Keluarga seharusnya menjadi sosok atau tempat yang membuat kita merasa aman, dicintai, dan diterima apa adanya. Namun, bagi sebagian orang, berinteraksi dengan keluarga membuat mereka merasa tidak nyaman hingga sakit hati karena lingkungan tersebut terasa toxic.
Ketika mendengar keluarga toxic, kamu mungkin langsung berpikir soal pertengkaran di meja makan yang penuh teriakan seperti yang sering digambarkan di film atau acara TV. Namun, tidak semua tanda toxic itu terlihat begitu jelas, Beauties. Sering kali, masalah ini muncul secara diam-diam. Sifatnya halus, berbahaya secara terselubung, dan membingungkan karena kerap kali dibungkus dengan kedok kasih sayang dan kepedulian.
Para psikolog memperingatkan bahwa salah satu tanda paling umum dari orang tua, saudara, atau anggota keluarga lain yang toksik bukanlah penghinaan terang-terangan atau tindakan tidak hormat yang mencolok. Tanda toxic itu justru berupa kalimat sederhana yang terdengar manis dan peduli.