Ilmuwan Lagi Khawatir Gegara 4 Temuan Mengejutkan Perubahan Iklim di 2023, Apa Saja?

Tim Redaksi detikEdu | Beautynesia
Kamis, 18 Apr 2024 14:30 WIB
Ilmuwan Lagi Khawatir Gegara 4 Temuan Mengejutkan Perubahan Iklim di 2023, Apa Saja?
Ilmuwan Lagi Khawatir Gegara 4 Temuan Mengejutkan Akibat Perubahan Iklim di 2023, Apa Saja?/Foto: Fabrice Coffrini/AFP/Getty Images

Fenomena perubahan iklim setiap tahunnya semakin mengkhawatirkan. Beberapa waktu lalu Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengeluarkan State of Global Climate 2023 yang merupakan laporan tentang keadaan iklim global 2023.

Laporan tersebut mengumpulkan data-data ilmiah seputar perubahan iklim yang terjadi setahun terakhir. Seperti yang dibayangkan, laporan tersebut penuh dengan temuan-temuan penting yang menjelaskan banyak hal yang terjadi di Bumi.

Terutama yang terjadi akibat perubahan iklim yang disebabkan ulah manusia. Dari banyak temuan, ada 4 yang paling menarik dan mengejutkan seperti dikutip dari Science Focus.

Swiss Kehilangan 10% Gletser dalam 2 Tahun Terakhir

ZERMATT, SWITZERLAND - JUNE 21: The receding Lower Theodul glacier descends from the Breithorn plateau on the Swiss/Italian border on June 21, 2022 near Zermatt, Switzerland. This summer is likely to be especially brutal for Switzerland’s glaciers. Normally in mid-June glaciers would still be covered in snow that protects them from the sun, though because very little snow fell this year, the glaciers are already exposed and melting rapidly under conditions that are more typical for late July or August. Matthias Huss, a glaciologist with ETH Zurich university and head of the Swiss glacier monitoring network, and his colleagues are studying approximately 20 glaciers across Switzerland, including several around Zermatt, to observe the effects of global warming. All of the glaciers are melting, and he predicts that if we do not meet global climate goals Switzerland’s glaciers will be mostly gone by 2100.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)Ilustrasi/ Foto: Getty Images/Sean Gallup

Dalam laporan WMO, tahun 2022-2023 telah terjadi kehilangan es glasial terbesar dikarenakan sebagian besar hilangnya es di Amerika dan Eropa. Salah satu yang terdampak adalah Swiss yang kehilangan 10% gletser dalam 2 tahun saja.

Prof Jonathan Bamber, Direktur Pusat Glasiologi Bristol mengatakan, "Pesannya cukup sederhana dan jelas, Bumi akan memanas dan es akan mencair, namun menyaksikan hilangnya 10 persen volume gletser di sebagian Pegunungan Alpen Eropa hanya dalam waktu dua tahun adalah hal yang mengejutkan."

Pada Hari Tertentu di Tahun 2023, Sepertiga Lautan Mengalami Gelombang Panas

KIRKLARELI, TURKIYE - DECEMBER 25: An aerial view of the point where the Lake Mert and Black Sea meets after the rising of streams' water level at Igneada Floodplain Forests, in Kirklareli, Turkiye on December 25, 2022. (Photo by Ozgun Tiran/Anadolu Agency via Getty Images)Ilustrasi/ Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency

Laporan WMO tersebut menyatakan "sekitar 90 persen energi yang terakumulasi di sistem bumi sejak tahun 1971 disimpan di lautan. Ketika energi terakumulasi di lautan, hal itu telah menghangat dan kandungan panas di lautan".

Pada tahun 2023, kandungan panas lautan mencapai tingkat tertinggi yang diukur berdasarkan energi yang diserap dan disimpan pada 2.000 meter dari permukaan lautan di dunia.

Seperti halnya pencairan es, suhu lautan yang lebih hangat berkontribusi terhadap kenaikan permukaan air laut, karena kepadatan air secara fisik berkurang sehingga volumenya lebih besar.

Pemanasan lautan menyebabkan gelombang panas laut semakin terjadi, yang sebelumnya di tahun 2016 mencapai 23% naik menjadi 32% di tahun 2023.

Untuk informasi selengkapnya, lanjutkan membaca dengan KLIK DI SINI.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
CERITA YUK!
Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Theme of The Month :

Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE