Krisis Global di Depan Mata? Lakukan Hal Ini Sekarang Biar Nggak Panik

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Senin, 02 Mar 2026 17:15 WIB
Apa yang Perlu Dikhawatirkan dari Krisis Global?
Apa yang Perlu Dikhawatirkan dari Krisis Global? Dampak terhadap energi hingga ekonomi/Foto: freepik.com/freepik

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tak hanya sekedar ketegangan geopolitik di luar negeri. Konflik yang terjadi bisa menimbulkan krisis global yang berdampak bagi seluruh dunia. Dampak yang terjadi bisa ke dalam beberapa sektor, terutama pada keuangan, energi, dan perdagangan.

Para akademisi menilai bahwa konflik yang terjadi saat ini bisa juga berdampak pada negara berkembang, seperti Indonesia. Lalu, apa saja yang perlu dikhawatirkan dari krisis global dan apa yang perlu dipersiapkan?

Apa yang Perlu Dikhawatirkan dari Krisis Global?

Apa yang Perlu Dikhawatirkan dari Krisis Global? Dampak terhadap energi hingga ekonomi/Foto: freepik.com/freepik

1. Lonjakan Harga Energi dan Minyak

Iran menjadi salah satu negara pemilik cadangan minyak dan gas terbesar di dunia. Pakar Hukum Internasional dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Satria Unggul Wicaksana seperti dilansir dari laman resmi UMSURA, menjelaskan ancaman lonjakan harga energi yang terjadi secara global. Hal tersebut karena jalur distribusi minyak dan gas dari Timur Tengah menuju Eropa dan Asia melewati Selat Hormuz yang berada di bawah pengaruh Iran. Maka, jika Iran melakukan blokade terhadap jalur tersebut, pasokan energi dunia akan sangat terpengaruh. 

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Mohammad Nur Rianto Al Arif juga menjelaskan dalam artikel di laman resmi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bahwa setiap terjadi konflik di Timur Tengah juga diikuti oleh kenaikan harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada BBM, tetapi juga pada biaya transportasi, harga pangan, biaya produksi industri, dan tarif logistik.

2. Tekanan Inflasi Bagi Negara Berkembang

Ketika harga energi dan minyak naik, banyak sektor yang juga mengalami penyesuaian harga yang menjadi naik. Negara pengimpor energi, termasuk Indonesia akhirnya bisa terdampak menghadapi tekanan. Mohammad Nur Rianto Al Arif mengatakan negara berkembang bisa mengalami tekanan defisit neraca perdagangan melebar, nilai tukar rupiah, dan juga beban subsidi energi yang membengkak. Tekanan inflasi yang tinggi bisa menurunkan daya beli masyarakat, terutama di kelas menengah dan kelompok rentan.

3. Ketidakpastian Ekonomi Global

Situasi geopolitik yang tidak stabil, membuat ekonomi global juga berada dalam ketidakpastian. Investor cenderung mencari aset aman seperti emas dan dolar AS yang akhirnya bisa berakibat pada pasar saham yang bisa bergejolak, arus modal asing keluar dari negara berkembang, dan juga nilai tukar bisa tertekan.

Ketidakpastian ini bisa membuat stabilitas ekonomi menjadi lebih rentan. Mohammad Nur Rianto Al Arif mengatakan serangan Amerika-Israel ke Iran menunjukkan satu hal mendasar bahwa ekonomi global sangat sensitif terhadap guncangan geopolitik. Sehingga, dalam jangka pendek dunia bisa menghadapi ketidakpastian ekonomi. Dalam jangka menengah, arah konflik akan menentukan apakah dampaknya hanya sementara atau bisa jadi pemicu perlambatan global yang lebih mendalam.

Apa yang Perlu Dipersiapkan?

Apa yang Perlu Dipersiapkan untuk menghadapi krisis global. Mulai dari dana darurat hingga uang tunai/Foto: freepik.com/afzar

Ekonomi menjadi pusat kehidupan, di tengah ketidakpastian yang mungkin terjadi akibat krisis global, ada beberapa persiapan yang disarankan bagi individu dan keluarga yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Perkuat Dana Darurat

Dana darurat idealnya dimiliki untuk biaya hidup 3-6 bulan pengeluaran rutin. Hal ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan biaya hidup.

2. Evaluasi Manajemen Keuangan

Mengevaluasi kondisi keuangan secara berkala dan mengurangi pengeluaran konsumtif yang tidak mendesak bisa dilakukan. Selain itu, melunasi utang dengan bunga tinggi secepat mungkin dan memprioritaskan kebutuhan pokok sebelum keinginan.

3. Memiliki Sumber Pendapatan Tambahan

Mencari sumber penghasilan tambahan atau pekerjaan sampingan yang bisa menjadi penopang saat ketidakpastian ekonomi agar finansial bisa tetap terjaga.

4. Siapkan Uang Tunai

Uang tunai penting untuk dipersiapkan ketika menghadapi krisis global. Uang tunai bisa jadi pegangan jika sistem digital mengalami gangguan jaringan saat kondisi perang. 

5. Cermat Pilih Investasi

Dalam ketidakpastian ekonomi, jangan hanya menaruh semua uang di satu tempat. Simpan aset ke dalam berbagai bentuk, misalnya emas, properti, reksa dana, atau aset kripto. Namun, dalam memilih investasi harus memilih produk investasi yang menguntungkan, seperti emas. Harga emas akan stabil atau cenderung naik.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE