Dulu Sering Dilakukan, 4 Hobi Anak 90-an Ini Ternyata Bisa Mengasah Kecerdasan Emosional

Anggita Kusmadewi | Beautynesia
Sabtu, 05 Sep 2026 12:30 WIB
Dulu Sering Dilakukan, 4 Hobi Anak 90-an Ini Ternyata Bisa Mengasah Kecerdasan Emosional
Ilustrasi anak-anak generasi 90-an/Foto: Pexels/cottonbro studio

Beauties, masih ingat hobi yang sering dilakukan saat kecil? Bagi anak 90-an, banyak kegiatan seru yang sebenarnya sederhana, tetapi dulu bisa membuat waktu luang terasa menyenangkan.

Jauh sebelum smartphone dan media sosial menjadi bagian dari keseharian, kita lebih sering membaca atau bermain bersama teman. Dari situlah ada banyak pengalaman yang tanpa sadar mengajarkan kita untuk memahami perasaan, berkomunikasi, dan menghadapi orang lain.

Siapa sangka, hobi yang dulu hanya dianggap sebagai hiburan ternyata bisa berkaitan dengan kecerdasan emosional. Dirangkum dari Your Tango, berikut beberapa hobi masa kecil yang bisa membantu mengasahnya.

1. Membaca Buku

Ilustrasi anak kecil sedang membaca buku cerita/Foto: Unsplash/Ben Mullins

Membaca memang sering jadi pilihan saat ingin mengisi waktu luang. Apalagi ketika membaca buku cerita, kita bisa ikut memahami apa yang dirasakan para karakternya.

Dari sini, kita juga belajar melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Kemampuan ini menjadi salah satu bagian penting dalam kecerdasan emosional.

Hal ini juga diperkuat dengan penelitian Matthijs Bal dan Martijn Veltkamp yang diterbitkan di jurnal PLOS ONE pada 2013. Penelitian itu menemukan bahwa membaca fiksi dapat meningkatkan empati, terutama ketika pembaca benar-benar terbawa secara emosional ke dalam cerita.

2. Main Video Game

Ilustrasi mesin permainan arcade/Foto: Unsplash/Katya Aslanidi

Ada yang dulu sering pergi ke arcade atau berkumpul di rumah teman hanya untuk bermain video game? Bagi anak 80-an dan 90-an, kegiatan ini bukan cuma tentang siapa yang menang, tetapi juga soal serunya menghabiskan waktu bersama.

Bermain bersama juga mengajarkan mereka menghadapi berbagai situasi. Saat kalah, mereka belajar menerima hasilnya, menenangkan diri ketika kesal, lalu kembali bermain bersama teman. Menurut penelitian yang dikutip YourTango, bermain video game juga berkaitan dengan keterampilan sosial dan emosional, termasuk kemampuan menyelesaikan konflik.

Hal-hal kecil seperti ini mungkin terlihat sepele, ya, Beauties. Namun, dari pengalaman bermain bersama, anak bisa belajar mengelola emosi sekaligus memahami perasaan orang lain.

3. Bermain Musik

Ilustrasi seseorang memainkan alat musik gitar/Foto: Unsplash/Alina Perekatenkova

Bermain alat musik menjadi salah satu hobi yang cukup dekat dengan anak 80-an dan 90-an. Tidak sedikit yang belajar secara otodidak atau bermain bersama teman sekadar untuk mengisi waktu luang.

Saat bermain bersama, kita tidak bisa hanya memainkan alat musik sendiri. Kita harus mengikuti irama, memperhatikan permainan teman, dan menyesuaikan diri agar lagu terdengar enak.

Tanpa disadari, pengalaman ini mengajarkan kita untuk mengendalikan diri dan memahami orang lain. Dua hal ini termasuk kemampuan yang berkaitan dengan kecerdasan emosional.

4. Membuat Playlist

Ilustrasi kaset pita/Unsplash/CARTIST

Kalau sekarang Beauties bisa membuat playlist hanya dengan beberapa klik, dulu anak 80-an dan 90-an harus memilih lagu satu per satu untuk direkam ke kaset. Apalagi jika kaset itu dibuat khusus untuk seseorang, tentu perlu memikirkan lagu yang akan dipilih, bukan?

Membuat mixtape bukan sekadar mengumpulkan lagu favorit. Kebiasaan ini juga bisa menjadi cara menunjukkan perhatian, karena setiap lagu dapat membawa pesan atau mewakili perasaan tertentu.

Hal ini sangat menarik, karena musik memang dekat dengan emosi. Melansir Healthline, musik ternyata dapat memengaruhi suasana hati, membantu memproses perasaan, dan mendukung hubungan sosial.

Beauties, kalau diingat lagi, hobi masa kecil yang dulu terasa biasa ternyata bisa memberi banyak pengalaman. Beberapa di antaranya bahkan mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap perasaan, mengelola emosi, dan berhubungan baik dengan orang lain.

Namun, bukan berarti semua orang yang melakukan hobi tersebut otomatis punya kecerdasan emosional tinggi. Setiap orang tentu punya pengalaman dan cara belajar yang berbeda dari hobi yang mereka jalani.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE