sign up SIGN UP

Ingin Coba Investasi agar Cepat Kaya Raya? Kenali Dulu Jenis-jenisnya Agar Nggak Salah Pilih!

Ghena Oktafira | Beautynesia
Selasa, 28 Dec 2021 16:30 WIB
Ingin Coba Investasi agar Cepat Kaya Raya? Kenali Dulu Jenis-jenisnya Agar Nggak Salah Pilih!
caption
Jakarta -

Dewasa ini, investasi telah menjadi kegiatan yang kian digemari oleh berbagai kalangan. Hal ini terbukti dari banyaknya pembahasan seputar investasi yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Contoh lainnya, seperti para influencer atau public figure yang kerap membagikan pengalaman keberhasilannya dalam berinvestasi, di mana sebagian dana yang diinvestasikan tersebut memperoleh imbal hasil lumayan tinggi sehingga cukup untuk memenuhi wishlist yang telah ditargetkan sebelumnya. Tentu, siapapun pasti tergiur dengan cerita-cerita tersebut.

Namun sebelum kamu memulai berinvestasi, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai jenis-jenis instrumen investasi. Dengan begini, kamu dapat lebih mudah menentukan instrumen yang paling sesuai dengan diri dan kebutuhanmu. Selain itu, risiko merugi pun dapat terhindarkan. So, let’s check it out!

Reksadana

Reksadana merupakan instrumen investasi yang dinilai paling minim risiko bagi para investor yang baru mau terjun ke dunia investasi. Investor akan dibantu oleh seorang manajer investasi untuk memperhitungkan risiko investasi yang dilakukan. Melalui pembacaan profil risiko investor, manajer investasi akan mengalokasikan dana investasi yang masuk ke tipe reksadana yang paling sesuai dengan investornya sehingga hasil yang nantinya diperoleh nggak akan merugikan si investor.

Jenis-jenis investasi
Reksadana/Pexels.com/Yan Krukov

Salah satu tipe reksadana yang paling digemari ialah reksadana pasar uang. Bentuk instrumennya meliputi surat-surat berharga seperti Sertifikat Deposito (Certificate of Deposite), Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Rata-rata waktu jatuh tempo surat-surat berharga tersebut kurang dari satu tahun dengan persentase return atau tingkat keuntungannya mencapai 5-6 persen per tahun.

Instrumen investasi ini sangat cocok untuk kamu yang mempunyai target investasi dalam waktu dekat (satu tahun). Kabar baiknya lagi, dengan modal Rp10 ribu saja, maka kamu sudah bisa berinvestasi di reksadana ini lho! Hmm, menarik banget nggak, sih?

Deposito

Pasti kamu sudah nggak asing lagi dengan instrumen investasi yang satu ini. Kalau tadi reksadana hanya bisa dilakukan di perusahaan sekuritas, maka deposito dapat dengan mudah ditemui di bank-bank yang selama ini menjadi tempat kamu menyimpan uang.

Deposito sendiri sebenarnya merupakan metode menabung sejumlah uang di bank dalam jangka waktu tertentu yang disepakati oleh nasabah. Namun, uang tabungan depositonya nggak bisa diambil sembarangan kalau belum memasuki tanggal jatuh tempo!

Jenis-jenis investasi
Deposito/Pexels.com/Cottonbro

Hampir mirip dengan sistem reksadana, nasabah deposito nggak perlu repot mengelola dana tersebut karena hal ini akan dilakukan oleh pihak bank. Biasanya imbal hasilnya per tahun mencapai 5 persen. 

Jika kamu berniat mencoba instrumen investasi ini, maka kamu harus menyiapkan setoran awal sekitar Rp8 juta. Tetapi sebenarnya besaran nominal ini tergantung oleh bank yang kamu pilih juga, Beauties.

Emas

Jenis-jenis investasi
Emas/Pexels.com

Siapa bilang emas hanya bisa menjadi perhiasan saja? Ternyata, emas batangan juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen investasi, lho, Beauties!

Kamu nggak perlu khawatir jika nggak punya tempat khusus untuk menyimpan emas, karena kini investasi emas dapat dilakukan di perusahaan jasa keuangan. Tabungan emas ini dapat dijual kembali jika harganya sedang naik. Keuntungan yang diperoleh terbilang stabil, nggak terlalu tinggi dan rendah.

Obligasi

Buat kamu yang memiliki target untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang lebih lama dari satu tahun, yuk kenalan dengan obligasi. Obligasi merupakan jenis investasi dalam bentuk surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat diperjualbelikan. Obligasi ini dapat berasal dari pemerintah (Surat Utang Negara), korporasi dan ritel (ORI dan Sukuk Ritel).

Layaknya utang, kamu sebagai investor akan menerima imbalan dari pihak penerbit obligasi berupa bunga pada periode tertentu dan pelunasan pokok utang di akhir waktu yang telah tercantum dalam surat utang ini. Pertumbuhan nilai investasi yang diperoleh pun terbilang cukup stabil dengan risiko yang juga stabil. 

Saham

Instrumen investasi yang satu ini merupakan primadonanya para investor nih, Beauties. Pasalnya, tingkat persentase returnnya adalah yang paling tinggi dan berpotensi membuatmu cuan. Hanya saja, karena high return inilah maka risiko meruginya pun juga sangat besar.

Jenis-jenis investasi
Saham/Pexels.com/Burak Kebapci

Ketika kamu memutuskan untuk investasi saham, maka kamu juga harus memastikan dirimu sudah punya cukup pengetahuan untuk mengelola saham yang dimiliki. Hal ini meliputi analisis harga pasar sehingga tahu waktu yang tepat untuk menjual ataupun membeli saham. Kamu yang punya target dalam jangka waktu di atas 15 tahun disarankan banget untuk mencoba investasi saham ini.

Tertarik terjun ke dunia investasi, Beauties?

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id