
Ini 5 Alasan Seseorang Suka Pura-pura Bahagia, Salah Satunya Takut Terlihat Lemah

Merasa bahagia dalam menjalani hidup adalah impian hampir semua orang. Namun tentu untuk merasa bahagia setiap saat bukanlah hal yang mudah. Di tengah cobaan hidup dan beragam masalah yang dihadapi, tak jarang untuk merasakan bahagia bisa menjadi tantangan tersendiri.
Akhirnya, hal ini memicu fenomena pura-pura bahagia atau istilah smiling depression. Meskipun smiling depression bukanlah diagnosis klinis, namun bagi banyak orang, ini adalah masalah nyata. Smiling depression terjadi ketika seseorang pura-pura bahagia di balik senyumannya untuk menutupi depresi yang dialami.
Lantas, mengapa seseorang berusaha menutupi depresi yang dialami dengan pura-pura bahagia? Dilansir dari Very Well Mind, ini alasan mengapa seseorang suka pura-pura bahagia!
Takut Membebani Orang Lain
![]() |
Depresi dan rasa bersalah cenderung berjalan beriringan. Akibatnya, banyak orang tidak ingin membebani orang lain dengan perjuangan mereka dalam mengatasi depresi. Di banyak kondisi, mereka bingung bagaimana cara meminta bantuan. Mereka pun memutuskan untuk menyimpan perjuangan mereka rapat-rapat dengan berusaha pura-pura bahagia.
Malu
![]() |
Beberapa orang percaya bahwa depresi adalah bentuk atau tanda kelemahan. Bahkan, mereka percaya bahwa mereka seharusnya bisa 'melepaskan' diri dari jerat depresi.
Namun ketika mereka gagal, mereka berpikir ada yang salah dengan diri mereka. Akibatnya, mereka mungkin merasa malu mengalami depresi karena mereka pikir mereka harus bisa mengatasinya sendiri.
Penyangkalan
Pura-pura bahagia mungkin berasal dari penyangkalan seseorang bahwa mereka merasa tertekan. Mereka mungkin berpikir bahwa selama mereka tersenyum, mereka tidak boleh mengalami depresi.
Banyak orang tidak dapat mengakui bahwa mungkin ada sesuatu yang salah dengan mereka. Lebih mudah bagi mereka untuk berpura-pura baik-baik saja dan bahagia daripada mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya.
Takut Terlihat Lemah
![]() |
Orang yang sering pura-pura bahagia sebenarnya takut bahwa mereka terlihat lemah. Mereka juga takut bahwa orang lain akan mengambil keuntungan dari kondisi mereka yang tengah mengalami depresi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk terlihat kuat 'di luar' alih-alih meminta bantuan.
Konsep Kebahagiaan yang Tidak Realistis
![]() |
Media sosial sering kali menggambarkan kebahagiaan seseorang dengan cara yang tidak realistis. Kebanyakan kasus, orang-orang hanya menampilkan sisi bahagia dari kehidupan mereka.
Akibatnya, tak sedikit orang yang percaya dan merasa bahwa hanya hidup merekalah yang sulit dan berjuang dengan berbagai masalah hidup. Hal ini juga memicu rasa terisolasi dan membuat mereka menyembunyikan apa yang dirasakan sebenarnya.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!