Belajar dari Sulli Eks F(x), Apa yang Harus Dilakukan Saat Depresi?
Mengenal Sulli f(x)
Foto: IstimewaSulli adalah salah satu mantan anggota dari F(x), grup vokal asal Korea Selatan yang dibentuk oleh S.M. Entertainment. Sulli bergabung di grup ini sejak 2013 dan memutuskan keluar dari grup yang telah membesarkannya pada tahun 2015. Setelah keluar dari F(x) ia tetap melanjutkan karirnya di dunia hiburan dan semakin bersinar. Akan tetapi berbagai cobaan telah dialaminya terutama komentar netizen akan dirinya. Hal tersebut membuatnya depresi hingga bunuh diri.
Ladies, hal ini bisa menjadi refleksi kita semua bahwa depresi bisa menyerang siapa saja.
Penyebab Depresi
Foto: IstimewaTerkadang dalam diri manusia sering mengalami rasa tidak semangat. Ada pula yang merasa sedih, murung atau rendah dari waktu ke waktu, beberapa orang mengalami perasaan ini secara intens, untuk jangka waktu yang lama (berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun). Kadang-kadang hal tersebut dirasakan tanpa alasan yang jelas. Apabila sudah mengalami itu, kita wajib berhati-hati karena bisa jadi itu adalah tanda-tanda depresi. Itu adalah tanda serius yang sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita.
Sejauh ini belum ditemukan secara pasti penyebab depresi. Hanya saja depresi biasanya merupakan hasil dari kombinasi berbagai masalah dalam peristiwa baru-baru ini dan faktor jangka panjang atau pribadi lainnya.
| Baca Juga : 4 Kebiasaan Penyebab Kanker Serviks |
Cara Mengatasi Depresi
Foto: Istimewa1. Membuat Buku Harian untuk Bercerita
Kadang kala kita bingung untuk bercerita dan merasa tidak semua hal dapat kita ceritakan ke orang lain. Untuk itu coba saja ceritakan hal tersebut di dalam buku harian. Siapa tahu, dari cerita-cerita di buku harian tersebut bisa menjadi karya tersendiri.
2. Mengurangi Penggunaan Media Sosial
Tanpa kita sadari, konten-konten media sosial yang diposting teman-teman kita dapat mengganggu kesehatan jiwa. Kita tidak pernah bisa mengontrol konten semacam apa yang berseliweran di timeline. Beruntung jika kita melihat konten-konten positif, apabila tanpa sengaja kita melihat konten negatif, ini bisa jadi boomerang tersendiri. Bayangkan saja saat di dunia nyata sedang penat dan kesal, lalu membuka media sosial dan melihat konten yang menguras emosi. Tentu suasana hati kita akan semakin kacau.
Foto: Istimewa3. Melakukan Hal baru, Berbeda dan Menyenangkan
Jika kita dianjurkan mengurangi penggunaan media sosial, ganti waktu yang biasa kita gunakan untuk mengakses media sosial dengan kegiatan lainnya. Lakukan hal baru yang menyenangkan. Bisa juga mencoba kegiatan-kegiatan berbeda dari rutinitas kita sehari-hari. Ini dapat merefresh pikiran.
4. Pergi ke Tenaga Profesional
Ini adalah hal wajib! Saat menyadari ada tanda-tanda depresi di dalam diri kita segeralah mengunjungi psikolog. Berkunjung ke tenaga profesional di bidang kesehatan jiwa bukanlah hal yang tabu. Sama seperti sakit fisik, sakit jiwa juga harus segera diobati. Ingat, sakit jiwa bukan berarti gila!
5. Menjaga Kebugaran Fisik
Terakhir apapun keadaan kita tetap jaga kebugaran fisik. Tidur yang cukup dan sempatkan berolahraga. Jangan lupa makan-makanan bergizi dan perbanyak minum air putih.