Ini Cara Menjawab Pertanyaan Paling Menjebak saat Interview Kerja Menurut Pakar Karier

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 26 May 2026 16:30 WIB
Bersikap Profesional
Cara Menjawab Pertanyaan Paling Menjebak saat Interview Kerja Menurut Pakar Karier/Foto: Pexels/MART PRODUCTION

Kekhawatiran akan artificial intelligence (AI) dapat menggantikan beberapa profesi pekerjaan terasa begitu nyata. Kamu mungkin telah menyaksikan kecanggihan AI yang bisa membantu berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali dalam karier.

Namun, menurut pakar karier Erin McGoff, AI mungkin bisa mengambil alih sebagian keterampilan teknis. Tapi AI tidak akan bisa menggantikan keterampilan interpersonal yang dimiliki manusia.

Kemampuan interpersonal adalah keterampilan seseorang dalam berkomunikasi, berinteraksi, serta membangun dan menjaga hubungan yang efektif dengan orang lain. Keterampilan ini, jika dalam konteks pasar kerja, menjadi sebuah keunggulan yang penting untuk dimiliki.

Misalnya, saat interview atau wawancara pekerjaan. Memiliki sikap positif dan kolaboratif sama pentingnya dengan memiliki resume yang bagus, menurut McGoff. HR atau rekruter mungkin akan mengajukan pertanyaan seperti, "Ceritakan sikap Anda saat tidak setuju dengan atasan atau rekan kerja." Tujuan dari pertanyaan ini adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kandidat bereaksi terhadap berbagai situasi.

"Perusahaan benar-benar memprioritaskan sikap, kepribadian, kesesuaian budaya, karena hal-hal lain dapat diajarkan," ungkap McGoff kepada CNBC Make It.

Nah, jika mendapat pertanyaan seperti ini saat interview, bagaimana cara menjawabnya? Yuk, simak tips dari pakar karier berikut ini!

Bersikap Profesional

Saran dari pakar untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah kita tetap harus bersikap profesional dan tidak membawanya secara personal atau pribadi.

Cara Menjawab Pertanyaan Paling Menjebak saat Interview Kerja Menurut Pakar Karier/Foto: Pexels/MART PRODUCTION

Saran dari McGoff untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah kita tetap harus bersikap profesional dan tidak membawanya secara personal atau pribadi. 

"Alih-alih membahas perbedaan pendapat pribadi, Anda ingin [jawaban Anda] berorientasi pada bisnis atau lingkup profesional," ungkapnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, McGoff menyarankan untuk tidak mengeluhkan tentang mantan bos yang menolak permintaann cuti kita. Ia juga merekomendasikan untuk menyusun jawaban kita dengan nuansa sebagai perbedaan pendapat, bukan sebagai argumen atau perselisihan.

Menurut McGoff, seorang kandidat dapat memulai jawabannya dengan mengatakan, "Saya telah bekerja dengan banyak bos hebat, jadi meskipun saya tidak memiliki banyak perselisihan pribadi, pasti ada beberapa contoh di mana saya harus secara profesional membela perspektif dan ide alternatif yang saya miliki." 

Tunjukkan Kemampuan dalam Penyelesaian Konflik

Jawaban yang kita sampaikan harus fokus pada contoh konkret ketika kita menghadapi perbedaan pendapat dengan sikap tenang. McGoff merekomendasikan untuk menyusun jawaban menggunakan format STAR, yang merupakan singkatan dari situasi (situation), tugas (task), tindakan (action), dan hasil (result).

Cara Menjawab Pertanyaan Paling Menjebak saat Interview Kerja Menurut Pakar Karier/Foto: Pexels/Edmond Dantes

Jawaban yang kita sampaikan harus fokus pada contoh konkret ketika kita menghadapi perbedaan pendapat dengan sikap tenang. McGoff merekomendasikan untuk menyusun jawaban menggunakan format STAR, yang merupakan singkatan dari situasi (situation), tugas (task), tindakan (action), dan hasil (result).

Untuk menjelaskan situasi dan tugas, atau tanggung jawab spesifik dalam situasi tersebut, kamu dapat mengatakan, “Dalam peran saya sebelumnya, ada skenario di mana kami mengerjakan proyek untuk klien. Proyek tersebut bergerak ke arah tertentu, tetapi saya memiliki wawasan khusus yang membuat saya percaya bahwa arah yang berbeda akan lebih menguntungkan bagi klien ini.”

Kita bisa menyoroti tindakan atau langkah yang diambil untuk mengomunikasikan pendapat kita dan berupaya mencapai solusi. Contoh jawaban yang bisa kamu ucapkan, “Saya meminta atasan saya untuk bertemu empat mata dan menyampaikan jalur alternatif ini kepada mereka, dan menjelaskan mengapa saya pikir itu lebih baik untuk klien.”

Terakhir, bagikan bagaimana kita berhasil menyelesaikan masalah tersebut dan berikan hasil positifnya. Contoh jawabannya seperti, "Kami memutuskan untuk berkompromi pada pendekatan tersebut dan melanjutkannya. Klien sangat senang dengan hasilnya, dan proyek tersebut sukses besar.”

Tak hanya sampai di situ, kita juga bisa berbagi tentang pengalaman atau pelajaran apa yang dipetik dari situasi tersebut. Kita juga bisa memberikan gambaran langkah kita ke depannya untuk mencegah atau menghadapi masalah serupa di masa depan.

Jawaban dan sikap ini bukan untuk menunjukkan bahwa kita berusaha membuktikan bahwa atasan salah, Beauties. Justru, menurut McGoff, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan kita dalam menangani konflik, masalah, atau perselisihan secara sehat dan profesional.

"Konflik yang sehat adalah cara kita menyelesaikan pekerjaan. Anda harus belajar bagaimana untuk tidak setuju dengan orang lain secara profesional, atau Anda tidak akan pernah naik pangkat" dalam karier Anda," tutupnya.

Semoga membantu, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE