sign up SIGN UP

Menguak Kejahatan Seksual di Telegram, Bikin Film Netflix 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' Worth It Buat Ditonton!

Anindya Milagsita | Beautynesia
Senin, 13 Jun 2022 12:00 WIB
Menguak Kejahatan Seksual di Telegram, Bikin Film Netflix 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' Worth It Buat Ditonton!
caption

Kesuksesan besar film sampai serial Korea yang pernah digarap Netflix membuat platform streaming populer yang satu ini kembali menghadirkan karya terbaru mereka, Beauties. Kali ini Netflix menghadirkan sebuah film dokumenter yang diangkat dari kasus nyata di Korea Selatan yang sempat viral dan menghebohkan publik.

Bertajuk 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror', film Netflix terbaru yang resmi tayang pada 18 Mei 2022 lalu. Lewat film ini Netflix menguak dua kasus kejahatan seksual yang terjadi di platform Telegram, dikenal dengan nama 'NTH Room' dan 'Doctor's Room'.

Seperti apa film Netflix dan kaitannya dengan ruang obrolan di Telegram yang siap menguras emosi penonton ini? Berikut fakta menarik seputar 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' yang worth it buat ditonton!

Sinopsis 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'

Sinopsis film dokumenter Cyber Hell: Exposing an Internet Horror.
Fakta film dokumenter Netflix terbaru 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'/instagram/netflixid

'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' mengisahkan tentang kejahatan seksual yang terjadi di sebuah platform media sosial bernama Telegram, Beauties. Melalui laman resmi Netflix tertulis kalimat sinopsis, "anonim dan eksploitatif, jaringan ruang obrolan daring jadi lahan subur bagi kejahatan seks. Perburuan untuk menangkap para operatornya pun perlu keberanian dan kegigihan".

Secara singkat film ini mengungkap kontroversi kasus kejahatan seksual yang melibatkan banyak perempuan dan anak gadis di bawah umur asal Korea Selatan sebagai korbannya.

Dalang di balik kasus ini menyebut diri mereka sebagai 'Baksa' dan juga 'GodGod'. Modus pelaku dengan menjebak korban dan memaksa mereka untuk mengambil foto sekaligus video tak senonoh. Para pelaku lantas menjualnya di ruang obrolan Telegram yang diberi nama 'NTH Room' dan 'Doctor's Room'. Ada ribuan pengguna yang harus membayar sejumlah uang untuk bisa masuk dalam ruang obrolan itu. 

Berkat adanya salah seorang teman korban yang tak tahan melihat temannya itu menderita, ia pun lantas angkat bicara dengan meminta bantuan seorang reporter. Bermula dari reporter inilah ada berbagai pihak yang ikut membantu untuk mengungkap kasus ini ke publik sekaligus memenjarakan pelaku. 

Tawarkan Jalan Cerita yang Apik

Alur cerita Cyber Hell: Exposing an Internet Horror yang menarik untuk diikuti.
Fakta film dokumenter Netflix terbaru 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'/instagram/netflixkr

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, ada berbagai pihak yang ikut membantu untuk mengungkap kasus ini, Beauties. Diceritakan ada dua relawan perempuan yang menyamar sebagai anggota ruang obrolan untuk mengumpulkan bukti, reporter yang bertugas menulis artikel, sampai pihak produser stasiun televisi yang membantu menayangkan berita ini.

Meskipun adanya kerjasama yang baik dan juga bukti kuat, menangkap pelaku ternyata tak semudah itu. Mereka cenderung lihai dan berpengalaman dalam mengelabuhi. Selain itu, pihak reporter sampai produser televisi bahkan mendapatkan ancaman dari pelaku. Nah, lewat film ini Netflix menggabungkan upaya berbagai pihak untuk mengungkap kasusnya hingga menjadi benang merah yang terhubung satu sama lain.

Jalinan cerita yang terurai dengan apik membuat dokumenter Netflix 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' berpotensi nggak akan terasa membosankan untuk ditonton. Film berdurasi 1 jam 45 menit ini pun akan membuat penonton gemas sekaligus penasaran akan pelaku sebenarnya.

Diangkat dari Kisah Nyata

Film dokumenter ini diangkat dari kasus nyata bernama NTH Room dan Baksa Room.
Fakta film dokumenter Netflix terbaru 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'/instagram/bbcnewskorean

'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' yang tayang belum lama ini ternyata diadaptasi lewat kasus nyata yang menggemparkan Korea Selatan. Dua kasus yang mirip terjadi di mana keduanya sama-sama terlibat dalam kontroversi kejahatan seksual, Beauties. Ada dua ruang obrolan Telegram yang saat itu ramai diperbincangkan, yaitu 'Doctor's Room' yang dikelola Baksa dan 'NTH Room' milik GodGod.

Sebagai admin sekaligus orang yang mengelola ruang obrolan 'Doctor's Room', Baksa menjadi sosok yang sukses buat geram di dunia nyata. Ia dikenal kejam dan semena-mena pada korbannya. Dalam ruang obrolan, dirinya bahkan menyebut korban sebagai 'budak' dan nggak jarang menyuruh mereka menyakiti diri. 

Tak hanya sampai di situ, kasus 'NTH Room' juga tak kalah bikin jengkel. Serupa dengan 'Doctor's Room', dia juga mengekspoitasi korbannya untuk mendapatkan keuntungan buat dirinya sendiri. Lewat film 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror', Netflix menghadirkan jalan cerita bagaimana sosok Baksa dan GodGod ini bisa tertangkap.

Meskipun memakai nama samaran, nyatanya dua orang di balik sosok Baksa dan GodGod akhirnya berhasil terungkap. Baksa ternyata adalah seorang pria yang saat ditangkap masih berusia 25 tahun bernama Jo Joo Bin. Seperti dilansir dari AllKpop, identitas tersangka utama dalam kasus 'Doctor's Room' terungkap sebagai Jo Joo Bin alias Baksa. Lalu untuk 'NTH Room' ada pria yang saat ditangkap masih berusia 22 tahun bernama Moon Hyung Wook.

Perkembangan Kasus

Perkembangan kasus NTH Room dan Baksa Room yang dinyakan bersalah sekaligus dipenjara.
Fakta film dokumenter Netflix terbaru 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror'/instagram/netflixkr

Baik Baksa dan juga GodGod, keduanya berhasil tertangkap dan dijatuhi hukuman, Beauties. Mereka terlibat dalam kontroversi dan dijatuhi hukuman atas perdagangan seks ilegal yang membuka ruang obrolan di Telegram untuk membagikan foto hingga video vulgar. Korbannya yang terdiri dari perempuan hingga anak di bawah umur, dipaksa dan diancam untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh keduanya.

Masih dilansir dari laman yang sama, Baksa alias Jo Joo Bin pada awal tahun 2021 lalu telah dijatuhi hukuman 45 tahun penjara atas tindakannya. Dirinya bahkan harus memakai alat pelacak lokasi elektronik selama 5 tahun setelah keluar dari penjara nantinya. Bukan hanya Jo Joo Bin, Moon Hyung Wook alias GodGod juga mendapatkan hukuman. Melansir dari Koreaboo, Moon Hyung Wook dijatuhi 34 tahun penjara atas kejahatannya.

Nah, itu tadi sekilas fakta menarik seputar dokumenter Netflix 'Cyber Hell: Exposing an Internet Horror' yang mengangkat kasus kejam 'NTH Room' dan 'Doctor's Room'. Buat kamu yang penasaran ingin menonton juga, bisa saksikan langsung hanya di Netflix. Happy watching, Beauties!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id