sign up SIGN UP

Ezra Miller Diduga Lakukan Child Grooming, Apa Itu? Simak Pengertian, Ciri, dan Cara Mencegahnya di Sini!

Risqi Nurtyas Sri Wikanti | Beautynesia
Jumat, 01 Jul 2022 07:15 WIB
Ezra Miller Diduga Lakukan Child Grooming, Apa Itu? Simak Pengertian, Ciri, dan Cara Mencegahnya di Sini!
caption

Ezra Miller akhir-akhir ini menjadi sorotan publik akibat terlibat dalam beberapa kasus. Kasus pertama yang terungkap di publik pada bulan Juni adalah laporan ke pengadilan dari orangtua seorang remaja aktivis, Tokata Iron Eyes yang diduga merupakan korban child grooming aktor The Flash tersebut.

Dugaan child grooming tersebut muncul dengan tuduhan Ezra Miller telah melakukannya saat Tokata Iron Eyes masih berusia 12 tahun dan aktor tersebut berusia 23 tahun. Update terbaru mengenai kasus ini, lokasi keduanya masih belum bisa terlacak oleh pengadilan. Padahal sebentar lagi sidang pertama akan dilakukan.

Mungkin ada beberapa dari Beauties yang belum terlalu familiar dengan istilah child grooming. Child grooming memang menjadi salah satu istilah yang ada dalam kasus kejahatan seksual.

Berikut penjelasan terkait segala hal tentang child grooming, dari pengertian, penyebab, ciri, dan cara pencegahannya. Yuk, simak!

Pengertian Child Grooming

Ilustrasi seorang anak dan orang dewasa/ Foto: pexels.com/Noor Aldin Alwan
Ilustrasi seorang anak dan orang dewasa/ Foto: pexels.com/Noor Aldin Alwan

Seorang psikolog klinis Nuzulia Rahma mengatakan kepada CNN Indonesia bahwa child grooming adalah suatu tindakan untuk memanipulasi korban dengan cara menjalin hubungan dekat. Selain itu, dilakukan juga dengan membangun kepercayaan dan ikatan emosional dengan anak-anak atau remaja untuk tujuan tertentu.

Ditambahkan juga bahwa sebenarnya child grooming bukan bagian dari kelainan seksual. Tetapi orang dengan kelainan seksual seperti pedofilia biasanya merupakan pelaku child grooming.

Penyebab Terjadinya Child Grooming

Salah satu penyebab adanya child grooming karena anak kehilangan kasih sayang orang tua/ Foto: pexels.com/Norma Mortenson
Salah satu penyebab adanya child grooming karena anak kehilangan kasih sayang orang tua/ Foto: pexels.com/Norma Mortenson

Nuzulia Rahma menjelaskan lebih lanjut kepada CNN Indonesia bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya child grooming. 

"Edukasi seksualitas termasuk juga pemahaman mengenai kondisi dan orang-orang seperti apa yang dapat membahayakan," ungkapnya.

Selain faktor tidak adanya edukasi seksualitas yang akhirnya membuat korban tidak paham akan situasi yang dialaminya, faktor lainnya adalah kurangnya kasih sayang orangtua.

Sehingga bisa diambil kesimpulan, ketika seorang anak tidak mendapatkan kasih sayang orangtua, dan ada orang asing yang menawarkan ikatan emosional, dia akan merasa mendapatkan sesuatu yang selama ini dicarinya. Setelah merasa nyaman dengan sang pelaku, anak akan mudah tereksploitasi.

Ciri Pelaku Child Grooming

Ilustrasi anak yang mendapatkan hadiah/ Foto: pexels.com/Monstera
Ilustrasi anak yang mendapatkan hadiah/ Foto: pexels.com/Monstera

Pelaku child grooming tidak terpaku pada suatu gender atau seseorang dengan rentang usia tertentu. Bahkan seorang pelaku child grooming bisa berasal dari orang-orang terdekat.  

"Orang yang memberi perhatian berlebih, dalam bentuk ucapan, perilaku, dan hadiah-hadiah. Biasanya ini awal pendekatan pada anak," ucap Nuzulia Rahma.

Sedangkan dikutip dari Very Well Mind, ciri dari seorang pelaku child grooming adalah berusaha mengambil peran seorang ayah atau ibu, bahkan sampai memiliki pekerjaan yang membuat mereka memiliki akses mudah berinteraksi dengan anak-anak.

Tidak hanya dengan anak-anak tersebut, pelaku child grooming juga akan mengambil hati orang-orang terdekat si anak. Sehingga memungkinkan pelaku bisa melakukan hal yang tidak terpuji pada anak-anak itu tanpa diketahui kalau hal tersebut tidak boleh dilakukan oleh seorang yang telah dewasa pada seorang anak.

Strategi Mencegah Terjadinya Child Grooming

Kewajiban orang tua untuk memberikan edukasi pada anak terkait child grooming/ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto
Kewajiban orang tua untuk memberikan edukasi pada anak terkait child grooming/ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto

Child grooming bisa dicegah jika orangtua peduli dan sayang anak-anak mereka. Dilansir dari Defend Young Mind, ada beberapa strategi untuk mencegah terjadinya child grooming.

Pertama, mengajarkan anak akan keamanan anggota tubuh mereka yang mana tidak boleh disentuh oleh orang lain. Usia untuk mengajarkannya adalah di usia yang masih sangat muda, paling tidak usia tiga tahun ketika mereka sudah mulai mengerti apa yang diinformasikan oleh orangtua.

Orangtua memiliki tugas penting untuk strategi pencegahan ini, mereka juga harus mengajarkan anak tentang apa itu child grooming dan ciri-cirinya. Selain itu wajib juga mengajarkan anak untuk melaporkan kado apa yang diberikan oleh orang-orang dewasa di sekitarnya, seperti guru dan saudara dekat.

Strategi-strategi pencegahan child grooming pada intinya mengacu pada satu hal, orangtua harus menjadi orang pertama yang mendengar keluh kesah anaknya. Orangtua adalah orang yang harus mengajak anak agar terbuka dalam menceritakan hal-hal yang dilakukannya setiap hari.

Orangtua adalah pihak yang memiliki kewajiban penuh untuk menginformasikan pada anaknya tentang child grooming. Niscaya jika itu dilakukan ditambah dengan adanya pengawasan ketat, kemungkinan anak menjadi korban child grooming diharapkan akan relatif kecil.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id