STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Mengenal Sosok Pemberani Licypriya Kangujam, Aktivis Lingkungan Termuda di Dunia dari India!

Sherley Gucci Permata Sari | Beautynesia
Selasa, 30 Aug 2022 17:00 WIB
Mengenal Sosok Pemberani Licypriya Kangujam, Aktivis Lingkungan Termuda di Dunia dari India!

Saat ini ada cukup banyak aktivis muda yang berjuang di bidangnya masing-masing. Salah satunya Licypriya Kangujam, perempuan cilik berusia 10 tahun yang berasal dari India ini kini ramai dibicarakan karena aksinya yang berani menyuarakan isu iklim di berbagai dunia lewat media sosial dan berkeliling dunia.

Perempuan yang lahir di India Timur ini memiliki misi agar masyarakat dunia memiliki kepedulian terhadap kondisi iklim saat ini yang mengkhawatirkan dan menimbulkan banyak bencana alam. Dalam usianya yang relatif sangat muda ini, ia mendapat julukan sebagai pegiat lingkungan termuda di dunia, lho.

Ingin tahu bagaimana kisah Licypria Kangujam? Yuk, simak ceritanya yang telah dilansir dari berbagai sumber berikut ini!

Awal Mula Ketertarikan pada Isu Iklim

Aksi protes Licypriya terhadap isu iklim di India
Aksi Licypriya Kangujam/Foto: instagram.com/licypriyakangujam/

Perempuan yang kerap disapa Kangujam ini lahir di India Timur, tepatnya di desa Manipur pada 2 Oktober 2011.  Gerakannya dalam menyuarakan isu iklim dan lingkungan di dunia dimulai sejak tahun 2016 saat ia datang ke Delhi pertama kalinya untuk bersekolah. Di saat yang sama, ia merasa hidupnya kacau akibat tingkat polusi udara yang cukup tinggi di India.

Merasa tidak nyaman dengan kondisi itu, ia kemudian berpindah-pindah ke Bhubaneswar dan Odisha. Saat topan Titli di tahun 2018 dan topan Fani di tahun 2019 melanda India, peristiwa ini akhirnya membuat Kangujam menjadi sosok yang blak-blakan yang berbicara tentang dampak perubahan iklim kepada para pemimpin di India karena gagal untuk bertindak.

[Gambas:Instagram]

Ketertarikannya terhadap berbagai masalah iklim dunia juga tak lepas dari peran ayahnya yang merupakan seorang magister lingkungan dari Universitas Internasional Nelanda. Sejak kecil, ayahnya sering menceritakan berbagai masalah lingkungan yang ada di dunia kepadanya. Saat gempa hebat melanda Nepal pada tahun 2015, Kangujam turut serta membantu ayahnya mengumpulkan donasi bantuan untuk para pengungsi dan membantu para keluarga korban.

Dilansir dari BBC, Kangujam merasa sangat sedih saat melihat anak-anak yang menjadi tunawisma akibat orangtuanya yang meninggal akibat bencana alam. Baginya peristiwa tersebut menjadi hal penting baginya karena ia dapat memaknai tentang perubahan iklim dan bencana alam.

Apa yang Dilakukannya?

Licypriya Mendapatkan Tentangan dari Pemerintah India
Licypriya Mendapatkan Tentangan/Foto: Harvard

Dalam aksi kepeduliannya terhadap iklim, Licypria melakukan berbagai wujud protes khususnya di negaranya bermukim dengan membentangi papan yang berisikan kritikannya terhadap iklim dan lingkungan. Kangujam juga menjadi pemimpin dalam gerakan pemuda di India agar negara tersebut dapat segera mengesahkan Undang-Undang baru yang dapat mengatur batas gas emisi karbon di India.

Bahkan aksinya hingga saat ini masih terus dijalankan dengan berkeliling dunia, khususnya dalam konferensi iklim dunia. Belum lama ini, Licypria telah mengunjungi Indonesia di awal Agustus kemarin, lho, Beauties. Dilansir dari akun Instagram miliknya, dalam kunjungannya ke Indonesia, ia memiliki agenda untuk mengisi sebuah acara. Ia juga membawa papan yang selalu dibawanya dalam kampanye iklim ke depan istana negara dengan menandai akun Instagram Presiden RI Joko Widodo.

Prestasi

Licypriya diundang dalam konferensi iklim
Licypriya Kangujam/Foto: Dok. Harvard

Meskipun terbilang masih belia, Kangujam telah mengukir prestasi dengan berbicara di depan khalayak dunia dalam acara Konferensi Iklim. Tahun 2018 merupakan tahun pertamanya diundang dalam Konferensi Bencana PBB di Mongolia. Pada tahun 2019, ia mendapat kesempatan berbicara di Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP25).

Meskipun masih mendapatkan tentangan dan tantangan dalam aksinya, ia juga telah berhasil membuat pencantuman perubahan iklim sebagai mata pelajaran wajib dalam Kurikulum Pendidikan Sekolah. Bahkan untuk memperjuangkan Undang-undang Polusi Baru dari pemerintah India, Kangujam sempat ditahan pada 18 Oktober 2020 oleh kepolisian di wilayah Delhi. Tak hanya itu, dalam setahun ia juga telah berhasil menanam 1 juta pohon di berbagai tempat di India bersama anak-anak lainnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE