sign up SIGN UP

Inspiratif! Perkumpulan Ibu-ibu Ini Punya Kegiatan Rutin untuk Selamatkan Hutan Sumatra!

Risqi Nurtyas Sri Wikanti | Beautynesia
Minggu, 29 May 2022 23:00 WIB
Inspiratif! Perkumpulan Ibu-ibu Ini Punya Kegiatan Rutin untuk Selamatkan Hutan Sumatra!
caption

Biasanya, perkumpulan ibu-ibu identik melakukan agenda seperti arisan atau bergosip. Namun, hal itu tidak berlaku untuk semua perkumpulan ibu. Seperti misalnya perkumpulan ibu-ibu ini yang punya kegiatan rutin untuk selamatkan hutan Sumatra.

Bagaimana bisa ibu-ibu menyelamatkan hutan? Mungkin itulah yang terpikirkan dalam benak Beauties. Namun, situasi itu benar adanya terjadi di pedalaman hutan Sumatra yang terletak di Desa Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Perkumpulan ibu-ibu ini menjadi penyelamat hutan yang mempunyai misi untuk mencegah penebangan liar yang semakin merajalela. Tidak hanya itu, mereka juga mencegah perburuan satwa liar oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. 

Apakah Beauties merasa takjub dengan apa yang dilakukan oleh ibu-ibu ini? Ingin tahu lebih rinci mengenai misi yang dilakukan oleh mereka untuk selamatkan hutan Sumatra? Dikutip dari AFP, simak kisah inspiratifnya di bawah ini!

Siapa Saja Anggotanya?

Perkumpulan ibu-ibu yang selamatkan hutan SumatraPerkumpulan ibu-ibu yang selamatkan hutan Sumatra/ Foto: Tangkapan Layar/YouTube/SCMP

Ketua dari perkumpulan ibu-ibu penyelamat hutan ini adalah seorang ibu dengan 5 anak bernama Sumini. Ibu yang berusia 45 tahun tersebut menjadi pemimpin untuk 30 orang anggota yang kebanyakan tetangga rumahnya.

Beberapa dari ibu-ibu yang jadi anggota juga memiliki suami yang menjadi pelaku kerusakan hutan. Ada juga pria yang dulunya mantan pemburu dan penebang liar, mereka saat ini mengaku sudah menyadari kesalahan yang dilakukan.

Apa Alasan Mereka Melakukannya?

Ilustrasi hutan hujan tropis/ Foto: pexels.com/Tom Fisk
Ilustrasi hutan hujan tropis/ Foto: pexels.com/Tom Fisk

Sumini memiliki alasan khusus untuk mulai melakukan kegiatan rutin ini. Pada tahun 2015, banjir bandang meluluhlantakkan banyak rumah di daerahnya yang dihuni sekitar seribu orang. Saat itu, Sumini heran kenapa banyak kayu dan ranting yang terbawa banjir dari gunung berapi dekat rumahnya.

Sang suami akhirnya membawanya ke gunung, dan dia menemukan gunung telah gundul karena banyak pohon telah ditebang secara liar. Tahu akan hal itu, Sumini mengambil keputusan untuk melindungi hutan dari orang tak bertanggung jawab.

Ketika mengunjungi pihak terkait untuk melaporkan kejadian tersebut, Sumini tidak mendapat tanggapan. Karena itulah dia membentuk perkumpulan ibu-ibu secara mandiri untuk menyelesaikan masalah itu.

Kegiatan Rutin yang Dilaksanakan

Misi penyelamatan hutan dilakukan dua kali dalam sebulan/ Foto: youtube.com/SCMP AFP/Chaideer Mahyuddin
Misi penyelamatan hutan dilakukan dua kali dalam sebulan/ Foto: Tangkapan Layar/YouTube.com/SCMP

Misi penting dari perkumpulan ibu-ibu penyelamat hutan ini adalah menangkap para penebang pohon ilegal, pemburu harimau Sumatra dan trenggiling, serta satwa-satwa liar lainnya. Setiap dua bulan sekali, mereka mencari tanda-tanda penebangan liar dan perburuan satwa.

Selain itu, perangkap satwa yang dipasang di hutan juga mereka rusak. Hal selanjutnya yang juga tak kalah penting adalah mendokumentasikan kehidupan liar spesies satwa dan tumbuhan endemik di hutan ini. Setelah itu, memasang tanda peringatan terhadap aktivitas ilegal.

Nantinya, hasil dari kegiatan rutin tersebut mereka laporkan ke otoritas pemerintah yang berwenang. Satu waktu kegiatan akan dilaksanakan selama 5 hari. Dengan persiapan memakai topi dan sepatu bot, ibu-ibu super ini berangkat untuk menavigasi medan yang curam dan berbahaya di hutan.

Perempuan vs Pria

Seorang anggota penyelamat hutan bersama suaminya/ Foto: youtube.com/SCMP AFP/Chaideer Mahyuddin
Seorang anggota penyelamat hutan bersama suaminya yang mendukung/ Foto: youtube.com/SCMP 

Pertama kali Sumini menemukan hutan dalam keadaan gundul, dia sudah mengira kalau para pria adalah pelaku di balik penggundulan ini. Pelaku dari penebangan dan perburuan liar memang nyatanya didominasi oleh pria.

Bahkan, di antara pelaku tersebut ada tetangga dan suami dari anggota perkumpulan ibu-ibu penyelamat hutan. Beberapa dari mereka merupakan warga dari Desa Damaran Baru.

Sumini mengatakan kalau pilihannya untuk menyelamatkan hutan dengan ibu-ibu lainnya adalah sebuah bentuk perubahan. Perempuan tidak lagi diasosiasikan dengan dapur, namun juga sebagai pihak yang tidak terima akan kerusakan hutan.

Pada akhirnya, para perempuan yang secara langsung mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah kerusakan hutan tersebut.

Belajar Dari Masa Lalu

Harimau Sumatra yang diburu orang tidak bertanggung jawab/ Foto: pexels.com/Andrew Patrick
Harimau Sumatra yang diburu orang tidak bertanggung jawab/ Foto: pexels.com/Andrew Patrick

Para laki-laki yang dulunya pelaku sekarang berbalik 180 derajat mengikuti langkah ibu-ibu untuk menyelamatkan hutan. Mereka dulunya adalah penebang liar dan pemburu satwa liar di hutan.

Salah satunya adalah pria bernama Bustami yang berusia 54 tahun. Bertahun-tahun dia berburu trenggiling untuk diambil daging dan sisiknya. Nantinya, daging dan sisik tersebut akan dijual dengan harga sangat tinggi untuk dijadikan bahan obat-obatan tradisional Tiongkok.

Dia mengaku mendapatkan banyak uang dari penjualan tersebut. Sayangnya, uang itu langsung hilang dalam sekejap. Setelah Bustami sadar akan kesalahannya, dia memutuskan menjadi bagian dari penyelamat hutan.

Dianggap aneh karena dia mau dipimpin oleh perempuan di perkumpulan ini, Bustami tidak menggubrisnya. Nyatanya para ibu-ibu ini melakukan pekerjaan mulia. Yang dipikirkannya sekarang adalah melindungi hutan untuk membayar kesalahannya di masa lalu.

Apakah misi penyelamatan hutan Sumatra oleh perkumpulan ibu-ibu di Aceh tersebut menginspirasi kamu, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id