Mengenal Sosok Toni Morrison, Perempuan Kulit Hitam Pertama Peraih Nobel Sastra
Nama Toni Morrison menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam dunia sastra modern. Novel-novelnya yang mengangkat tema identitas, sejarah, keluarga, hingga pengalaman hidup masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat, membuatnya mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam pertama yang menerima Nobel Sastra pada tahun 1993.
Toni Morrison menjadi sosok penting dalam dunia sastra yang dikenang hingga kini. Simak profilnya berikut ini.
Mengawali Karier sebagai Editor dan Penulis
Toni Morrison Mengawali Karier sebagai Editor dan Penulis/Foto: people.com
Bukan dengan nama Toni Morrison, ia lahir dengan nama Chloe Ardelia Wofford pada 18 Februari 1931 di Lorain, Ohio, Amerika Serikat. Toni Morrison tumbuh di lingkungan yang kaya akan tradisi bercerita. Dengan latar belakang pendidikan yang luar biasa, ia menempuh pendidikan di Howard University sebelum melanjutkan studi magister di Cornell University.
Perjalanannya sebagai novelis diawali dengan dirinya yang bekerja sebagai editor di Random House. Di sana, ia turut membantu menerbitkan karya-karya penulis Afrika-Amerika sehingga lebih dikenal oleh pembaca. Novel pertamanya, The Bluest Eye, terbit pada 1970 dan mengangkat isu rasisme, standar kecantikan, serta pengalaman perempuan kulit hitam di Amerika.
Menjadi Perempuan Kulit Hitam Pertama Peraih Nobel Sastra
Toni Morrison Menerima Presidential Medal of Freedom dari Presiden Barack Obama/Foto: cbs42.com
Karier Toni Morrison terus berkembang lewat karya-karya, dengan novelnya yang paling dikenal seperti The Bluest Eye (1970), Sula (1973), Song of Solomon (1977), hingga Beloved (1987). Novel Beloved, yang terinspirasi dari kisah nyata seorang ibu bernama Sethe, yang melarikan diri dari perbudakan di Amerika pasca Perang Saudara. Novel ini membawa Morrison pada Pulitzer Prize for Fiction di tahun 1988 dan menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam sastra Amerika.
Lima tahun kemudian, tepatnya pada 1993, Morrison menerima Nobel Prize in Literature. Akademi Swedia menganugerahinya penghargaan tersebut karena karya-karyanya dinilai menghadirkan kekuatan visioner dan bahasa yang puitis dalam menggambarkan realitas kehidupan masyarakat Amerika.
Karya-karyanya Terus Menginspirasi Pembaca
Karya-karya Toni Morrison yang Terus Menginspirasi Pembaca/Foto: Britannica.com
Hingga kini, karya Toni Morrison masih dipelajari di berbagai institusi pendidikan dan terus direkomendasikan kepada pembaca baru. Beberapa novel yang paling dikenal antara lain The Bluest Eye, Sula, Song of Solomon, Beloved, Jazz, dan Paradise. Melalui karya-karya tersebut, Morrison banyak membahas identitas, sejarah, trauma antargenerasi, cinta, hingga hubungan keluarga dengan sudut pandang yang kuat dan mendalam.
Selain dikenal lewat novel-novelnya, Morrison juga meninggalkan banyak pemikiran tentang dunia kepenulisan. Salah satu kutipannya yang paling terkenal berbunyi, “If there’s a book that you want to read, but it hasn’t been written yet, then you must write it (Jika ada buku yang ingin kamu baca tapi belum ditulis, maka kamu harus menulisnya).”
Kalimat itu ia ucapkan pada pidato the Ohio Arts Council di tahun 1981. Kutipan tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa menulis dapat menjadi cara untuk menghadirkan cerita dan suara yang selama ini belum banyak terwakili.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!