STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Memahami Makna, Bentuk, dan Dampak Kekerasan Finansial dalam Rumah Tangga

Nuriatul Fatimah | Beautynesia
Jumat, 25 Nov 2022 06:15 WIB
Memahami Makna, Bentuk, dan Dampak Kekerasan Finansial dalam Rumah Tangga
Ilustrasi/Foto: Freepik

Kekerasan terhadap perempuan dan kelompok rentan lain seperti anak-anak dan lansia terdiri dari banyak bentuk. Pelaku kekerasan bisa siapa saja, namun justru biasanya didapati dilakukan oleh orang atau keluarga terdekat yang seharusnya melakukan perlindungan terhadap individu yang dikategorikan sebagai kelompok rentan tersebut.

Mengutip definisi kekerasan domestik menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwa kekerasan domestik merupakan kekerasan dalam rumah tangga yang bertujuan menciptakan kontrol, mendapatkan, dan mempertahankan kekuasaan untuk mengendalikan pasangan. Salah satu bentuk dari kekerasan dalam rumah tangga adalah tindakan kekerasan finansial.

Apa Itu Kekerasan Finansial?

Kekerasan Finansial (Financial Abuse) merupakan bentuk kekerasan domestik yang dapat dialami oleh perempuan, anak-anak dan lansia sebagai kelompok yang rentan mengalami kekerasan domestik yang menyebabkan ketidakmampuan dalam mengakses pemenuhan kebutuhan dasar.

Kekerasan Finansial Menciptakan Ketergantungan dan Mengakibatkan Korban Tidak Mampu Mengakses Kebutuhan Dasar/Foto: Freepik.com
Kekerasan Finansial Menciptakan Ketergantungan dan Mengakibatkan Korban Tidak Mampu Mengakses Kebutuhan Dasar/Foto: Freepik.com

Korbannya akan mengalami kecemasan dan masalah kesehatan mental karena ketidakamanan finansial (financial insecurity) yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup berupa tidak dapat mengakses kebutuhan sandang, pangan, rumah, kesehatan, pendidikan dan akses kepada pekerjaan.

Akses terhadap sumber keuangan dan akses terhadap pengeloaan keuangan sangat penting bagi kehidupan individu. Tanpa kedua akses tersebut, individu akan mengalami kesulitan dalam menjalani kehidupannya karena segala aspek kehidupan membutuhkan dukungan ekonomi atau finansial.

Individu yang tidak memiliki akses terhadap akses finansial berpotensi dan berkecederungan jatuh dalam kondisi ketergantungan ekonomi. Ketergantungan ekonomi dapat memicu terjadinya kekerasan. Ketergantungan ekonomi dapat terjadi karena dikondisikan agar target atau korban lemah dan bergantung secara finansial sehingga pihak yang mengontrol sumber ekonomi akan leluasa pula mengontrol kehidupan individu yang ketergantungan kepadanya yakni korban.

Bentuk Kekerasan Finansial

Kondisi ketergantungan ekonomi dapat diciptakan melalui manipulasi psikologis. Contoh dari manipulasi psikologis tersebut adalah membujuk atau mempengaruhi korban agar pelaku sebagai pihak tunggal yang berwenang mengelola sumber keuangan keluarga.

Manipulasi Psikologis Salah Satu Cara Pelaku Kekerasan Finansial dalam Membujuk Korbannya agar Pelaku dapat Secara Penuh Mengelola Akses Keuangan Keluarga atau Rumah Tangga/Foto: Freepik.com
Manipulasi Psikologis Salah Satu Cara Pelaku Kekerasan Finansial dalam Membujuk Korbannya agar Pelaku dapat Secara Penuh Mengelola Akses Keuangan Keluarga atau Rumah Tangga/Foto: Freepik.com

Sumber keuangan keluarga dapat dikelola pelaku kekerasan dalam bentuk tabungan, aset, dan investasi namun korban tidak mendapatkan akses terhadap sumber-sumber keuangan tersebut. Baik atas alasan bahwa korban dianggap tidak memiliki kemampuan pengelolaan sumber dan akses keuangan maupun dengan cara paksaan dan tekanan agar korban tidak dapat mengakses sumber keuangan sehingga menciptakan kontrol dan ketergantungan kehidupan.  

Selain upaya kontrol finansial, kekerasan finansial dapat berupa penelantaran ekonomi. Penelantaran ekonomi dapat berbentuk disfungsi peran utama pencari nafkah dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pencari nafkah utama dengan sengaja tidak ingin secara penuh memenuhi kebutuhan utama keluarga atau meninggalkan keluarga yang membutuhkan peran utama pencari nafkah.

Penelantaran Ekonomi Berupa Penolakan dan Ketidakhadiran Peran Utama Pencari Nafkah dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Juga Merupakan Bentuk Kekerasan Finansial/Foto: Freepik.com
Penelantaran Ekonomi Berupa Penolakan dan Ketidakhadiran Peran Utama Pencari Nafkah dalam Memenuhi Kebutuhan Keluarga Juga Merupakan Bentuk Kekerasan Finansial/Foto: Freepik.com

Kekerasan finansial merupakan kekerasan tidak berwujud langsung (intangible violance), berbeda dengan kekerasan fisik dan kekerasan seksual yang dapat terlihat (tangible violance).

Meski kekerasan finansial merupakan kekerasan tidak langsung, namun dampaknya merusak (destruktif) terhadap kehidupan individu korban yang mengalaminya yakni ketidakamanan finansial (financial insecurity) yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup berupa tidak dapat mengakses kebutuhan sandang, pangan, rumah, kesehatan, pendidikan dan akses kepada pekerjaan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE