Bukan Jatuh Cinta, Ini 5 Tanda Kamu Mengalami Limerence Menurut Ahli
Jantung berdebar, senyum sendiri saat melihat notifikasi, hingga terus membayangkan masa depan bersama seseorang sering dianggap sebagai tanda jatuh cinta. Menurut para ahli, perasaan yang begitu intens sejak awal hubungan belum tentu berasal dari cinta yang sehat. Bisa jadi, kamu sedang mengalami limerence, yaitu kondisi ketika seseorang terobsesi pada sosok yang disukai hingga sulit membedakan antara fantasi dan kenyataan.
Memahami limerence sangat penting agar kamu tidak terjebak dalam hubungan yang hanya dipenuhi harapan sepihak. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, kamu bisa lebih bijak membedakan mana rasa cinta yang tumbuh secara sehat dan mana yang sebenarnya hanya dorongan obsesi emosional. Yuk, kenali 5 tandanya berikut ini supaya kamu tidak salah mengartikan perasaan kamu, sebagaimana telah dilansir dari SELF Magazine!
1. Kamu Langsung Menganggap Dia Sosok yang Sempurna
![]() Limerence membuat seseorang menganggap gebetan sempurna/Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio |
Bertemu seseorang yang terasa klik memang menyenangkan. Namun, jika baru beberapa kali bertemu kamu sudah yakin dia adalah pasangan paling sempurna, ada baiknya berhenti sejenak dan mengevaluasi perasaan kamu.
Menurut Hasti Afkhami, psikoterapis di Bustan Therapy, kondisi ini membuat seseorang menempatkan gebetan di atas singgasana. Kamu mulai mengabaikan kekurangan maupun tanda bahaya yang sebenarnya sudah terlihat.
Misalnya, hanya karena dia mengirim pesan dua kali berturut-turut atau memberikan perhatian kecil, kamu langsung merasa memiliki hubungan yang sangat spesial. Padahal yang kamu sukai belum tentu dirinya, melainkan versi ideal yang kamu ciptakan sendiri.
2. Lebih Tertarik Saat Hubungan Terasa Tidak Pasti
Limerence berkembang saat hubungan penuh ketidakpastian/Foto: Pexels.com/Andrea Piacquadio
Hubungan yang sehat biasanya berkembang melalui komunikasi yang jelas dan usaha dari kedua belah pihak. Sebaliknya, limerence justru berkembang ketika semuanya terasa menggantung. Kamu tidak tahu apakah dia benar-benar menyukai kamu, apakah hubungan ini akan berlanjut, atau bahkan kapan dia akan membalas pesan kamu.
Silva Depanian, seorang terapis di Avedian Counseling Center, menjelaskan bahwa respons yang tidak konsisten justru memperkuat limerence. Tidak heran jika kamu merasa semakin tertarik ketika dia mulai menjauh, tetapi kehilangan minat saat dia akhirnya menunjukkan perasaan yang sama.
Sensasi mengejar inilah yang sering disalahartikan sebagai cinta, padahal hubungan yang sehat justru dibangun melalui kepastian, rasa aman, dan usaha yang saling berbalas.
3. Lebih Mengejar Sensasi Baru daripada Hubungan Itu Sendiri
![]() Limerence bisa muncul saat hidup terasa membosankan/Foto: Pexels.com/Doci |
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kamu benar-benar mengenal dan menyukai orang tersebut, atau hanya menikmati sensasi baru yang ia hadirkan? Menurut Afkhami, limerence lebih mudah berkembang ketika seseorang merasa hidupnya monoton, kehilangan tujuan, atau membutuhkan sesuatu yang membuatnya kembali bersemangat.
Akibatnya, orang yang baru dikenal bisa mendominasi hampir seluruh pikiran kamu. Bukan semata karena dia begitu istimewa, melainkan karena kehadirannya memberikan drama, harapan, dan keseruan yang sebelumnya tidak kamu rasakan.
Dalam situasi seperti ini, intensitas perasaan lebih banyak dipicu oleh kebutuhan akan distraksi daripada keinginan membangun hubungan yang sehat dan realistis.
4. Mood Bergantung pada Respons
Limerence membuat mood bergantung pada respons gebetan/Foto: Magnific.com/benzoix
Wajar jika kamu merasa senang saat menerima pesan dari gebetan. Namun, jika satu pesan singkat mampu membuat hari kamu terasa sempurna, sementara balasan yang terlambat langsung memicu kecemasan, kemungkinan yang kamu alami bukan sekadar jatuh cinta.
Depanian menjelaskan bahwa pada hubungan yang sehat, gebetan memang bisa memengaruhi suasana hati, tetapi tidak sampai mengendalikan seluruh emosi. Sebaliknya, limerence membuat hal-hal kecil terasa seperti penentu kebahagiaan.
Ucapan selamat pagi bisa membuat kamu euforia sepanjang hari, sedangkan pesan yang tak kunjung dibalas atau rencana yang dibatalkan mendadak bisa memicu rasa cemas, kecewa, bahkan panik secara berlebihan.
5. Sulit Fokus dan Rela Mengubah Jadwal
![]() Limerence membuat sulit fokus pada aktivitas sehari-hari/Foto: Magnific.com/KamranAydinov |
Sesekali melamun tentang orang yang disukai tentu hal yang normal. Namun, jika hampir setiap aktivitas kamu dipenuhi bayangan tentang dirinya hingga sulit berkonsentrasi, kondisi ini patut diwaspadai.
Dalam limerence, fantasi mengenai orang tersebut muncul secara terus-menerus dan sulit dihentikan, bahkan ketika kamu sedang bekerja, belajar, atau berkumpul bersama orang lain. Tanda limerence lainnya adalah kamu rela mengubah seluruh jadwal hanya demi kesempatan bertemu dengannya atau menghabiskan waktu berjam-jam menganalisis arti sebuah pesan singkat.
Hal ini mengakibatkan pekerjaan menjadi terbengkalai, produktivitas menurun, dan perhatian kamu terhadap diri sendiri ikut berkurang. Jika sudah sampai tahap ini, bukan hanya hubungan yang terdampak, tetapi juga kualitas hidup kamu secara keseluruhan.
Kalau belakangan ini kamu merasa mengalami salah satu tanda limerence di atas, mungkin ini saatnya mengevaluasi kembali perasaan kamu. Mengenali tanda limerence sejak awal bisa membantu kamu membangun hubungan yang lebih sehat, realistis, dan saling bertumbuh.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!


