Kisah Nunung Viral Soal Kerja Keras Tanggung 50 Orang Keluarga, Ini 3 Hal yang Bisa Dijadikan Pelajaran Soal Keuangan
Nunung Srimulat yang sering kamu lihat di TV menghibur penontonnya, kali ini dalam cuplikan yang dibagikan Trans TV November lalu, menceritakan sedikit lelah karena sudah membiayai 50 orang.
Potongan video itu kembali ramai, akibat Nunung yang baru-baru ini divonis mengidap kanker payudara. Kabarnya karena sakitnya yang diderita itu, ia memutuskan memulangkan keluarga besarnya ke Solo untuk mencari penghasilan secara mandiri di sana.
Respon netizen pun kebanyakan merasa salut sekaligus iba, mengingat terlalu banyak yang ditanggung Nunung. Sekaligus mempertanyakan apakah keluarganya itu tidak ada pemasukan sama sekali, sehingga begitu sepenuhnya menggantungkan hidup, dan tak sedikit netizen yang membagikan pengalaman mirip-mirip.
Belajar dari Cerita Nunung, Ini Hal Penting yang Perlu Diingat Soal Keuangan
Sejumlah cara yang bisa dilakukan anak muda agar cerdas dalam mengatur keuangan/freepik/freepik
1. Pentingnya Punya Perencanaan Keuangan
Apapun pekerjaannya, adalah penting untuk dapat mengelola keuangan secara bijak. Gunanya agar kamu bisa berkehidupan saat ini dan nanti atau di masa depan dengan sejahtera, karena hidup 'tidak selalu di atas'.
Para parencana keuangan menyarankan agar kamu membagi ke beberapa pos pengeluaran tiap bulan serta disiplin menaati. 'Rumus' yang bisa kamu coba dikutip dari CNBC Indonesia antara lain membagi 50% dari gaji untuk biaya kebutuhan sehari-hari (living), 25% cicilan, 15% disimpan untuk menabung, dan 10% untuk entertainment. Dengan begitu, kamu pun bisa menahan pengeluaran agar tidak sampai di luar budget yang telah ditentukan.
Nah, menabung ini penting dilakukan supaya kamu punya pegangan ya, Beauties. Akan lebih baik lagi mengalokasikan ke dana darurat juga investasi.
2. Milikilah Batasan
Percaya atau tidak, kemampuan untuk menetapkan batasan yang sehat dan mengatakan 'tidak' pada apapun yang tidak bermanfaat bagi kita adalah salah satu cara menghargai diri kita sendiri./ Foto:Freepik.com |
Membantu orang lain diartikan sebagai perbuatan baik. Dalam kebanyakan keyakinan atau agama, pengikutnya dianjurkan untuk melakukan hal tersebut. Hal ini memang tidak salah, namun selanjutnya yang perlu kamu pahami adalah pentingnya menentukan batasan.
Mengutip WebMD, menentukan batasan, punya manfaat untuk diri kita dan orang-orang di sekitar. Dengan begitu, orang lain akan memahami batasan dirimu dan harapannya tidak akan melewatinya demi menjaga hubungan baik. Kamu pun terbebas dari stres dan kesehatan mental terjaga.
Meski tidak mudah terutama bagi 'orang nggak enakkan', tetapi cobalah untuk mengkomunikasikan dengan jujur apa yang menjadi batasanmu dan disiplin menerapkan. Dalam hal keuangan, kamu bisa membantu atau meminjamkan orang lain semampumu dalam batas atau budget yang sudah ditentukan. Alias tidak yang akan sampai menyulitkan diri sendiri.
3. Pentingnya Edukasi Soal Keuangan ke Keluarga
Ilustrasi pasutri mengatur keuangan/Foto: Pexels/Mikhail Nilov |
Banyak kasus orang yang tidak punya tabungan hingga terlilit utang, ini dinilai karena tidak memiliki edukasi keuangan dengan tepat. Yaitu kemampuan mengelola uangnya secara tepat agar mencapai status keuangan pribadi atau keluarga yang sehat.
Beberapa tanda keuangan yang sehat yaitu uang tidak cepat habis saat baru gajian --bahkan hingga bikin kamu bingung soal uang transportasi, punya cicilan melebihi 35% dari penghasilan per bulan, sampai nggak punya tabungan.
Bila Beauties sudah punya anak, maka pentingnya mengajarkan bijak keuangan pada si kecil sejak dini. Pun menerapkan secara pribadi dan keluarga, juga berbagi cara mengelola uang secara tepat pada adik dan kakakmu.
----
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!
Percaya atau tidak, kemampuan untuk menetapkan batasan yang sehat dan mengatakan 'tidak' pada apapun yang tidak bermanfaat bagi kita adalah salah satu cara menghargai diri kita sendiri./ Foto:Freepik.com
Ilustrasi pasutri mengatur keuangan/Foto: Pexels/Mikhail Nilov