Mengenal 'Black Coffee Theory' yang Viral di Medsos

Henny Alifah | Beautynesia
Kamis, 16 Jul 2026 07:30 WIB
Konsep Psikologis di Balik Teori Kopi Hitam
Konsep psikologis di balik teori kopi hitam/ Foto: Pexels.com/Dominika Poláková

Pernahkah kamu dengar tentang black coffee theory? Jika belum, coba perhatikan skenario berikut, Beauties.

Bayangkan kamu pergi ke kedai kopi, tetapi tidak yakin apa yang ingin kamu pesan. Menu yang penuh dengan sirup mewah dan berbagai pilihan susu membuatmu kewalahan. Semuanya tampak enak, sampai-sampai kamu bingung mau pesan apa. Yang jelas, kamu tahu kamu tidak ingin kopi hitam. Lalu tibalah giliranmu untuk memesan. Barista bertanya apa yang ingin kamu pesan, dan kamu memberi tahu dia bahwa kamu tidak yakin, tetapi kamu tidak ingin kopi hitam. Bahkan, kamu terus mengulanginya. "Saya akan minum apa saja, asal bukan kopi hitam."

Barista itu sibuk. Antrean panjang orang menunggu minuman mereka dan barista itu harus menangani banyak hal. Dia pergi untuk membuat minumanmu dan satu-satunya hal yang dia ingat tentang interaksi denganmu adalah kamu berulang kali menyebutkan kopi hitam. Dia pun memanggil namamu untuk memberi tahu bahwa minumanmu sudah siap, dan ya, dia menyerahkan secangkir kopi hitam panas yang mengepul.

Skenario tentang kopi hitam di atas cukup ramai dibicarakan di media sosial, lewat reels Instagram maupun video TikTok.  Lantas apa makna di baliknya? Simak penjelasannya di bawah ini, Beauties.

Konsep Psikologis di Balik Teori Kopi Hitam

Konsep psikologis di balik teori kopi hitam/ Foto: Pexels.com/Dominika Poláková

Skenario dari teori kopi hitam dianggap relevan dengan cara kebanyakan manusia ketika menghadapi masalah dan tujuan. Ketika seseorang terus-menerus membicarakan hal-hal yang tidak ingin dia alami, "kopi hitam" itulah yang akhirnya membanjiri pikiran dan menjadi kenyataan.

Dalam skenario tersebut, pembicaraan terus-menerus tentang kopi hitam menjadi satu-satunya hal yang diingat oleh barista. Jika seseorang selalu memikirkan hambatan, kecemasan, dan stres dalam hidupnya, hal itu justru akan menguasai pikirannya dan tidak menyisakan ruang untuk tujuan sebenarnya yang ingin dia capai.

Menurut teori ini, jika kamu menginginkan sesuatu dalam hidup, maka kamu perlu memintanya secara spesifik. Dan jika kamu tidak menginginkan sesuatu, jangan memintanya, jangan membahasnya sama sekali. Seperti yang disarankan teori ini, jika kamu mencari latte, katakan saja kamu ingin latte, tidak perlu menyebutkan kopi hitam. Jika kamu mencari kedamaian, jangan terus mengatakan pada diri sendiri bahwa kamu tidak menginginkan stres.

Berfokus pada stres hanya akan membuatnya terus ada di pikiranmu dan memperkuatnya dalam pengalaman sehari-hari. Sebaliknya, katakan pada diri sendiri bahwa kamu menginginkan kedamaian. Sama seperti seorang barista di kedai kopi, alam bawah sadar kamu membutuhkan perintah langsung untuk memberi apa yang kamu cari, atau untuk membantumu mewujudkannya dalam kehidupan nyata. 

Jadi, jika kamu merasa terjebak dalam hidup saat ini, atau kamu mencoba menghindari situasi tertentu, cobalah abaikan saja apa yang tidak kamu inginkan. Sebaliknya, fokuslah pada apa sebenarnya yang kamu inginkan. Bisa apa saja, mungkin lebih banyak uang, hubungan yang sehat, atau ketenangan pikiran.

Jangan katakan pada diri sendiri bahwa kamu tidak ingin bangkrut, atau kamu tidak ingin merasa kesepian, atau stres. Namun, coba alihkan fokus ke tujuan spesifik, hal-hal positif, dan kamu akan menemukan bahwa hal-hal positif tersebut akan jauh lebih sering terjadi dalam hidupmu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE