Global Sumud Flotilla Kembali Berlayar Menuju Gaza untuk Misi Kemanusiaan
Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) kembali berlayar. Puluhan perahu yang membawa aktivis dan bantuan untuk warga Palestina di Gaza berlayar dari kota Barcelona di timur laut Spanyol pada Rabu (15/4) waktu setempat.
Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla tahun ini disebut-sebut sebagai yang terbesar, Beauties. Penyelenggara GSF mengatakan bahwa lebih dari 70 perahu dan 1.000 orang dari seluruh dunia akan berpartisipasi. Aktivis mengatakan ini adalah mobilisasi terbesar yang dipimpin warga sipil untuk melawan tindakan Israel di wilayah Palestina.
Dari puluhan kapal yang berlayar tersebut, ada tiga kapal berisikan delegasi Indonesia, Beauties. Delegasi Indonesia tersebut dibagi menjadi beberapa grup.
Aktivis berharap misi terbaru mereka ini akan menghidupkan kembali perhatian dunia pada penderitaan warga Palestina yang tinggal di Gaza.
"Kami berlayar karena pemerintah telah gagal," kata Saif Abukeshek, seorang aktivis Palestina dan anggota komite pengarah global armada tersebut, dikutip dari Independent UK.
"Mereka menginginkan masyarakat yang merasa tak berdaya, yang tidak dapat bertindak, yang tidak dapat bergerak," kata Abukeshek pada hari Minggu. "Kami menolak untuk menjadi masyarakat seperti itu."
Pekan lalu, Gaza memperingati enam bulan sejak gencatan senjata. Namun, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 700 orang dalam enam bulan sejak gencatan senjata tersebut.
Upaya terbaru GSF ini dilakukan kurang dari setahun setelah upaya sebelumnya yang digagalkan oleh otoritas Israel. Tahun lalu, puluhan kapal sempat berhasil berlayar mendekati Gaza, bahkan satu kapal melintasi garis 12 mil laut (garis 22 kilometer) yang menandai batas antara perairan internasional dan perairan teritorial di lepas pantai Gaza. Namun, semua kapal tersebut akhirnya dicegat dan disita atau diusir.
Mereka yang berlayar tahun lalu, termasuk salah satunya aktivis asal Swedia Greta Thunberg, ditangkap, dipenjara, dan dideportasi oleh Israel. Mereka mengklaim otoritas Israel melakukan penganiayaan terhadap mereka selama dalam tahanan. Tuduhan ini dibantah oleh otoritas Israel.
Pencegatan para aktivis di perairan disiarkan langsung oleh kamera di atas kapal dan langsung memicu protes di seluruh dunia pada saat itu.
Kini, para penyelenggara GSF berharap bahwa misi kali ini akan mengembalikan perhatian dunia pada kondisi warga Palestina yang tinggal di Jalur Gaza, yang hancur akibat genosida Israel. Lebih dari 70.000 warga Palestina telah tewas sejak serangan di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!