Hidup dari Gaji ke Gaji? Ini 4 Kesalahan Keuangan yang Sering Terjadi di Usia 20-an

Shinta Khoiru Nikmah | Beautynesia
Jumat, 16 Jan 2026 09:00 WIB
4. Terlalu Bergantung pada Paylater dan Kartu Kredit
Bergantung pada Kartu Kredit/ Foto: Freepik.com/benzoix

Fenomena hidup dari  gaji  ke gaji (paycheck to paycheck) makin sering dialami, bahkan untuk generasi muda di usia 20-an sekalipun. Meski dikenal sebagai generasi yang melek teknologi, kreatif, dan punya banyak peluang penghasilan, nyatanya banyak anak muda yang tetap kesulitan menabung bahkan sebelum tanggal gajian berikutnya.

Kondisi ini bukan semata karena penghasilan kecil, tetapi sering kali dipicu oleh kesalahan pengelolaan keuangan yang tanpa disadari terus berulang. Jika kamu merasa uang selalu habis meski baru saja menerima gaji, bisa jadi kamu melakukan salah satu dari empat kesalahan keuangan berikut ini.

1. Tidak Punya Anggaran yang Jelas

Tidak punya anggaran yang jelas membuat banyak Gen Z tidak sadar ke mana uang mereka habis setiap bulan. Tanpa perencanaan keuangan, pengeluaran kecil yang terlihat sepele justru menumpuk dan menguras gaji lebih cepat.
Tidak memiliki anggaran/ Foto: Freepik.com/freepik

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan Gen Z adalah tidak memiliki anggaran keuangan yang tertulis dan terencana. Banyak yang merasa cukup mengira-ngira pengeluaran bulanan tanpa benar-benar mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Tanpa anggaran, uang cenderung mengalir ke hal-hal kecil yang terlihat sepele seperti kopi kekinian, pesan makanan online, atau langganan aplikasi yang jarang digunakan. Jika dikumpulkan, pengeluaran kecil ini bisa menyedot sebagian besar gaji tanpa terasa.

Membuat anggaran bukan berarti membatasi diri secara ekstrem, tetapi membantu kamu tahu ke mana uangmu pergi. Dengan anggaran yang jelas, kamu bisa menentukan prioritas antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan, sehingga tidak kaget saat saldo rekening tiba-tiba menipis.

2. Terjebak Gaya Hidup FOMO

Terjebak FOMO/ Foto: Freepik.com/benzoix

Fear of Missing Out (FOMO) menjadi tantangan besar bagi Gen Z. Media sosial membuat standar gaya hidup terlihat sangat tinggi, seperti nongkrong di tempat hits, liburan ke luar kota, gadget terbaru, hingga outfit baru setiap bulan.

Masalahnya, banyak yang memaksakan gaya hidup tersebut tanpa menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Demi “tidak ketinggalan”, pengeluaran pun menjadi tidak terkendali. Akhirnya, gaji habis untuk memenuhi ekspektasi sosial, bukan kebutuhan pribadi.

Hidup hemat bukan berarti anti bersenang-senang. Namun, penting untuk menyadari bahwa apa yang terlihat di media sosial sering kali tidak mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya. Mengurangi FOMO dan fokus pada tujuan finansial jangka panjang dapat membantu keluar dari siklus gaji ke gaji.

3. Menunda Menabung

Menunda menabung/ Foto: Freepik.com/benzoix

Banyak Gen Z menunda menabung dengan alasan penghasilan masih kecil, kebutuhan masih banyak, atau karena usia masih muda. Pola pikir “nanti saja kalau gaji sudah besar” justru menjadi jebakan yang membuat kebiasaan menabung tidak pernah terbentuk.

Padahal, menabung bukan soal besar kecilnya nominal, melainkan konsistensi. Menyisihkan 5–10 persen dari gaji sejak awal akan jauh lebih efektif daripada menunggu sisa uang di akhir bulan, yang sering kali tidak ada.

Tanpa tabungan, setiap kebutuhan mendadak seperti biaya kesehatan, servis kendaraan, atau kebutuhan keluarga akan terasa sangat membebani. Akhirnya, utang menjadi solusi instan yang justru memperparah kondisi keuangan.

4. Terlalu Bergantung pada Paylater dan Kartu Kredit

Bergantung pada Kartu Kredit/ Foto: Freepik.com/benzoix

Kemudahan paylater dan kartu kredit sering menjadi jebakan bagi Gen Z. Di satu sisi, fitur ini membantu transaksi lebih praktis. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak bisa membuat pengeluaran terasa tidak terasa.

Karena tidak membayar secara langsung, banyak orang merasa aman berbelanja tanpa menghitung kemampuan bayar di bulan berikutnya. Tagihan pun menumpuk, dan gaji habis hanya untuk melunasi cicilan.

Masalah semakin besar jika bunga dan denda mulai muncul akibat keterlambatan pembayaran. Alih-alih membantu, paylater justru menjebak dalam siklus utang yang sulit diputus jika tidak segera dikendalikan.

Beauties, hidup dari gaji ke gaji bukanlah kondisi yang harus diterima sebagai hal wajar. Dengan memperbaiki kebiasaan keuangan sejak dini, Gen Z memiliki peluang besar untuk mencapai stabilitas finansial lebih cepat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE