STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Diancam Dibunuh oleh Taliban, Penyanyi Perempuan Ini Kabur dari Afghanistan

Tim Wolipop.com | Beautynesia
Selasa, 24 Aug 2021 10:45 WIB
Diancam Dibunuh oleh Taliban, Penyanyi Perempuan Ini Kabur dari Afghanistan

Aryana Sayeed adalah penyanyi serta pencipta lagu ternama di Afghanistan. Selain itu Aryana juga menjadi salah satu aktivis yang memperjuangkan hak perempuan #WhereIsMyName, yang mengkampanyekan nama perempuan bisa muncul di kartu identitas Afghanistan.

Perjalanan karier Aryana

Aryana SayeedAryana Sayeed/ Foto: dok. Instagram

Sejak kecil Aryana telah merantau ke berbagai negara. Di usia delapan tahun, Aryana meninggalkan Tanah Airnya dan menetap ke Swiss, dan kemudian ke London pada tahun 2000. Aryana tetap bolak-balik ke Afganistan dan mencapai kepopuleran di negara asalnya itu.

Dia pun menjadi juri di acara The Voice Afghanistan. Aryana sendiri mengaku selama berada di negaranya dia merasa terancam karena dia tidak memakai hijab. Dia mengatakan bahwa para Mullah atau pemimpin masjid kerap mengancam hidupnya.

"Mereka mengatakan bahwa siapa pun yang membunuh penyanyi ini akan masuk surga. Itu menjadi sangat sulit, aku tidak bisa pergi ke mana pun," ucap Aryana dalam wawancara dengan CNN pada 2014 silam seperti beautynesia kutip dari Wolipop.

Kabur saat Afghanistan jatuh ke tangan Taliban

Ketika Taliban kembali berkuasa, Aryana kabur dengan menumpang pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat. Penyanyi 36 tahun itu menceritakan kondisinya kepada followersnya di Instagram yang mencapai 1,3 juta. Dia mengatakan selamat dan baik-baik saja.

"Aku baik-baik saja dan masih hidup, setelah beberapa malam yang tidak terlupakan, aku telah sampai Doha, Qatar dan sedang menunggu penerbangan selanjutnya untuk kembali ke Istanbul," ungkapnya.

Hingga kini sudah banyak kabar miris soal keadaan perempuan di Afghanistan. Diduga banyak perempuan yang kehilangan nyawa hanya karena tidak menggunakan busana yang sesuai syariat islam. Sejumlah iklan-iklan di dinding bergambar perempuan dicoret-coret. Padahal sebelumnya, Taliban telah menyatakan bahwa pihaknya akan melindungi hak-hak perempuan.

Kisah selengkapnya klik di sini.

(ayk/ayk)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE