Pernahkah kamu dengar tentang black coffee theory? Jika belum, coba perhatikan skenario berikut, Beauties.
Bayangkan kamu pergi ke kedai kopi, tetapi tidak yakin apa yang ingin kamu pesan. Menu yang penuh dengan sirup mewah dan berbagai pilihan susu membuatmu kewalahan. Semuanya tampak enak, sampai-sampai kamu bingung mau pesan apa. Yang jelas, kamu tahu kamu tidak ingin kopi hitam. Lalu tibalah giliranmu untuk memesan. Barista bertanya apa yang ingin kamu pesan, dan kamu memberi tahu dia bahwa kamu tidak yakin, tetapi kamu tidak ingin kopi hitam. Bahkan, kamu terus mengulanginya. "Saya akan minum apa saja, asal bukan kopi hitam."
Barista itu sibuk. Antrean panjang orang menunggu minuman mereka dan barista itu harus menangani banyak hal. Dia pergi untuk membuat minumanmu dan satu-satunya hal yang dia ingat tentang interaksi denganmu adalah kamu berulang kali menyebutkan kopi hitam. Dia pun memanggil namamu untuk memberi tahu bahwa minumanmu sudah siap, dan ya, dia menyerahkan secangkir kopi hitam panas yang mengepul.
Skenario tentang kopi hitam di atas cukup ramai dibicarakan di media sosial, lewat reels Instagram maupun video TikTok. Lantas apa makna di baliknya? Simak penjelasannya di bawah ini, Beauties.