sign up SIGN UP

Kisah Ida, Remaja Perempuan asal Lombok yang Berhasil Kabur dari Pernikahan Dini

Risqi Nurtyas Sri Wikanti | Beautynesia
Senin, 06 Jun 2022 23:30 WIB
Kisah Ida, Remaja Perempuan asal Lombok yang Berhasil Kabur dari Pernikahan Dini
caption

Pernikahan dini adalah sebuah fenomena yang masih terjadi pada era modern saat ini di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Setiap bulannya pasti ada berita mengenai perempuan di bawah umur yang menikah. Baik itu dengan pria sepantaran yang sama-sama di bawah umur, atau bahkan dengan pria yang jauh lebih tua.

Biasanya pernikahan dini terjadi karena paksaan keluarga, banyak perempuan usia remaja tersebut yang terpaksa menurut dan berakhir tidak bahagia. Namun berbeda dengan Ida, seorang remaja asal Lombok yang berhasil kabur dari pernikahan dini yang direncanakan padanya.

Berikut kisah Ida, remaja perempuan berusia 17 tahun asal Lombok yang berhasil kabur dari pernikahan dini, dikutip dari situs Rutgers!

Ida ‘Diculik’ untuk Dijadikan Istri

Tradisi pernikahan khas Suku SasakIlustrasi tradisi Merariq suku Sasak/ Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikTravel

Pada suatu malam, Ida tiba-tiba menghilang dari rumahnya. Ayah Ida yang bernama Jinrah kemudian menyadari kalau putrinya ‘diculik’ dalam ritual merariq, tradisi suku Sasak di mana calon mempelai pria ‘menculik’ calon mempelai perempuan di malam yang gelap. 

Jinrah yang satu bulan sebelumnya telah mengetahui bahayanya pernikahan dini dari pertemuan Komite Perlindungan Anak Desa (KPAD), keesokan harinya melapor kepada kepala desa dan KPAD. Dia meminta untuk menyelamatkan Ida dari pernikahan tersebut. 

"Tapi dia tidak mungkin menikah, usianya baru 17 tahun dan dia harus menyelesaikan sekolah," ucap Jinrah.

Jauh Lebih Beruntung dari Tetangganya

Ilustrasi pernikahan/ Foto: pexels.com/Trung Nguyen
Ilustrasi pernikahan/ Foto: pexels.com/Trung Nguyen

Desa tempat tinggal Ida masih sangat kental akan tradisi Sasak yang salah satunya adalah merariq. Biasa disebut orang awam sebagai kawin culik, merariq dilakukan secara turun menurun.

Ibu, nenek, dan nenek buyut Ida semuanya menjalani pernikahan dini. Tidak satu pun dari mereka yang telah mencapai usia 18 tahun ketika menikah.

Di balik keindahan desa Ida, ada praktik menyedihkan tentang pernikahan yang terjadi pada perempuan di bawah umur. Termasuk nasib satu dari sembilan perempuan remaja Indonesia yang terpaksa menikah di usia muda.

Perempuan yang Menanggung Malu

Ilustrasi depresi/ Foto: Freepik.comIlustrasi depresi/ Foto: Freepik.com

Ketika sudah terjadi pernikahan, banyak kasus kalau sang suami tidak bisa mencari nafkah untuk istrinya. Setelah itu, akan terjadi perceraian di usia muda. Akibat perceraian tersebut, perempuan lah yang harus menanggung malu.

Ketua KPAD di desa Ida yaitu Marwan mengatakan kalau mereka nantinya akan dicap sebagai 'barang bekas' dan berakhir menjadi perawan tua. Stigma tersebut masih kuat dalam masyarakat Sasak.

Ida Kembali Bersekolah

Ilustrasi menulis perasaan/ Foto: Freepik.comIlustrasi belajar/ Foto: Freepik.com/ Foto: Budi Rahmah Panjaitan

Salah satu hal yang pernah dikatakan Marwan pada Jinrah adalah bahaya pernikahan dini dari segi medis. Dikatakan bahwa tubuh seorang perempuan muda belum cukup berkembang, sehingga rentan terhadap risiko komplikasi saat persalinan.

Dari situlah, Jinrah menuntut agar pernikahan yang diusulkan untuk dibatalkan. Pembatalan ini terjadi setelah dilakukan proses khusus dinamakan balas. Balas adalah sebuah praktek yang diperkenalkan oleh KPAD dan pemerintah setempat. Tujuannya adalah untuk membubarkan sebuah pernikahan melalui ritual dengan tradisi Sasak.

Ida mengaku merasa malu dan sedih, namun dia sangat senang akhirnya bisa kembali ke sekolah. Tidak ada pikiran menyesal tidak jadi menikah dengan pria yang dijodohkan dengannya. Dia ingin mewujudkan mimpinya sebagai pegawai imigrasi seperti sang kakak.

Pesannya untuk remaja perempuan lainnya adalah, "Jangan menikah jika kamu terlalu muda, karena kamu belum bisa menghidupi diri sendiri dan keluargamu."

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id