Deretan Kontroversi di Balik 'Kesuksesan' Jeff Bezos dan Amazon

Justina Nur | Beautynesia
Jumat, 08 May 2026 09:15 WIB
Isu Kondisi Lingkungan Kerja yang Buruk di Amazon
Pekerja Amazon terpaksa buang air kecil di botol, apalagi saat harus melakukan layanan pengiriman super cepat, dan melewati daerah terpencil. Hal inilah yang menimbulkan aksi protes di Met Gala 2026, di mana terdapat botol yang diduga berisi cairan urine./ Foto: Instagram.com/everyonehateselon_

Akhir-akhir ini, sosok Jeff Bezos kembali jadi sorotan. Terlebih saat publik mengetahui bahwa dirinya ikut menjadi sponsor utama dari Met Gala 2026 yang berlangsung hari Senin (4/5/2026).

Seperti yang dilansir dari Fortune, Jeff Bezos dan Lauren Sanchez Bezos dilaporkan menyumbang Met Gala 2026 sekitar 10 juta USD atau sekitar Rp173 miliar. Selain karena Met Gala 2026 adalah ajang fashion dan seni yang mungkin kurang relevan dengan latar belakang Jeff Bezos, Bezos sendiri juga punya deretan kontroversi yang memicu perdebatan masyarakat luas.

Berikut beberapa kontroversi yang selalu membayangi Jeff Bezos dan Amazon yang perlu kamu ketahui, Beauties.

Isu Kondisi Lingkungan Kerja yang Buruk di Amazon

Pekerja Amazon terpaksa buang air kecil di botol, apalagi saat harus melakukan layanan pengiriman super cepat, dan melewati daerah terpencil. Hal inilah yang menimbulkan aksi protes di Met Gala 2026, di mana terdapat botol yang diduga berisi cairan urine./ Foto: Instagram.com/everyonehateselon_

Pekerja Amazon terpaksa buang air kecil di botol, apalagi saat harus melakukan layanan pengiriman super cepat, dan melewati daerah terpencil. Hal inilah yang menimbulkan aksi protes di Met Gala 2026, di mana terdapat botol yang diduga berisi cairan urine./ Foto: Instagram.com/everyonehateselon_

Seperti yang dilaporkan oleh Forbes, sejak 2019 Amazon sudah jadi sorotan terkait cara mereka memenuhi layanan pengiriman super cepat. Muncul berbagai pengakuan pekerja yang mengatakan mereka terpaksa kencing di botol agar tetap sesuai dengan jadwal kerja.

Namun, pada 2021 tim Amazon justru sempat membalas tweet atau cuitan dari anggota DPR AS, Mark Pocan yang membantah tuduhan tersebut. Amazon menyangkal tuduhan dan mengatakan bahwa jika hal itu benar, tidak akan ada orang yang mau bekerja di Amazon.

Akan tetapi, seminggu kemudian, Amazon akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta maaf dan mengakui bahwa pernyataan sebelumnya tidak benar. Amazon mengatakan bahwa para driver sering kesulitan menemukan toilet, apalagi ketika harus melalui jalanan di daerah terpencil selama pandemi COVID-19 saat toilet umum banyak ditutup.

Tidak mengherankan jika Met Gala 2026 turut diwarnai protes terutama tertuju pada Jeff Bezos, pendiri Amazon. Di tahun ini bahkan saat Met Gala belum resmi dimulai, staf di Metropolitan Museum of Art menemukan ratusan botol berisi cairan yang diduga urine, yang disembunyikan di dalam lokasi acara menjelang Met Gala.

Amazon Dinilai Membahayakan Pekerja di Beberapa Gudang

Departemen Tenaga Kerja AS menemukan Amazon menempatkan pekerjanya dalam kondisi kerja yang tidak aman di gudang tambahan./ Foto: Freepik.com/aleksandarlittlewolf

Seperti yang dilansir dari laman resmi U.S. Department Of Labor atau Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, menemukan bahwa Amazon menempatkan pekerjanya dalam kondisi kerja yang tidak aman, terutama di tiga gudang tambahan yaitu di Aurora (Colorado), Nampa (Idaho), dan Castleton (New York).

Sebelumnya, pelanggaran serupa juga ditemukan di gudang Amazon yang berlokasi di Florida, Illinois, dan New York pada Juli 2022.

Dalam laporan tersebut, di enam lokasi gudang Amazon, penyelidik menemukan bahwa pekerja gudang harus menghadapi risiko tinggi mengalami cedera, terutama di punggung bawah dan gangguan otot serta tulang.

Risiko tersebut disebabkan karena beberapa hal, seperti pekerja harus sering mengangkat paket dalam jumlah yang tinggi, berat barang yang diangkat cukup besar, posisi tubuh pekerja saat mengangkat tidak nyaman, dan jam kerja yang panjang demi untuk menyelesaikan target.

Dugaan Amazon Menaikkan Harga Demi Keuntungan

Amazon dituduh menekan brand besar agar meminta retailer lain ikut menaikkan harga produk. /Foto: Amazon.com

Dilansir dari Common Dreams, Amazon sempat dituduh menekan brand besar seperti Levi’s dan Hanes agar meminta retailer lain menaikkan harga produk mereka. Hal ini diketahui usai dokumen gugatan antimonopoli dibuka ke publik.

Itu artinya, jika ada toko lainnya yang menjual produk lebih murah, Amazon akan menekan brand tersebut agar menaikkan harga di tempat lain juga.

Hal itu tentu sangat merugikan, apalagi bagi warga Amerika yang kini sedang kesulitan ekonomi. Upaya mendorong kenaikan harga demi memperoleh keuntungan berlebih dianggap sangat tidak etis.

Desain Situs Amazon Dituduh Sengaja ’Menjebak’ Agar Berlangganan Layanan yang Sulit Dibatalkan

FTC menggugat layanan Prime Amazon, dituduh menggunakan desain manipulatif, memaksa, dan menyesatkan./ Foto: primevideo.com

Seperti yang dilansir dari NPR, pada 2025 lalu, Amazon setuju membayar 2,5 miliar USD dalam kasus layanan berlangganan Prime. Hal ini disebabkan karena Pemerintah AS menuduh Amazon sengaja membuat desain situs yang menjebak puluhan juta orang agar berlangganan layanan yang sulit dibatalkan.

FTC menggugat Amazon pada 2023 terutama pada layanan Prime. Amazon dituduh menggunakan desain yang manipulatif, memaksa, atau menyesatkan, yang bertujuan agar pengguna tanpa sadar masuk ke langganan otomatis yang terus diperpanjang.

Selain itu proses pembatalan sengaja justru dibuat rumit dan berlapis-lapis yang bertujuan agar pengguna tidak jadi berhenti berlangganan.

Amazon Menolak Proposal untuk Menangani Dampak Perubahan Iklim

Investor Amazon menolak usulan pemegang saham eksternal termasuk yang bertujuan untuk menangani dampak Amazon terhadap perubahan iklim./ Foto: Freepik.com/jcomp

Dilansir dari Reuters, pada 2025 para investor Amazon dalam rapat tahunannya menolak semua usulan dari pemegang saham eksternal, termasuk tiga usulan yang bertujuan untuk menangani dampak Amazon terhadap perubahan iklim.

Beberapa usulan yang ditolak seperti permintaan laporan tambahan tentang emisi karbon Amazon, evaluasi mengenai dampak lingkungan dari data center, serta transparansi lebih lanjut soal penggunaan bahan kemasan, terutama plastik.

Penolakan Amazon beralasan bahwa laporan yang telah mereka miliki sudah cukup dan mereka sedang berupaya mengurangi dampak lingkungan. 

Isu Tenaga Kerja Amazon 

Amazon pernah dituduh dalam kasus pemecatan karyawan yang ingin bergabung dengan serikat pekerja./ Foto: Freepik.com

Menurut laporan Common Dreams, salah satu kasus yang dituduh ke Amazon adalah kasus pemecatan karyawan yang ingin bergabung dengan serikat pekerja.

Namun dalam penyelesaian kasus, pekerja yang sudah dipecat selama lebih dari dua tahun tersebut hanya memperoleh kompensasi setara dua minggu gaji saja, jumlah yang dianggap sangat kecil.

Selain itu, seperti yang dilaporkan Yahoo News, seorang pekerja Amazon meninggal dunia di lantai gudang di Oregon. Akan tetapi, menurut laporan pekerja lain, aktivitas kerja tetap dilanjutkan sementara jasad korban masih berada di lokasi kejadian. 

Menanggapi isu tersebut, pihak Amazon menyatakan bahwa tidak ada yang lebih penting dari keselamatan karyawan. Mereka juga menjelaskan bahwa area lain di gedung tidak langsung dievakuasi agar tidak mengganggu upaya penanganan pekerja yang meninggal tersebut.

Jeff Bezos Memiliki Gaya Hidup yang Mewah

Meski pekerja Amazon tidak sejahtera, Jeff Bezos justru tetap memiliki harta yang berlimpah dan penuh kemewahan./ Foto: Instagram.com/jeffbezos

Meski masalah yang dialami oleh pekerja Amazon tampaknya tak kunjung berakhir, di sisi lain kekayaan Jeff Bezos justru sangat luar biasa, diperkirakan mencapai ratusan miliar dolar. Tidak mengherankan jika Jeff Bezos sekarang jadi salah satu orang terkaya di dunia.

Bahkan, ia sempat menggelar pesta pernikahan mewah selama beberapa hari di Italia, dengan menggelontorkan biaya puluhan juta dolar dan dihadiri selebriti dunia.

Bezos juga memiliki banyak properti mewah di berbagai lokasi, mulai dari Florida, California, Hawaii, hingga Washington. Kemewahan Jeff Bezos ini tentu semakin disorot publik, mengingat karyawan Amazon masih dipertanyakan kesejahteraannya.

Dugaan Amazon yang Disebut ‘Mendukung’ Aksi ICE

Amazon sempat menuai aksi protes dari aktivis imigran karena dituding secara tidak langsung membantu ICE dalam proses penahanan dan deportasi./Foto: aboutamazon.in

Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, pada 2019 lalu para aktivis imigran sempat menggelar aksi protes di delapan kota, bahkan termasuk di depan kediaman pendiri Amazon, Jeff Bezos di New York. Mereka juga membawa sekitar 270.000 petisi yang isinya menuntut pihak Amazon memutus hubungan dengan otoritas imigrasi Amerika Serikat.

Amazon diduga terlibat dalam penegakan imigrasi yang dilakukan pemerintah AS karena Amazon memiliki layanan cloud computing, Amazon Web Services (AWS), yang memiliki kontrak dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).

Belum cukup sampai di situ, pemerintah AS turut menggunakan software milik Palantir untuk melacak dan mengelola data imigran. AWS inilah yang akhirnya menyimpan database tersebut, sementara Palantir menyediakan sistem pengolahan datanya. Itu artinya, secara tidak langsung Amazon ikut membantu ICE (Immigration and Customs Enforcement) dalam proses penahanan dan deportasi.

Aktivis juga melakukan aksi protes di depan apartemen mewah Jeff Bezos di Manhattan dan menyuarakan aksi ICE saat datang ke rumah atau tempat kerja imigran, serta banyak keluarga imigran yang langsung dipisahkan begitu saja tanpa peringatan.

Tidak hanya itu, seperti yang dilaporkan Al Jazeera, Amazon bahkan dikabarkan sempat ingin memperluas kerja samanya dengan pemerintah AS, termasuk menyimpan data biometrik. Hal ini memicu protes karena teknologi pengenalan wajah Amazon ini dikhawatirkan bisa digunakan untuk tindakan deportasi tanpa proses hukum yang adil.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE