya merupakan hasil dari kombinasi berbagai masalah dalam peristiwa baru-baru ini dan faktor jangka panjang atau pribadi lainnya. 


Cara Mengatasi Depresi


Foto: Istimewa

1. Membuat Buku Harian untuk Bercerita

Kadang kala kita bingung untuk bercerita dan merasa tidak semua hal dapat kita ceritakan ke orang lain. Untuk itu coba saja ceritakan hal tersebut di dalam buku harian. Siapa tahu, dari cerita-cerita di buku harian tersebut bisa menjadi karya tersendiri. 

2. Mengurangi Penggunaan Media Sosial

Tanpa kita sadari, konten-konten media sosial yang diposting teman-teman kita dapat mengganggu kesehatan jiwa. Kita tidak pernah bisa mengontrol konten semacam apa yang berseliweran di timeline. Beruntung jika kita melihat konten-konten positif, apabila tanpa sengaja kita melihat konten negatif, ini bisa jadi boomerang tersendiri. Bayangkan saja saat di dunia nyata sedang penat dan kesal, lalu membuka media sosial dan melihat konten yang menguras emosi. Tentu suasana hati kita akan semakin kacau.


Foto: Istimewa

3. Melakukan Hal baru, Berbeda dan Menyenangkan

Jika kita dianjurkan mengurangi penggunaan media sosial, ganti waktu yang biasa kita gunakan untuk mengakses media sosial dengan kegiatan lainnya. Lakukan hal baru yang menyenangkan. Bisa juga mencoba kegiatan-kegiatan berbeda dari rutinitas kita sehari-hari. Ini dapat merefresh pikiran. 

4. Pergi ke Tenaga Profesional

Ini adalah hal wajib! Saat menyadari ada tanda-tanda depresi di dalam diri kita segeralah mengunjungi psikolog. Berkunjung ke tenaga profesional di bidang kesehatan jiwa bukanlah hal yang tabu. Sama seperti sakit fisik, sakit jiwa juga harus segera diobati. Ingat, sakit jiwa bukan berarti gila!

5. Menjaga Kebugaran Fisik

Terakhir apapun keadaan kita tetap jaga kebugaran fisik. Tidur yang cukup dan sempatkan berolahraga. Jangan lupa makan-makanan bergizi dan perbanyak minum air putih.


(kik/kik)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE