sign up SIGN UP

Jadi Negara Paling Tak Bahagia di Dunia, Orangtua di Afghanistan Rela Menjual Anaknya Demi Sekarung Gandum

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 23 Mar 2022 19:00 WIB
Jadi Negara Paling Tak Bahagia di Dunia, Orangtua di Afghanistan Rela Menjual Anaknya Demi Sekarung Gandum
caption
Jakarta -

Baru-baru ini, Afghanistan menjadi negara paling tidak bahagia di dunia tahun 2022. Hal tersebut berdasarkan laporan terbaru World Happiness Report 2022, yakni laporan yang dikeluarkan oleh Sustainable Development Solutions Network untuk PBB.

Dikutip dari CNN Indonesia, ada beberapa faktor yang menyebabkan Afghanistan menjadi negara paling tidak bahagia di dunia. Misalnya seperti maraknya di bawah pemerintahan yang didukung Amerika Serikat (AS) di Kabul hingga tingkat kemiskinan yang tinggi dan kurangnya kesempatan kerja.

Ilustrasi Penyintas FGM Depresi/Foto: Canva/RyanKing999Afghanistan jadi negara paling tidak bahagia di dunia tahun 2022/Foto: Canva/RyanKing999/ Foto: Camellia

Sejak Taliban berkuasa, Afghanistan terus terperosok pada jurang krisis ekonomi. Hampir seluruh negara, terutama Barat, memutus relasi dengan Afghanistan dan menghentikan berbagai aliran bantuan. 

Warga pun mengalami krisis pangan dan semakin banyak yang mengalami kelaparan. Menurut data PBB, setidaknya 23 juta warga Afghanistan mengalami kelaparan ekstrem. Sebanyak 1 juta anak di bawah 5 tahun juga terancam meninggal dunia karena kelaparan.

Akibatnya, orangtua di Afghanistan terpaksa menjual anak-anaknya demi sekarung gandum. Salah seorang ibu di Afghanistan, Aziz Gul sedih bukan kepalang karena anak perempuannya yang berusia 10 tahun dijual untuk dinikahkan. 

Sang suami rupanya menjual sang anak tanpa memberi tahu dirinya. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk menghidupi lima anak mereka lainnya. Sang anak dijual sebesar Rp14,2 juta.

"Kalau tidak (dijual), mereka semua akan kelaparan," kata Aziz Gul mengutip pernyataan sang suami, dilansir dari CNN Indonesia.

Anak-anak di AfghanistanAnak-anak di Afghanistan/ Foto: Dok. UNICEF

Namun, Aziz Gul menentang keputusan suaminya. Ia berdebat dengan sang suami perihal menikahkan sang anak, Qandi. Aziz memilih lebih baik mati daripada harus menerima fakta bahwa anaknya harus dijual dan dinikahkan demi mencegah satu keluarga meninggal kelaparan.

Tidak tinggal diam, Aziz Gul pun meminta bantuan kepada saudaranya dan tetua desa untuk mengajukan proses perceraian Qandi meski itu artinya ia harus merelakan imbalan belasan juta. Sementara itu, sang suami kabur karena takut Gul akan mengadukannya kepada rezim Taliban yang baru-baru ini melarang pernikahan anak dan paksa.

"Saya sangat putus asa. Jika saya tidak memiliki uang untuk membayar mereka dan tidak dapat menjaga anak saya disamping saya, saya mengatakan saya akan bunuh diri. Namun saya memikirkan anak-anak saya yang lain. Apa yang akan terjadi pada mereka? Siapa yang akan memberi mereka makan?" tutur Gul.

Keluarga di AfghanistanKeluarga di Afghanistan/ Foto: Twitter/UNICEF

Keluarga Aziz Gul bukan satu-satunya yang harus mengalami masa-masa sulit tersebut. Hal serupa juga dialami oleh keluarga Hamid Abdullah. Ia terpaksa menjual anaknya demi membiayai istrinya yang sakit dan sedang mengandung anak kelima.

"Kami tidak memiliki makanan untuk dikonsumsi," tutur Abdullah.

Sang istri, Bibi Jan, mengatakan mereka tak memiliki pilihan lain.

"Ketika kami memutuskan ini (menjual anak), itu rasanya seperti seseorang telah mengambil bagian dari tubuh saya," kata Bibi Jan.

Sementara itu di daerah Badghis, ada keluarga yang sedang mempertimbangkan menjual anak mereka yang masih berusia 8 tahun, Salahuddin. Sang ibu, Guldasta, meminta suami untuk membawa Salahuddin ke bazaar dan menjualnya. Pilihan tersebut terpaksa mereka ambil karena sudah tidak memiliki makanan selama berhari-hari.

"Saya tidak ingin menjual anak saya, tetapi saya harus," kata Guldasta.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id