Job Hopping Bukan Masalah! Begini Cara Menjelaskannya Secara Cerdas di Interview

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Kamis, 04 Sep 2025 17:00 WIB
Job Hopping Bukan Masalah! Begini Cara Menjelaskannya Secara Cerdas di Interview/Foto: Freepik.com/areebastocks

Beauties, pernah dengar istilah “job hopping”? Ini adalah fenomena di mana seseorang sering berpindah-pindah perusahaan untuk mencari pengalaman kerja baru dalam waktu yang terbilang singkat. Banyak yang menganggapnya negatif karena menunjukkan kurangnya loyalitas dan ketidakstabilan.

Padahal, job hopping nggak selalu buruk, lho! Kalau bisa dijelaskan dengan baik saat wawancara kerja, hal ini justru bisa menunjukkan fleksibilitas dan keinginan untuk berkembang. Dilansir dari HBR, berikut tips interview yang bisa kamu gunakan untuk menjelaskan alasan job hopping dan membuat perekrut melihatmu dengan kacamata yang lebih positif!

Ketidakcocokan Prinsip


Ilustrasi/Foto: Freepik/shurkin_son

Generasi milenial dan Gen Z makin menekankan pentingnya bekerja di lingkungan yang mencerminkan nilai-nilai pribadi mereka, seperti kepedulian terhadap lingkungan, perubahan sosial, dan transparansi gaji. Dari data survei Deloittel 2024 menunjukkan bahwa 44 persen Gen Z menolak tawaran kerja dari perusahaan yang tidak sejalan dengan keyakinan mereka, dan 50 persen menolak tugas internal yang bertentangan dengan nilai-nilai mereka.

Selain itu, laporan Oliver Wyman 2023 mengindikasikan bahwa 21 persen Gen Z akan mempertimbangkan pekerjaan lain jika pemberi kerja mereka tidak terlibat dalam isu sosial dan 75 persen lebih mungkin mempertimbangkan pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan nilai-nilai mereka.

Kemajuan teknologi dan media sosial telah mempermudah karyawan untuk mengidentifikasi ketidaksesuaian nilai dan meminta pertanggungjawaban perusahaan. Aplikasi anonim memungkinkan karyawan berbagi pengalaman nyata mereka, seperti ketidakadilan di tempat kerja atau kurangnya transparansi perusahaan.

Contohnya, seorang karyawan di Chicago menggunakan aplikasi tersebut untuk mengungkapkan perlakuan seksis dari manajer yang akhirnya mendorongnya untuk meninggalkan perusahaan setelah mengetahui masalah tersebut meluas dan tidak ditangani oleh manajemen.

Jika kamu berpindah pekerjaan karena alasan ini, kamu bisa mengatakan ini:

“Dibutuhkan beberapa tahun percobaan dan kesalahan untuk menentukan jenis lingkungan kerja di mana saya bisa berkembang dan menemukan peran yang benar-benar sesuai dengan nilai-nilai saya. Dari apa yang saya pelajari tentang organisasi Anda, tampaknya nilai-nilai kita tentang komunikasi terbuka, transparansi karyawan, dan perbaikan komunitas sangat cocok. Sehubungan dengan itu, dapatkah Anda memberi tahu saya lebih banyak tentang tim dan budaya perusahaan Anda?”

(naq/naq)