sign up SIGN UP

Dokumenter Keep Sweet: Pray and Obey, Kisah Nyata Pemimpin Sekte Poligami Nikahi 78 Perempuan, Banyak yang di Bawah Umur!

Nadya Quamila | Beautynesia
Kamis, 16 Jun 2022 16:30 WIB
Dokumenter Keep Sweet: Pray and Obey, Kisah Nyata Pemimpin Sekte Poligami Nikahi 78 Perempuan, Banyak yang di Bawah Umur!
caption
Jakarta -

Netflix kembali meluncurkan serial dokumenter bertema kriminal yang diangkat dari kisah nyata, yaitu Keep Sweet: Pray and Obey. Serial dokumenter ini tayang perdana pada 8 Juni 2022 lalu dan hadir dalam 4 episode.

Melalui serial dokumenter ini, Netflix mengangkat kisah sosok kontroversial Warren Jeffs, pemimpin sekte poligami dan dianggap sebagai pemuka agama di Fundamentalist Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints, atau disingkat FLDS. Ia menikahi 78 perempuan, bahkan puluhan di antaranya ada yang masih di bawah umur

Sinopsis Keep Sweet: Pray and Obey

Serial Dokumenter Netflix, Keep Sweet: Pray and ObeySerial Dokumenter Netflix, Keep Sweet: Pray and Obey/ Foto: Tangkapan Layar/YouTube/Netflix

Serial dokumenter Keep Sweet: Pray and Obey mengangkat kisah nyata dari kasus kriminal Warren Jeffs, seseorang yang mengklaim dirinya sebagai 'nabi' di FLDS, yaitu sekte yang mengaku bagian dari Mormonisme. Sebagai informasi, Mormonisme adalah istilah yang digunakan untuk menyebut aspek-aspek agama, ideologi, dan budaya dari berbagai denominasi gerakan Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir.

Keep Sweet: Pray and Obey juga menceritakan pengakuan dari para korban Warren Jeffs yang mengalami pernikahan paksa, pernikahan di bawah umur, hingga pelecehan dan perbudakan seksual. Sekte yang dipimpin Jeffs ini mendukung praktik poligami, di mana paham yang dianut adalah semakin banyak istri, semakin banyak anak yang akan dimiliki, maka akan semakin 'tinggi' pula posisinya di surga nanti.

Paham poligami yang dijalankannya tersebut bukan karena keimanan kepada Tuhan, melainkan ia menjadikan sektenya sebagai sumber uang, kekuasaan, dan perbudakan seksual. Dari trailer serial dokumenter ini, diungkapkan bahwa Warren Jeffs memiliki istri sebanyak 78 orang, dan 24 di antaranya masih di bawah umur. Bahkan yang lebih mengejutkan, ia juga menikahi ibunya sendiri.

Korban termuda yang dipaksa menikah baru berusia 14 tahun. Tak hanya itu, Jeffs juga mengatur dan mengawasi perbudakan serta pelecehan yang dialami perempuan dan anak-anak oleh pria lain di sekte tersebut. 

Serial Dokumenter Netflix, Keep Sweet: Pray and ObeySerial Dokumenter Netflix, Keep Sweet: Pray and Obey/ Foto: Dok. Netflix

Pengakuan salah seorang korban dari trailer serial dokumenter itu mengatakan, "Dalam pikiran kami, polisi, bahkan presiden Amerika Serikat, tidak memiliki wewenang atas kami. Warren Jeffs adalah presiden kami. Dia adalah nabi. Dan bagaimana Anda bisa menempatkan manusia di atas Tuhan?"

Dilansir dari Esquire, di sekte tersebut, perempuan dipaksa untuk menggunakan pakaian yang sama, yaitu gaun panjang yang menutupi setiap bagian tubuh mereka. Rambut mereka diikat ke belakang berupa sanggul.

Para perempuan itu juga harus berdoa pada setiap jam tertentu di tembok salah satu bangunan utama yang terdapat tulisan 'pray and obey (berdoa dan patuh)'. Mereka juga dilarang untuk pergi dari gereja, serta tidak boleh mengetahui apa yang terjadi di dunia luar.

Serial Dokumenter Netflix, Keep Sweet: Pray and ObeySerial Dokumenter Netflix, Keep Sweet: Pray and Obey/ Foto: Tangkapan Layar/YouTube/Netflix

Serial dokumenter ini juga menampilkan banyak cuplikan arsip yang belum pernah dilihat sebelumnya dan kisah-kisah pribadi yang mencekam dari para korban yang berhasil melarikan diri dari sekte yang dipimpin Warren Jeffs.

Keep Sweet: Pray and Obey juga menyorot bagaimana seorang pemimpin bisa memutarbalikkan dan memutarbalikkan ajaran agama agar sesuai dengan pandangan dunia yang sesat dan kuno yang hanya menguntungkan diri mereka sendiri.

Warren Jeffs Dikabarkan Masih Memimpin Sektenya dari Bilik Penjara

Rulon Jeffs (ayah Warren Jeffs) dan Warren JeffsRulon Jeffs (ayah Warren Jeffs) dan Warren Jeffs/ Foto: Dok. Netflix

Pada tahun 2006, Jeffs didakwa dengan dua tuduhan kaki tangan pemerkosaan dan sempat melarikan diri, menjadikannya salah satu penjahat paling dicari FBI. Lalu di tahun 2011, Jeffs dinyatakan bersalah atau dua serangan seksual terhadap seorang anak, yaitu berhubungan seks dengan anak berusia 12 dan 15 tahun. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan denda sebesar 10 ribu USD.

Namun, Jeffs yang saat ini masih menjalani hukuman, diketahui masih memimpin sekte dengan aliran sesat dari bilik penjara. Anggota FLDS saat ini terus menganggap Jeffs sebagai 'nabi', dan berpikir bahwa dia telah dihukum secara salah. Beberapa percaya bahwa jumlah anggota bisa mencapai antara 6.000 dan 10.000 orang.

Dalam catatan pers untuk film dokumenter tersebut, sutradara mengatakan, "Kisah-kisah yang diceritakan para perempuan ini,  tentang proses paksaan sistematis dan pengendalian pikiran yang dilakukan oleh pria yang mereka anggap sebagai nabi religius, Warren Jeffs, bukan hal yang asing. Setelah berbulan-bulan menghabiskan waktu untuk melaporkan cerita ini, menjadi jelas bagi saya bahwa perempuan-perempuan ini bisa jadi adalah putri saya, ibu saya, atau saya. Dan juga sangat jelas bahwa mereka menunjukkan keberanian dan kekuatan yang luar biasa dalam meninggalkan agama yang berubah menjadi sekte kriminal ini."

Buat kamu yang tertarik menonton serial dokumenter ini, bisa langsung kamu saksikan di Netflix ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id