sign up SIGN UP

Kasus Kekerasan Seksual Terus Bermunculan, Jokowi: RUU TPKS Harap Segera Disahkan

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 04 Jan 2022 19:55 WIB
Kasus Kekerasan Seksual Terus Bermunculan, Jokowi: RUU TPKS Harap Segera Disahkan
caption
Jakarta -

Indonesia sedang darurat kekerasan seksual. Banyak kasus kekerasan seksual yang terus terungkap, namun sayangnya Rancangan Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau RUU TPKS belum juga disahkan. Padahal, RUU TPKS diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam memberantas kekerasan seksual dan melindungi korban serta penyintas.

Melihat hal tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mendorong percepatan pengesahan RUU TPKS. Ia juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban kekerasan seksual perlu menjadi perhatian bersama, utamanya kekerasan seksual pada perempuan yang mendesak harus segera ditangani.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, (4/1) melalui siaran di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Jokowi juga mencermati dengan saksama RUU TPKS, di mana sejak dalam proses pembentukan pada tahun 2016, hingga saat ini masih berproses di DPR.

Presiden JokowiPresiden Jokowi/ Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Ia memerintahkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga untuk segera melakukan koordinasi dan konsultasi dengan DPR dalam pembahasan RUU TPKS.

"Karena itu saya memerintahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk segera melakukan koordinasi dan konsultasi dengan DPR dalam pembahasan RUU tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual ini agar ada langkah-langkah percepatan," ujar Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta kepada Gugus Tugas Pemerintah yang menangani RUU TPKS untuk segera menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terhadap draf RUU yang sedang disiapkan oleh DPR RI. Dengan demikian, proses pembahasan bisa lebih cepat, masuk ke pokok-pokok substansi untuk memberikan kepastian hukum, serta menjamin perlindungan bagi korban kekerasan seksual.

"Saya berharap RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual ini segera disahkan sehingga dapat memberikan perlindungan secara maksimal bagi korban kekerasan seksual di Tanah Air," tandasnya.

RUU TPKS Gagal Masuk Paripurna: Diklaim Cuma Masalah Teknis

Kekerasan dalam pacaranIlustrasi kekerasan seksual/Foto: Pexels.com/rodnae-productions

Sebelumnya, RUU TPKS gagal disahkan menjadi RUU inisiatif DPR dalam rapat paripurna pada Desember lalu. Dikabarkan alasan pembatalan karena ada masalah teknis. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menyebut RUU TPKS baru selesai dibahas ketika rapat pimpinan dan rapat bamus DPR sudah berjalan.

"Karena menurut mekanisme 1 UU itu harus dibahas di rapim dan di bamus. Nah pada saat kita rapim dan bamus untuk paripurna yang hari ini itu RUU TPKS belum selesai dibahas, nah setelah selesai dibahas rapim dan bamus sudah berjalan untuk paripurna hari ini. Jadi ini hanya karena masalah teknis," ungkapnya pada Kamis (16/12), seperti dikutip dari detikcom.

Ketua DPR RI Puan Maharani juga memberikan tanggapan perihal gagalnya RUU TPKS masuk ke rapat paripurna. Menurutnya, absennya RUU TPKS di rapat paripurna lantaran tidak ada waktu yang pas dan cukup.

kekerasan seksualIlustrasi kekerasan seksual/Foto: Pexels.com/RODNAE Production


"Sebenarnya ini hanya masalah waktu, karena tidak ada waktu yang pas atau cukup untuk kemudian di-running-kan secara mekanisme yang ada," ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/12), seperti dikutip dari detikcom.

Melihat maraknya kasus kekerasan seksual belakangan ini, Puan beranggapan bahwa pengesahan RUU TPKS kini semakin penting. Ia mengungkapkan bahwa DPR RI semakin berkomitmen agar RUU TPKS segera dapat disahkan.

***

[Gambas:Youtube]

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id