Dukung Palestina, Ini Sederet Bantuan yang Diberikan Malaysia

Siti Kholifatun Nadiah | Beautynesia
Selasa, 02 Jan 2024 06:15 WIB
Jumlah Korban Terus Bertambah, Malaysia Makin Gencar Bela Palestina
Aksi Bela Palestina di Malaysia/Foto: dok. Al Jazeera

Buntut panjang akibat genosida dan penjajahan yang dilakukan secara brutal oleh Israel kepada Palestina membuat sejumlah negara mengecam tindakan keji dari para zionis Israel. Kecaman tersebut tidak hanya datang dari Indonesia, tetapi juga dari Negeri Jiran, Malaysia.

Bahkan hampir sebagian besar masyarakat dunia di setiap negara juga ikut mendukung Palestina dan menyerukan perdamaian serta mendesak Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri dukungannya terhadap militer Israel. Dalam hal ini pun, Malaysia ikut memberikan dukungan kepada Palestina termasuk memberikan sejumlah bantuan kemanusiaan.

Selain itu, Malaysia yang mayoritas penduduknya Muslim, secara konsisten telah mengadvokasi hak-hak warga Palestina dan menentang tindakan keji Israel terhadap Palestina. Bahkan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi terhadap Israel ini juga telah membuat kebijakan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

Lantas, dukungan apa saja yang Malaysia berikan kepada Palestina? Berikut bantuan yang diberikan Malaysia sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Check it out!

Malaysia Melarang Semua Kapal yang Menuju Israel Berlabuh di Pelabuhannya

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim melarang kapal-kapal Israel berlabuh di pelabuhan Malaysia/Foto: dok. detiknews

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, telah membuat kebijakan untuk memberlakukan larangan maritim terhadap semua kapal yang menuju Israel. Anwar Ibrahim mengatakan bahwa kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel, yakni ZIM, perusahaan pengapalan kargo internasional asal Israel tersebut dilarang untuk berlabuh di pelabuhan Malaysia.

Lebih lanjut, Anwar Ibrahim juga menegaskan bahwa kapal-kapal yang sedang dalam perjalanan menuju Israel akan dilarang memuat kargo di pelabuhan mana pun di negara Asia Tenggara.

Kebijakan tersebut dibuat sebagai respons atas tindakan Israel terhadap Palestina, yang mana Israel telah mengabaikan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan termasuk melanggar hukum internasional dan terus-menerus memborbardir Palestina tanpa henti. Sebelumnya, hal serupa juga telah dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman, yang mana mereka melarang semua kapal kargo yang menuju Israel untuk melintasi Laut Merah.

Jumlah Korban Terus Bertambah, Malaysia Makin Gencar Bela Palestina

Aksi Bela Palestina di Malaysia/Foto: dok. Al Jazeera

Serangan yang dilancarkan oleh Israel terhadap Palestina sejak 7 Oktober lalu hingga saat ini telah menewaskan sebanyak 20 ribu lebih korban jiwa di Palestina yang didominasi oleh anak-anak dan perempuan.

Bertambahnya jumlah korban jiwa tersebut membuat Malaysia semakin gencar untuk membela Palestina dan menuntut gencatan senjata permanen serta mendesak AS untuk segera mengakhiri dukungannya terhadap militer Israel.

Aksi bela Palestina ini kerap dilakukan oleh masyarakat Malaysia dengan turun ke jalan sambil mengenakan keffiyeh, syal tradisional Palestina, serta membawa beragam poster yang menyerukan perdamaian di Palestina.

Malaysia akan Sumbang $21 Juta untuk Bantuan Kemanusiaan

Anwar Ibrahim/Foto: dok. CNBC Indonesia

Anwar Ibrahim secara vokal mendukung perjuangan Palestina dan mengutuk genosida serta penjajahan yang dilakukan Israel di Palestina. Melansir dari Al Jazeera, Perdana Menteri Malaysia tersebut juga mengumumkan negaranya akan menyumbangkan $21 juta untuk bantuan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Menurutnya, ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara yang ada di Palestina mengingat hingga saat ini jumlah korban jiwa di Palestina terus meningkat.

Meskipun dalam prosesnya, Anwar Ibrahim mengaku kerap mendapatkan ancaman dari Barat karena sikap tegasnya dalam membela Palestina, namun hal tersebut tidak membuatnya gentar. Bahkan, sebagaimana yang dilansir dari CNN Indonesia, Perdana Menteri Malaysia tersebut juga mengkritik negara Barat yang lantang menyuarakan hak asasi manusia, tetapi bisu soal Palestina.

Sementara itu, menurut Yon Machmudi, pengamat dari Universitas Indonesia, ketegasan sikap Anwar Ibrahim ini tak luput dari negaranya yang memiliki hubungan secara resmi dengan Hamas (pejuang kemerdekaan Palestina). Lebih lanjut, Malaysia juga memberikan kesempatan kepada perwakilan Hamas untuk membuka kantor cabang di Negeri Jiran.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE