STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Belum Lama Ratu Elizabeth II Meninggal, Negara Ini Ungkap Ingin Lepas Sepenuhnya dari Inggris! Ada Apa?

Tim Redaksi CNN | Beautynesia
Selasa, 13 Sep 2022 15:08 WIB
Belum Lama Ratu Elizabeth II Meninggal, Negara Ini Ungkap Ingin Lepas Sepenuhnya dari Inggris! Ada Apa?

Belum lama ini Ratu Elizabeth II meninggal dunia di usia ke 96. Kepala negara yang telah memimpin selama 70 tahun itu, perlu kamu tahu bukan menjabat hanya untuk Inggris saja.

Inggris yang masih menerapkan sistem monarki atau kerajaan ini, terdiri dari beberapa negara lho, Beauties. Beberapa di antaranya ada Australia, Antigua dan Barbuda, Bahama, Kanada, Selandia Baru, dan masih banyak lagi. Ratu atau raja Inggris yang memimpin akan dibantu oleh perdana menteri dari masing-masing negara tersebut, selaku kepala pemerintahan.

Australia menjadi negara yang melegalkan pemakaian ganja.Australia jadi salah satu negara yang mengakui Raja/Ratu Inggris sebagai kepala negara/freepik/wirestock

Bergabungnya dengan Inggris adalah demi mencapai tujuan bersama. Namun seiring berjalannya waktu, beberapa negara tersebut ada yang terang-terangan ingin lepas dan mandiri.

Antigua dan Barbuda

Antigua dan Barbuda, merupakan sebuah negara pulau di persemakmuran di Karibia, yang berencana menggelar referendum demi bisa menjadi negara republik serta bisa lepas sepenuhnya dari Inggris.

EDINBURGH, SCOTLAND - SEPTEMBER 12: King Charles III, Prince Edward, Duke of Wessex, Princess Anne, Princes Royal and Prince Andrew, Duke of York hold a vigil at St Giles' Cathedral, in honour of Queen Elizabeth II as members of the public walk past on September 12, 2022 in Edinburgh, Scotland. The Queen’s four children attend to stand vigil over her coffin where it lies in rest for 24 hours before being transferred by air to London. (Photo by Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)EDINBURGH, SCOTLAND - SEPTEMBER 12: King Charles III (Photo by Jane Barlow - WPA Pool/Getty Images)/ Foto: Getty Images/WPA Pool

Gaston Browne selaku Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, mengumumkan rencana tersebut, tidak lama usai Inggris memproklamirkan Raja Charles III sebagai pemimpin kerajaan Inggris.

Jika mayoritas suara dukung pemisahan, maka otomatis Raja Charles III bukanlah kepala negara mereka lagi. Menurut Browne, hal ini bukanlah tindakan permusuhan.

Lantas apa alasannya? Lanjutkan membaca di sini ya, Beauties!

-----

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE