Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Bergaul Menurut Psikolog

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 29 Jul 2026 15:00 WIB
Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi di Pergaulan
Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi di Pergaulan/Foto: Pexels.com

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi menjadi sosok yang sangat disenangi dalam pergaulan. Mereka memiliki empati yang mendalam terhadap perasaan orang lain dan bertutur kata dengan bijaksana.

Mereka mampu bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan dan mampu memperbaiki hubungan. Tidak heran, sifat orang dengan kecerdasan emosional tinggi ini menjadi sangat penting dalam penyelesaian konflik dengan teman.

"Salah satu ciri khas EQ tinggi adalah kemauan dan keberanian untuk menghadapi konflik secara langsung," kata Dr. Deborah Vinall, Psy.D., LMFT, seorang terapis berlisensi dan kepala petugas psikologis di recovered.org.

Demi menjaga keharmonisan hubungan, rupanya ada satu kalimat yang tidak akan pernah diucapkan oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi saat bergaul. Kira-kira kalimat apa itu? Yuk, simak ulasannya dirangkum dari Parade berikut ini!

Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Bergaul Menurut Psikolog

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi menjadi sosok yang sangat disenangi dalam pergaulan. Mereka memiliki empati yang mendalam terhadap perasaan orang lain dan bertutur kata dengan bijaksana. 

Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Bergaul Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Menurut psikolog Dr. Vinall, “Bukan masalah besar” adalah salah satu kalimat yang dihindari oleh orang-orang yang cerdas secara emosional. Sekilas, kalimat ini terkesan berusaha meredakan ketegangan dalam suatu konflik atau bersifat menghibur.

Tapi sebenarnya, kalimat ini dapat memicu penolakan emosional dan meremehkan perasaan orang lain karena menyiratkan bahwa orang lain “salah” karena merasa kesal. Di sisi lain, orang yang mengucapkan kalimat ini kemungkinan merasa tidak nyaman dalam menghadapi dan mengakui kekurangan mereka sendiri.

“Orang yang mengucapkan kalimat ini mungkin kurang empati dan kemampuan untuk mengambil perspektif orang lain, memproyeksikan bagaimana mereka pikir mereka akan merasa kepada orang lain,” tambahnya.

Penolakan untuk memahami emosi orang lain dalam hubungan pertemanan bisa berujung toksik. Ungkapan seperti “bukan masalah besar” dapat menutup peluang untuk memperbaiki hubungan.

“Respons ini tidak menunjukkan rasa untuk bertanggung jawab, yang merupakan langkah penting pertama untuk pemulihan,” katanya. “Ini mengalihkan fokus dari perilaku Anda ke menjadikan reaksi mereka sebagai masalah. Kebanyakan orang, merasa diabaikan dan tidak didengarkan dalam skenario ini, akan menarik diri.”

Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi di Pergaulan

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi menjadi sosok yang sangat disenangi dalam pergaulan. Mereka memiliki empati yang mendalam terhadap perasaan orang lain dan bertutur kata dengan bijaksana. 

Kalimat yang Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi di Pergaulan/Foto: Pexels.com

Alih-alih mengucapkan “bukan masalah besar”, orang dengan kecerdasan emosional tinggi akan berusaha memvalidasi dan memahami perasaan orang lain melalui kalimat-kalimat ini:

“Aku mengerti mengapa itu menyakitkan”

Dr. Vinall mengatakan ungkapan ini adalah respons yang berlawanan dengan “Bukan masalah besar.”

“Jika ‘Bukan masalah besar’ meremehkan, kata-kata ini justru menguatkan,” katanya. “Ini tidak berarti Anda bermaksud menyakiti, tetapi mengakui bahwa teman Anda terluka. Ini menciptakan kelembutan dan koneksi yang penting untuk perbaikan.”

“Aku minta maaf”

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi akan mengucapkan “aku minta maaf” secara tulus, tanpa embel-embel “tapi…”. 

Dr. Vinall menjelaskan bahwa permintaan maaf yang tulus tidak dikemas dengan kalimat pembelaan seperti: "Aku minta maaf, tapi kan aku nggak bermaksud gitu..."

Ketika seseorang menambahkan kata "tapi" atau alasan pembelaan diri, permintaan maaf berubah menjadi upaya pembenaran atas kesalahannya. Sebaliknya, meminta maaf yang tulus berarti menyampingkan ego, tidak mencari alasan, dan berani mengakui kesalahan secara penuh.

“Ceritakan lebih lanjut”

Kalimat ini menunjukkan rasa ingin tahu, yang merupakan ciri dari kecerdasan emosional yang tinggi.

“Kata-kata ini menunjukkan bahwa Anda peduli dengan mengajak teman Anda untuk menyelami lebih dalam dunia batin mereka,” kata Dr. Vinall. “Anda mungkin belum sepenuhnya memahami keretakan tersebut, tetapi Anda menunjukkan bahwa Anda cukup peduli untuk mencoba.”

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE