Daftar Red Flag dalam Lowongan Kerja yang Perlu Diwaspadai Para Job Seeker, Awas Jangan Salah Pilih!

Anindya Milagsita | Beautynesia
Kamis, 01 Sep 2022 06:30 WIB
Daftar Red Flag dalam Lowongan Kerja yang Perlu Diwaspadai Para Job Seeker, Awas Jangan Salah Pilih!
Berbagai red flag saat job interview yang harus diwaspadai para pencari kerja/freepik/dcstudio

Pernahkah kamu mendengar istilah red flag? Biasanya istilah ini digunakan untuk menggambarkan hubungan yang enggak sehat antara seseorang dengan orang lainnya. Padahal lebih dari itu, red flag juga bisa berlaku di lingkungan kerja, lho. Termasuk saat proses rekrutmen karyawan baru. 

Jarang disadari job seeker, ada berbagai red flag dalam lowongan kerja yang seharusnya mulai diwaspadai sejak sekarang. Langkah ini dilakukan buat mencegah kamu mendapati adanya red flag di tempat kerja. Lantas seperti apa red flag dalam dunia kerja yang wajib kamu hindari? 

Simak informasinya lewat artikel berikut ini!

Red Flag dalam Lowongan Kerja

Berbagai red flag saat job interview yang harus diwaspadai para pencari kerja/freepik

Sebagai seorang job seeker atau pencari kerja, mencermati lowongan pekerjaan menjadi hal penting yang enggak boleh disepelekan, Beauties. Bukan hanya melihat kualifikasi maupun deskripsi pekerjaan yang akan dijalani nantinya, tapi wajib waspada terhadap red flag atau tanda bahaya yang tersembunyi dalam lowongan kerja.

Menurut Forbes, ada beberapa tanda bahaya dalam postingan lowongan kerja yang diungkap koresponden dalam sebuah survei yang mereka lakukan terhadap para pencari kerja di Amerika Serikat.

Seperti tidak tertulis kisaran gaji yang ditawarkan perusahaan. Sebagian kandidat menganggap menghilangkan informasi ini bisa diartikan kalau gaji yang diberikan mungkin rendah. Saat menemui bayaran yang jauh lebih kecil dari yang kamu ketahui ataupun di bawah kemampuan yang kamu miliki, mungkin enggak layak buat dipertimbangkan, Beauties.

Tanda bahaya pada postingan lowongan kerja.
Berbagai red flag saat job interview yang harus diwaspadai para pencari kerja/freepik/yanalya

Selanjutnya kesalahan dalam ejaan dan tata bahasa juga dapat menjadi tanda bahaya di lowongan kerja, lho. Meskipun terdengar sepele tapi hal ini menunjukkan perilaku ceroboh dan tidak profesional dari pihak rekruiter. Selain itu, daftar panjang deskripsi pekerjaan juga perlu diwaspadai, Beauties. Hal ini menandakan kalau perusahaan tidak benar-benar tahu apa yang mereka cari dan bisa menyulitkan kandidat yang nantinya berhasil diterima kerja.

Bersedia untuk bekerja di akhir pekan juga dapat menjadi tanda bahaya bagi sebagian kandidat. Terutama bagi mereka yang memprioritaskan keluarga ataupun tak ingin diganggu saat hari libur.

Red Flag Selama Proses Rekrutmen Kerja (2)

Berbagai red flag saat job interview yang harus diwaspadai para pencari kerja/freepik/yanalya

Bukan hanya di postingan lowongan pekerjaan, tanda bahaya juga bisa dicermati selama proses rekrutmen berjalan, Beauties. Masih dikutip dari laman yang sama, wawancara yang lebih dari dua tahap dinilai cenderung berlebihan. Idealnya proses wawancara mesti efisien dan terorganisir dengan baik. Saat prosesnya justru berlarut-larut, bisa menandakan kalau rekruiter ragu-ragu.

Selain itu, Hardvard Business Review juga mengungkap saat deskripsi pekerjaan yang dijelaskan saat wawancara berbeda dengan yang tertulis di lowongan kerja itu dapat menjadi tanda bahaya. Hal ini dapat menandakan adanya perubahan cepat yang terjadi dalam lingkup perusahaan, sehingga kandidat dapat mempertimbangkannya secara matang.

Lalu saat akan melakukan wawancara tapi rekruiter cenderung sering menjadwalkan ulang, perlu diwaspadai juga, lho. Seperti diungkap seorang eksekutif dan pelatih karier bernama Susan Peppercorn, saat rekruiter menjadwalkan waktu wawancara hingga 3 kali itu terlampau banyak. Ini bisa berarti kalau kamu bukanlah kandidat prioritas mereka.

Kenapa Job Seeker Harus Tahu?

Berbagai red flag saat job interview yang harus diwaspadai para pencari kerja/freepik/jcomp

Lantas mengapa para pencari kerja harus mengenali berbagai tanda bahaya yang tadi sudah disebutkan? Bukan tanpa alasan, hal ini dilakukan agar dapat membantu job seeker untuk menyingkirkan pilihan pekerjaan yang dirasa kurang optimal. Mencermati tiap detail selama proses rekrutmen dan menyadari tanda bahaya yang ada juga membantu kandidat agar tak memilih keputusan yang merugikannya di kemudian hari.

Meskipun begitu berbagai tanda bahaya tadi bukanlah hal mutlak yang akan sama persis dialami semua pencari kerja. Penting untuk menyeleksi dengan bijak manakah yang dapat memberi efek positif ataupun sebaliknya sesuai dengan kondisi yang dialami masing-masing kandidat. Semoga membantu ya, Beauties!

(fip/fip)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE