STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600

Dampak Bias Gender Terhadap Perempuan dalam Aspek Karier: Pikul Beban Ganda hingga Alami Diskriminasi

Nuriatul Fatimah | Beautynesia
Senin, 23 Jan 2023 17:00 WIB
Dampak Bias Gender Terhadap Perempuan dalam Aspek Karier: Pikul Beban Ganda hingga Alami Diskriminasi

Perbedaan fungsi organ reproduksi antara pria dan perempuan memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat secara awam dalam memahami fungsi dan peran gender. Perempuan yang secara biologis mengemban fungsi reproduksi hamil dan melahirkan serta menyusui dianggap cukup hanya untuk mengemban tugas pengasuhan dan perawatan di wilayah domestik semata. Stereotip gender ini mengakibatkan sebagian perempuan kesulitan untuk meraih karier yang mereka inginkan.

Padahal, dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University of California, Berkeley Haas School of Business yang dikutip dalam artikel berjudul “What is Gender Bias in the Workplace?” yang dimuat dalam laman Built In, menunjukkan bahwa perusahaan dengan lebih banyak perempuan di dewan direksi, maka perusahaan tersebut lebih cenderung menjadi perusahaan yang memiliki program, pedoman, dan kebijakan yang jelas untuk menghindari transaksi bisnis yang korup, memiliki jaringan kemitraan yang kuat, dan memiliki kinerja tinggi.

Perempuan Perlu Dibebaskan Untuk Memilih Jalur Pendidikan dan KarirnyaIlustrasi/Foto: Freepik.com

Jika perempuan memutuskan untuk bekerja di sektor publik untuk memenuhi kebutuhan hidup maupun berkarya, perempuan juga dituntut untuk mampu membagi waktu dengan tugas pengasuhan dan perawatan di wilayah domestik dengan maksimal.

Sedangkan pria, baik yang menjadi pencari nafkah utama maupun tidak, seolah tidak memiliki kewajiban untuk tugas pengasuhan dan perawatan di wilayah domestik. Bahkan jika pria melakukan tugas-tugas domestik, hal tersebut seperti menjadi di luar kewajaran dan dianggap melakukan pekerjaan yang tidak memiliki kompetensi.

Stereotip Gender dalam Pendidikan, Pekerjaan, dan Karier

ibu yang bekerja sembari mengurus anak (Foto: freepik.com/freepik)Ilustrasi/Foto: freepik.com/freepik

Perempuan yang dipersiapkan dalam tugas pengasuhan dan perawatan di wilayah domestik terkadang dianggap sebagai individu yang tidak memiliki kompetensi, bahkan jika ia memiliki tingkat pendidikan yang baik dan mampu bersaing dengan pria dalam sebuah kompetensi karir.

Bahkan akibat stereotip gender, seorang perempuan yang hendak memilih jalur pendidikan yang akan menunjang kariernya, kerap dihadapkan dengan pilihan dan saran dari asumsi masyarakat tentang pilihan pendidikan yang seharusnya ia tempuh. Hal ini tentu akan berdampak pada masa depan karir dan pekerjaannya.

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE