Bukan Sekadar Minimarket, Ini Alasan Konbini Jepang Sangat Populer dan Digemari

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 13 Sep 2026 17:00 WIB
Bagaimana Konbini Jepang Bisa Berkembang?
Alasan Konbini Populer di Jepang/Foto: Magnific

Kalau kamu pernah liburan ke Jepang, coba ingat-ingat satu hal. Berapa kali kamu mampir ke konbini atau minimarket selama perjalanan?

Rasanya hampir mustahil melewatkan toko ini. Apalagi, jumlah wisatawan asing ke Jepang kembali mencetak rekor pada 2025 menurut Japan National Tourism Organization. Di media sosial, pengalaman berburu makanan dan produk unik di konbini juga sering berseliweran.

Tapi, apa sebenarnya alasan konbini Jepang sangat populer? Ternyata, jawabannya jauh lebih menarik daripada sekadar karena tokonya buka 24 jam. Yuk, cari tahu berikut ini, Beauties!

Kenapa Konbini di Jepang Begitu Populer?

Kepopuleran Konbini di Jepang/Foto: Magnific

Berbeda dari convenience store di Amerika Serikat, konbini di Jepang bukan sekadar tempat membeli kebutuhan saat sedang berkendara.

Toko ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang. Bahkan, jumlahnya mencapai 56.749 toko di seluruh Jepang pada Januari 2025, menurut Nippon Software Service.

Di Tokyo pusat, kamu bahkan bisa menemukan konbini hanya dalam beberapa blok. Sekitar 90 persen konbini buka selama 24 jam dan menawarkan lebih dari sekadar makanan ringan.

Ada bento, kue, kebutuhan rumah tangga, alat tulis, hingga kemeja untuk bekerja. Satu jaringan konbini bahkan bisa membawa lebih dari 3.000 jenis produk.

Menariknya, sekitar 100 produk baru dapat masuk setiap bulan. Perputaran stoknya juga sangat cepat, sekitar 30 kali setahun atau setiap 1,7 minggu. Sebagai perbandingan, supermarket biasa hanya sekitar 13 kali setahun.

Kenapa harus secepat itu? Karena konbini juga berfungsi sebagai tempat menguji produk baru. Produk yang diminati konsumen bisa terus dikembangkan. Sebaliknya, produk yang kurang laku dapat segera diganti.

Itulah mengapa konbini bisa dianggap sebagai gambaran kecil dari selera konsumen Jepang. Apa yang ada di rak-raknya ikut mencerminkan kebutuhan dan tren masyarakat.

Makanan segar juga dikirim 2–3 kali sehari. Jadi, pelanggan punya peluang lebih besar mendapatkan makanan yang tetap segar sepanjang hari.

Tak hanya itu saja, konbini juga menyediakan ATM, Wi-Fi, pembayaran tagihan listrik dan pajak, layanan pengiriman, hingga pembelian tiket konser. Bahkan, toilet bersih pun tersedia untuk pelanggan. Lengkap banget, kan?

Bagaimana Konbini Jepang Bisa Berkembang?

Alasan Konbini Populer di Jepang/Foto: Magnific

Konsep convenience store sebenarnya bukan berasal dari Jepang. Toko serupa sudah berkembang di Amerika Serikat sejak 1920-an. Konsep tersebut kemudian masuk ke Jepang pada akhir 1960-an dan mulai berkembang pesat pada awal 1970-an.

Menurut Gavin Whitelaw, executive director Edwin O. Reischauer Institute of Japanese Studies di Harvard University, perkembangan tersebut tidak terjadi begitu saja.

Whitelaw bahkan pernah tinggal dan mengajar di Jepang selama lebih dari satu dekade. Untuk penelitiannya, ia juga pernah bekerja sebagai pegawai konbini pada 1990-an. Ia bekerja di dua toko di Tokyo dan satu toko di Prefektur Yamagata.

Menurut Whitelaw, pemilik toko kecil di Jepang saat itu sedang menghadapi berbagai kesulitan. Sistem distribusi yang rumit membuat harga barang tetap tinggi dan distribusinya kurang efisien.

Kemudian muncul sistem franchise antara pemilik toko dan kantor pusat convenience store. Pemilik toko lokal tetap bisa mempertahankan bisnis lamanya. Misalnya toko tembakau, minuman keras, atau beras.

Namun, mereka juga bisa menjual berbagai produk dari jaringan konbini. Hasilnya, kebutuhan masyarakat sekitar lebih mudah terpenuhi. Hubungan toko dengan komunitas lokal pun ikut semakin kuat.

Ada satu hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kaizen. Istilah Jepang ini mengacu pada perbaikan secara terus-menerus. Whitelaw melihat prinsip tersebut sebagai salah satu faktor penting dalam perkembangan konbini.

Pemiliknya tidak berhenti pada konsep “praktis”. Mereka terus mencari cara baru agar toko bisa melakukan lebih banyak hal. Inilah yang membuat konbini Jepang berkembang jauh melampaui fungsi minimarket biasa. Saat ini, tiga jaringan konbini terbesar di Jepang adalah 7-Eleven, FamilyMart, dan Lawson.

Bisakah Konsep Konbini Diterapkan di Negara Lain?

Konsep Konbini di Negara Lain/Foto: Magnific

Melihat kesuksesannya, muncul satu pertanyaan menarik. Kalau konbini sangat berhasil di Jepang, apakah konsepnya bisa diterapkan di negara lain?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana membuka toko dengan sistem yang sama, Beauties. Pada 2025, sempat muncul kabar tentang potensi pengambilalihan 7-Eleven Jepang oleh perusahaan ritel Kanada, Alimentation Couche-Tard. Namun, rencana tersebut akhirnya batal.

Seandainya transaksi itu terjadi, tantangannya bukan cuma soal bisnis. Masyarakat Kanada juga harus menerima konsep konbini yang sangat khas Jepang.

Pasalnya, konbini sudah menjadi bagian dari infrastruktur sosial Jepang. Fungsinya jauh melampaui tempat membeli kebutuhan sehari-hari.

Namun, jaringan konbini Jepang sendiri tetap melihat peluang untuk berkembang secara global. Mereka mulai merekrut pekerja non-Jepang yang tinggal di Jepang, termasuk dari China dan Vietnam.

Para pekerja tersebut diharapkan bisa menjadi calon pengelola bisnis di negara asal mereka. Mereka sudah memahami bahasa sekaligus budaya Jepang. Dengan begitu, konsep konbini bisa diperkenalkan secara lebih natural ke masyarakat lokal.

Jadi, kalau selama ini kamu menganggap minimarket Jepang cuma tempat membeli onigiri atau minuman dingin, ternyata ceritanya jauh lebih panjang, ya, Beauties.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE