sign up SIGN UP

Mengenal Sosok Tarana Burke, Pendiri Gerakan #MeToo yang Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual

Nur Amalina Izzati | Beautynesia
Selasa, 20 Sep 2022 18:15 WIB
Mengenal Sosok Tarana Burke, Pendiri Gerakan #MeToo yang Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual
caption

Beauties, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan gerakan #MeTooMe Too Movement merupakan sebuah kampanye untuk melawan segala bentuk pelecehan dan kekerasan seksual melalui media sosial. Gerakan Me Too sendiri telah eksis diprakarsai oleh Tarana Burke pada tahun 2006, lho.

Seperti apa, sih, sosok Tarana Burke, pencetus #MeToo untuk berantas pelecehan dan kekerasan seksual? Yuk, simak lengkapnya!

Latar Belakang Tarana Burke

Tarana Burke dan keluarga/Foto: instagram.com/taranajaneen
Tarana Burke dan keluarga/Foto: instagram.com/taranajaneen

Melansir dari Women History, Tarana Burke lahir pada 12 September 1973 di Bronx, New York. Burke sangat menyukai kegiatan aktivis dan pengorganisasian komunitas sejak usia muda. Akhir tahun 80-an, Burke bergabung dengan organisasi pengembangan pemuda bernama 21st Century.

Burke lulus dari Auburn University di akhir tahun 90-an. Semasa kuliah, Burke mengorganisir konferensi pers dan melakukan aksi kampanye mengenai keadilan ekonomi dan rasial.

Pernah Menjadi Korban Pelecehan

Tarana Burke/Foto: instagram.com/taranajaneen
Tarana Burke/Foto: instagram.com/taranajaneen

Kehidupan masa kecil Burke tak seindah seperti anak-anak lainnya. Burke adalah korban pelecehan seksual ketika dirinya berusia 7 tahun.

Sekitar lima belas tahun yang lalu, Tarana kembali mengunjungi lingkungan lamanya, di Bronx. Ia pun tak sengaja berpapasan dengan pria yang pernah melecehkannya.

"Sulit untuk menjelaskan bagaimana rasanya melihat seseorang yang telah menghancurkan hidup saya," ucapnya kepada PEOPLE.

Ibunya tak mengetahui tentang pelecehan seksual yang dialami Tarana ketika masih kecil. Burke takut memberi tahu ibunya dan ayah tirinya, karena ayahnya pasti akan menyelidiki pelakunya.

Saat Tarana merintis gerakan #MeToo, ia mulai menceritakannya kejadian pelecehan yang dialaminya kepada sang ibu. Beruntungnya, ibunya selalu memberikan dukungan dan apapun yang dibutuhkan oleh Burke.

"Ibu saya selalu mengingatkan untuk terus menjalani hidup, karena semuanya akan baik-baik saja," tegasnya.

Awal Terbentuknya Gerakan #MeToo

Tarana Burke/Foto: instagram.com/taranajaneen
Tarana Burke/Foto: instagram.com/taranajaneen

Atas pengalamannya menjadi direktur di youth camp dan dipercaya untuk membina para penyintas pelecehan seksual, Tarana tergerak untuk mendirikan organisasi nirlaba bernama Just Be Inc di tahun 2006.

Organisasi tersebut bertujuan untuk memberdayakan perempuan muda kulit hitam melalui program serta lokakarya. Just Be Inc berdampak positif di masyarakat, bahkan programnya diadopsi setiap sekolah umum di Selma, Alabama.

Sebagai penyintas, Tarana tidak ingin memendam sendiri pengalaman pahit yang pernah dilaluinya. Sehingga, ia mendirikan gerakan #MeToo di tahun yang sama. Gerakan tersebut bertujuan untuk menciptakan ruang agar suara para penyintas bisa didengar, dengan tagline "empowerment through empathy".

Pada Oktober 2017, Me Too menjadi populer berkat Alyssa Milano. Aktris asal Amerika itu, mengajak semua orang untuk melantangkannya melalui Twitter.

"Jika kamu pernah mengalami pelecehan atau kekerasan seksual, balas tweet ini dengan kata 'me too' (aku juga)," tulisnya.

Dalam hitungan jam, #MeToo menjadi trending. Ribuan perempuan dari berbagai negara dan latar belakang turut menyuarakan, bahkan menceritakan pengalamannya saat menjadi korban pelecehan seksual.

Karya dan Penghargaan

Tarana Burke mendapatkan Sydney Peace Prize tahun 2019/Foto: instagram.com/taranajaneen
Tarana Burke mendapatkan Sydney Peace Prize tahun 2019/Foto: instagram.com/taranajaneen

Tarana Burke menjadi sosok penting dalam menyuarakan keadilan dan terus berkomitmen untuk mendukung para penyintas pelecehan atau kekerasan seksual. Karena sosoknya yang inspiratif, ia juga terus berkarya dan meraih penghargaan.

Berikut beberapa prestasi yang pernah diraih Tarana Burke:

  • Menyandang gelar Person of the Year 2017 versi Time Magazine.
  • Meraih ADCOLOR Awards 2018, karena telah mendukung para penyintas pelecehan dan penyerangan seksual.
  • Menduduki posisi pertama dari 100 orang Afrika-Amerika yang paling berpengaruh versi The Root 2018.
  • Menerima The Ridenhour Prizes di tahun 2018, sebagai individu yang berani dan komitmen terhadap keadilan dan mempopulerkan frasa Me Too.
  • Me Too Movement menerima Sydney Peace Prize tahun 2019.
  • Tarana Burke menerbitkan buku You Are Your Best Thing: Vulnerability (2021) dan Shame Resilience (2021). Ia juga menulis the Black Experience (2021) yang berkolaborasi dengan Brené Brown.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Our Sister Site

mommyasia.id