sign up SIGN UP

Jangan Sampai Terjebak, Ini 3 Tanda Red Flag dalam Hubungan Pertemanan yang Harus Diwaspadai

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 02 Feb 2022 23:30 WIB
Jangan Sampai Terjebak, Ini 3 Tanda Red Flag dalam Hubungan Pertemanan yang Harus Diwaspadai
caption
Jakarta -

Istilah red flag sering kali dikaitkan pada hubungan percintaan. Tidak heran, sebab sangat penting untuk waspada dengan seseorang yang akan dijadikan pasangan. Namun sebenarnya, red flag juga bisa digunakan dalam bentuk hubungan lain, lho. Contohnya seperti hubungan pertemanan.

Red flag dalam hubungan pertemanan juga sangat pentingnya untuk diwaspadai. Kabar baiknya, jika kamu sudah bisa mengenali red flag pada hubungan romantis, kemungkinan besar kamu bisa lebih mudah mengenali red flag dalam hubungan pertemanan.

Dihimpun dari Well and Good, berikut 3 red flag dalam hubungan pertemanan yang perlu kamu waspadai. Yuk, cari tahu!

Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

Jangan Emosi, Ini Cara Elegan Menghadapi Teman yang Toxic / foto : pexels.com/LizaSummerIlustrasi teman toxic/Foto: Pexels.com/LizaSummer

Tanda red flag pertama dalam hubungan pertemanan adalah kamu tidak bisa menjadi diri sendiri di sekitar mereka. Kamu cenderung berpura-pura mennjadi orang lain agar bisa diterima dalam pertemanan.

"Karena jika kamu menjadi diri sendiri, mereka mungkin mengolok-olok kamu di depan orang lain, atau mungkin menantang pikiran dan keyakinanmu. Ini berbahaya, karena pada akhirnya kamu menemukan diri sendiri berusaha menyenangkan orang lain hanya untuk disukai dan diterima," ungkap Zambrano-Morrison, seorang terapis pernikahan dan keluarga.

Tentu tidak menyenangkan jika harus berteman dengan seseorang yang membuatmu merasa harus mengubah jati diri untuk bisa diterima.

"Jika seseorang secara aktif memberi tahu kita siapa kita, bagaimana kita tertawa, atau apa yang menurut kita tidak diperbolehkan, itu bukan hubungan yang sehat," tambah Rachel Wright, seorang terapis seks dan hubungan.

Selalu Ingin Dimengerti

6 Cara Terbaik Hadapi Si Teman Toxic/Freepik.comIlustrasi pertemanan/Freepik.com/ Foto: Freepik.com

Ketika teman memiliki masalah, mereka seakan ingin membahasnya sepanjang waktu dan memintamu untuk memahaminya. Namun ketika kamu berusaha membicarakan masalahmu, mereka seakan tutup telinga dan tidak ingin mendengarkan. Singkatnya, egois.

Hubungan yang terbaik harus berjalan dua sisi. Tidak bisa hanya satu pihak yang selalu mendengarkan tanpa pernah mengungkapkan apa yang dirasakan. 

Jika kamu memiliki jenis teman yang seperti ini, kamu bisa berusaha membuat mereka mengerti. Cobalah katakan bahwa kamu akan sangat senang dan merasa dihargai jika mereka mau mendengarkan permasalahanmu sama seperti kamu mendengarkan permasalahan mereka.

Jika mereka berusaha berubah dan mendengarkan masalahmu, maka ini tanda positif dan hubungan pertemanan masih bisa dilanjutkan. Namun jika mereka tetap bersifat egois, tidak ada salahnya mengakhiri hubungan pertemanan tersebut.

Tidak Menghormati Batasan

Toxic friendIlustrasi teman toxic/Foto: Pexels/Liza Summer

Jika teman melakukan sesuatu yang mengganggu dengan cara yang salah, lalu kamu memberi tahu mereka bahwa kamu tidak menyukainya dan mereka tetap melakukannya, ini jelas merupakan red flag dalam hubungan pertemanan. Sering kali karena merasa 'berteman', mereka akan dengan nyaman dan mudah untuk tidak menghormati batasan atau boundaries yang telah kamu buat.

Untuk mengatasinya, kamu bisa mengatakan bahwa untuk memiliki pertemanan yang sehat, kamu perlu batasan yang kamu miliki untuk dihormati.  Jika mereka terus menolak untuk melihat dan memahami perspektifmu, kamu mungkin harus mempertimbangkan kembali apakah pertemanan tersebut layak diperjuangkan atau tidak.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id