Mengenal Tradisi Hungry Ghost Festival, Puncaknya Hari Ini!

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Kamis, 27 Aug 2026 09:15 WIB
Makna Hungry Ghost Festival bagi Masyarakat
Di balik berbagai cerita mistis, Hungry Ghost Festival memiliki nilai budaya tentang penghormatan kepada leluhur, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana ajaran Buddha, Taoisme, dan kepercayaan rakyat berpadu dalam budaya Tionghoa./ Foto: x.com/ChinaDaily

Hungry Ghost Festival atau yang dikenal sebagai Zhongyuan Jie (中元節) merupakan salah satu tradisi yang berkaitan dengan bulan ketujuh dalam kalender lunar Tionghoa. Pada 2026, Ghost Month berlangsung mulai 13 Agustus hingga 10 September, sedangkan puncak Hungry Ghost Festival jatuh pada 27 Agustus 2026, yaitu hari ke-15 bulan ketujuh.

Tradisi ini tidak hanya ditemukan di satu negara, tetapi juga dirayakan dalam berbagai bentuk oleh komunitas Tionghoa di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, hingga wilayah lainnya. Perayaannya dapat berupa pemberian makanan, pembakaran dupa dan kertas persembahan, ritual di kuil, pertunjukan tradisional, hingga acara komunitas.

Menurut kepercayaan Tao dan Buddha, bulan ketujuh menjadi waktu ketika roh-roh dipercaya kembali ke dunia manusia. Oleh karena itu, berbagai ritual dilakukan untuk menghormati leluhur sekaligus menenangkan roh-roh yang dipercaya tidak memiliki keluarga untuk memberikan penghormatan kepada mereka.

Sebelum mengetahui berbagai tradisinya, yuk, pahami bagaimana Hungry Ghost Festival berkembang dan mengapa bulan ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Tionghoa, Beauties!

Apa Itu Hungry Ghost Festival dan Ghost Month?

Ghost Month merupakan bulan ketujuh kalender lunar yang dipercaya menjadi waktu kembalinya roh ke dunia manusia. Hungry Ghost Festival kemudian menjadi puncak perayaan yang berfokus pada penghormatan kepada leluhur dan roh yang tidak memiliki keluarga./ Foto: x.com/TODAYonline

Ghost Month merupakan bulan ketujuh kalender lunar yang dipercaya menjadi waktu kembalinya roh ke dunia manusia. Hungry Ghost Festival kemudian menjadi puncak perayaan yang berfokus pada penghormatan kepada leluhur dan roh yang tidak memiliki keluarga./ Foto: x.com/TODAYonline

Konsep hungry ghosts atau roh kelaparan (餓鬼) berasal dari kosmologi Buddhis India. Dalam gambaran tradisional, mereka digambarkan memiliki perut besar tetapi tenggorokan dan mulut yang sangat kecil sehingga terus merasa lapar dan kesulitan menikmati makanan.

Dalam perkembangan budaya Tionghoa, konsep tersebut kemudian berpadu dengan kepercayaan rakyat mengenai roh orang-orang yang meninggal tanpa keluarga, tidak mendapatkan penghormatan yang layak, atau tidak memiliki keturunan untuk melakukan ritual bagi mereka.

Melansir CommonWealth Magazine, tradisi ini juga memiliki hubungan dengan kisah Buddhis Ullambana, yang menceritakan Mulian berusaha menyelamatkan ibunya dari alam para hungry ghosts. Di sisi lain, budaya Tionghoa juga memiliki tradisi penghormatan kepada leluhur yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Tradisi yang Dilakukan Selama Hungry Ghost Festival

Berbagai komunitas Tionghoa menjalankan ritual berbeda selama Hungry Ghost Festival, mulai dari memberikan persembahan hingga membakar dupa dan kertas sembahyang. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menenangkan roh yang dipercaya berkeliaran./ Foto: x.com/ChinaDaily

Berbagai komunitas Tionghoa menjalankan ritual berbeda selama Hungry Ghost Festival, mulai dari memberikan persembahan hingga membakar dupa dan kertas sembahyang. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menenangkan roh yang dipercaya berkeliaran./ Foto: x.com/ChinaDaily

Salah satu tradisi yang paling umum adalah menyediakan makanan dan minuman sebagai persembahan. Masyarakat juga dapat membakar dupa, lilin, serta kertas sembahyang atau joss paper yang dipercaya menjadi bekal bagi mereka yang telah meninggal.

Di Taiwan, misalnya, perayaan dapat melibatkan ritual pudu, yaitu pemberian makanan kepada roh-roh yang berkeliaran. Sementara di Penang, masyarakat dapat menyaksikan altar jalanan, pertunjukan opera Tionghoa, getai, hingga ritual pembakaran persembahan.

Di Hong Kong, tradisi Yu Lan juga menjadi bagian penting dari budaya komunitas Chiu Chow. Hong Kong Tourism Board mencatat bahwa Yu Lan Cultural Festival 2026 menghadirkan kompetisi persembahan, pameran, tur budaya, lokakarya, dan pertunjukan teater interaktif, Beauties.

Pantangan yang Dipercaya Selama Ghost Month

Sejumlah pantangan dipercaya masyarakat selama Ghost Month untuk menghindari gangguan roh dan menjaga keberuntungan. Mulai dari tidak berenang pada malam hari hingga tidak mengambil barang yang ditemukan di jalan, setiap larangan memiliki latar belakang budaya tersendiri./ Foto: magnific.com

Sejumlah pantangan dipercaya masyarakat selama Ghost Month untuk menghindari gangguan roh dan menjaga keberuntungan. Mulai dari tidak berenang pada malam hari hingga tidak mengambil barang yang ditemukan di jalan, setiap larangan memiliki latar belakang budaya tersendiri./ Foto: magnific.com

Melansir South China Morning Post, beberapa pantangan yang populer antara lain tidak berenang atau melakukan aktivitas air pada malam hari, tidak berkeliaran terlalu larut, serta tidak mengambil uang atau barang yang tergeletak di jalan. Dalam kepercayaan tradisional, barang tersebut bisa menjadi bagian dari persembahan untuk roh.

Masyarakat juga mengenal larangan seperti tidak bersiul pada malam hari dan tidak menjemur pakaian di luar hingga semalaman. Ada pula kepercayaan untuk tidak menunjuk bulan serta menghindari beberapa aktivitas besar seperti pernikahan atau pindah rumah selama periode tersebut.

Ada pun pantangan memakai pakaian serba merah atau hitam, terutama ketika beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Kepercayaan ini berkaitan dengan simbolisme warna dalam tradisi Tionghoa dan konsep keseimbangan energi yin dan yang.

Hitam secara tradisional sering dikaitkan dengan unsur yin, kegelapan, dan suasana yang tenang atau pasif. Karena selama Ghost Month dipercaya terdapat peningkatan energi yin, sebagian orang memilih menghindari pakaian yang didominasi warna hitam agar tidak dianggap terlalu “menyatu” dengan suasana tersebut.

Sementara itu, merah memang dikenal sebagai warna keberuntungan dalam budaya Tionghoa karena melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, vitalitas, dan kemakmuran. Namun, dalam sejumlah kepercayaan rakyat yang berkaitan dengan Hungry Ghost Festival, warna merah juga memiliki asosiasi khusus dengan roh yang meninggal dalam kondisi penuh kemarahan atau trauma. Karena itu, mengenakan pakaian serba merah pada malam hari dipercaya dapat menarik perhatian atau dianggap menantang roh tertentu.

Penting dicatat bahwa pantangan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan folklor, bukan fakta ilmiah yang membuktikan keberadaan roh. Praktiknya pun berbeda-beda berdasarkan wilayah, keluarga, dan latar belakang agama.

Makna Hungry Ghost Festival bagi Masyarakat

Di balik berbagai cerita mistis, Hungry Ghost Festival memiliki nilai budaya tentang penghormatan kepada leluhur, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana ajaran Buddha, Taoisme, dan kepercayaan rakyat berpadu dalam budaya Tionghoa./ Foto: x.com/ChinaDaily

Di balik berbagai cerita mistis, Hungry Ghost Festival memiliki nilai budaya tentang penghormatan kepada leluhur, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana ajaran Buddha, Taoisme, dan kepercayaan rakyat berpadu dalam budaya Tionghoa./ Foto: x.com/ChinaDaily

Pada akhirnya, Hungry Ghost Festival tidak hanya berbicara tentang roh atau berbagai pantangan. Tradisi ini juga menjadi pengingat tentang filial piety, yaitu nilai menghormati dan mengenang orang tua serta leluhur.

Perayaan tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat menjaga hubungan dengan masa lalu sekaligus memperkuat ikatan komunitas. Oleh sebab itu, meskipun setiap daerah memiliki ritual berbeda, inti perayaannya tetap berkaitan dengan penghormatan, berbagi, dan mengenang mereka yang telah meninggal.

Dengan puncak Hungry Ghost Festival 2026 yang jatuh pada 27 Agustus, tradisi ini kembali menjadi bagian dari kehidupan budaya berbagai komunitas Tionghoa di Asia.

Kalau kamu sendiri, tradisi atau pantangan Hungry Ghost Festival mana yang menurutmu paling menarik untuk diketahui?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE