sign up SIGN UP

Kisah Perempuan Indonesia yang Resign dari PNS, Lalu Beralih Jadi Buruh Ikan dan Bergaji Capai Ratusan Juta

Tim Redaksi HaiBunda | Beautynesia
Rabu, 03 Aug 2022 13:15 WIB
Kisah Perempuan Indonesia yang Resign dari PNS, Lalu Beralih Jadi Buruh Ikan dan Bergaji Capai Ratusan Juta
Ilustrasi buruh ikan/Foto: Getty Images/iStockphoto/EoNaYa
Jakarta -

Di Indonesia, pekerjaan PNS atau ASN 'cukup laku'. Hal itu tentunya kerap dikaitkan dengan kemapanan yang akan didapat hingga masa pensiun nanti.

Tapi tentunya untuk mendapat kehidupan yang baik, bisa dari jalur lain juga ya, Beauties. Adalah Reni Heimustovu, dirinya memutuskan berhenti dari ASN (Aparatur Sipil Negara) usai menikah dengan warga negara asing, dan pindah ke Faroe Island. Lewat akun Twitternya @Hei_Reni, ia menceritakan kisahnya tersebut.

"Dulu di Indo gw ASN. Selama jd ASN gw sering dinas luar kota bahkan luar negeri. Setahun beberapa kali dapat kepercayaan ikut dinas bareng PM. Sekarang gw resign dan pilih kerja jadi buruh pabrik ikan di Faroe Islands," tulis Reni di Twitter yang dikutip HaiBunda, serta telah mendapatkan izin untuk mengutip tulisannya.

"Selama 3thn ini gw males cerita sama temen2 di Indo. Gak semua reaksinya baik. Bahkan ada yg tiba2 melabel gw sebagai warga kelas 2. Deym men! Warga kelas 2 itu apah?" sambungnya lagi.

TORSHAVN, THE FAROE ISLANDS  AUGUST 24: A view over the historical government quarter on August 24, 2018 in Torshavn, The Faroe Islands. The building on the left is the parliament. (Photo by Ole Jensen/Corbis via Getty Images)Faroe Island/ Foto: Corbis via Getty Images/Ole Jensen

Dirinya pindah dan menjadi buruh karena dinilainya nggak banyak pilihan, Beauties. Ia juga belum lancar bahasa asli sana.

"Knp gw lepas kerjaan gw dan malah jd buruh? Well... selama gw belom lancar bhs Faroe, pilihan kerja gw gak banyak. Jadilah gw "mentok" jd buruh pabrik ikan. But, really, it is okay," ujarnya.

"Klo gw sekeluarga pindah ke Indo biar gw tetep jadi ASN, yg ada suami bule gw bisa² cuma jd bapak RT. Trus abis itu netijen julid komen deh "ih...mokondo dong?". Kasian laki gw. Dengan visa keluarga di Faroe, gw sama anak³ otomatis dapat ijin kerja. Sementara visa keluarga di Indo gak gitu. Kudu cari perusahaan yg mau ngegaji bule lalu mrk yg apply working permit buat laki gw."

Buruh Ikan Bergaji Fantastis

Fisherman with his son. Klaksvik harbour. Bordoy island (Nordoyar). Faroe Islands (Faroes). Denmark. Europe. (Photo by: Massimo Piacentino/REDA&CO/Universal Images Group via Getty Images)Faroe Island (Photo by: Massimo Piacentino/REDA&CO/Universal Images Group via Getty Images)/ Foto: Universal Images Group via Getty/REDA&CO

Reni menceritakan ketika menetap di sana, tidak sulit baginya untuk mencari pekerjaan. Ini senada dengan data angka pengangguran di sana yang lebih kecil dibanding di Indonesia. Tak hanya itu, gaji yang diterima juga lebih dari cukup.

"Salary gap di Faroe itu gak kaya sultan vs rakyat jelata. Gaji walikota 50.000DKK vs gaji buruh ikan kaya gw 25.000DKK. Beda 2x lipat. Klo di Indo, gaji walikota plus tunjangan dll... 60an juta (DKI) vs UMR 4jt an... beda 15x lipat," ungkap Reni.

"Buruh kasar kaya gw, tukang bangunan, org bengkel itu upah perjamnya mulai dr 350rb per jam sampai 800rb per jam. Bedanya sama org kantoran, mrk gajinya fix bulanan gak ada uang lembur. Kita klo gak kerja ya ga dpt duit. Tapi klo lembur, uang lembur 200% dr upah normal," sambungnya.

Selain itu, ia juga menyoroti tentang sistem bekerja di sana, seperti mendapat jatah libur khusus karena sudah lembur. Lalu setiap satu tahun sekali, dirinya juga akan dapat uang liburan yang setara 11 persen pemasukan dalam setahun dan tidak dikenai pajak.

"Holiday itu penting bgt. Pengusaha sini gak keberatan tutup usaha selama 2 sampai 5 minggu biar bisa liburan. Ini gw dipaksa libur 2 minggu skr. Toko pun gitu. Well, we need rest and rewind," tulisnya.

"Gak kerja = gak diupah. Tapi 1 thn sekali gw dpt holiday money yg setara dengan 11% dr pemasukan gw setahun. Klo gw kerja normal tanpa lembur, 2thn lalu gw dpt 400jt setahun. Itung sendiri deh holiday money gw."

Reni sendiri mengaku saat menjadi ASN, mendapat gaji sebesar Rp60 juta per tahun, yang ternyata setelah dipotong pajak, pemasukan tersebut masih lebih besar menjadi buruh ikan.

Lantas seperti apa lagi kehidupan di Faroe Island yang bikin dirinya merasa betah untuk membesarkan anak di sana?

Lanjutkan membaca di sini, Beauties!

---

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation! Caranya DAFTAR DI SINI

 

(fip/fip)

Our Sister Site

mommyasia.id