STATIC BANNER
160x600
STATIC BANNER
160x600
BILLBOARD
970x250

Menurut Ahli, 3 Strategi Ini Bisa Bantu Hentikan Kebiasaan Overthinking untuk Hidup yang Lebih Tenang

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 23 Nov 2022 22:30 WIB
Menurut Ahli, 3 Strategi Ini Bisa Bantu Hentikan Kebiasaan Overthinking untuk Hidup yang Lebih Tenang

Di kalangan anak muda masa kini, kata overthinking rasa-rasanya sudah menjadi 'makanan' sehari-hari. Di tengah tingginya tuntutan dan tekanan hidup yang serba cepat, overthinking terkadang menjadi tak terhindarkan bagi sebagian orang.

Mengkhawatirkan masa depan yang belum terjadi, mengulang-ulang skenario yang sama di kepala, pikiran berkelana di masa lalu, pada dasarnya overthinking bisa menurunkan kualitas hidup seseorang. Penelitian telah menunjukkan bahwa berpikir berlebihan dapat menurunkan energi, membatasi kreativitas, dan menyebabkan masalah tidur.

Buat kamu yang sering overthinking, yuk pelan-pelan hentikan kebiasaan tersebut. Menurut seorang psikoterapis Jenny Maenpaa, ada 3 strategi yang ia gunakan setiap harinya untuk menghentikan kebiasaan overthinking. Dirangkum dari CNBC Make It, yuk simak!

Lakukan 'Positive Reframing'

Ilustrasi bersantaiIlustrasi bersantai/ Foto: Freepik/gpointstudio

Berpikir positif di segala situasi mungkin terdengar sebagai hal yang baik. Namun di beberapa kesempatan, hal ini bisa berubah menjadi toxic positivity. Namun, positive reframing menawarkan hal yang berbeda.

Positive reframing memungkinkan kamu untuk mengakui aspek negatif dari kondisi yang terjadi, lalu kamu diminta untuk mengevaluasi apakah ada cara lain untuk memikirkan dan menyelesaikan situasi tersebut. Tujuannya, untuk mengetahui apakah ada hal-hal yang dapat kamu ubah akan hal itu.

Misalnya, kamu terus mengeluh tentang posisimu sebagai seorang pemimpin. Kamu memiliki tanggung jawab besar dan deadline yang begitu banyak. Kamu merasa kelelahan secara mental.

Mengeluh mungkin akan membuat perasaanmu merasa lega untuk sesaat, namun tentu tidak menyelesaikan masalah. Untuk mempraktikkan positive reframing, kamu bisa mengubah pemikiran negatif misalnya dengan pikiran, "Saat ini ada banyak tantangan yang aku hadapi. Tapi aku ingin tahu, apakah ada hal yang bisa ubah dari situasi ini."

Pola pikir ini memberi kamu kekuatan untuk mengubah situasi. Kamu bisa memulai dari yang kecil, seperti memeriksa tugas-tugas penting apa yang perlu diselesaikan terlebih dahulu, kemudian menunda atau mendelegasikan sisanya sampai kamu merasa rasa cemas berkurang. Kuncinya adalah mengambil langkah mundur dan menangani hal-hal satu per satu.

Tuliskan Apa yang Ada di Pikiran, Lalu Alihkan Perhatian selama 24 Jam

Ilustrasi menulis/ Foto: Freepik.com/lifestylememoryIlustrasi/ Foto: Freepik.com/lifestylememory

Ketika otak berpikir bahwa kamu sedang berada dalam konflik atau bahaya, sistem alarm bawaan berbunyi secara internal untuk melindungi diri. Strategi yang dilakukan Maenpaa adalah dengan menuliskan perasaannya dan menunggu setidaknya 24 jam (atau hanya beberapa jam jika itu masalah mendesak), sebelum mengambil keputusan. Ia kemudian akan menyimpan apa yang sudah ia tuliskan, dan mengalihkan perhatiannya dengan mengerjakan tugas lain.

Menuliskan pikiran negatif dapat menghilangkan kekuatannya. Kamu tidak akan mengambil tindakan atau membuat keputusan berdasarkan pikiran yang cemas.

Bersyukur secara Spesifik

Bunga morning glory menjadi wujud rasa bersyukur serta semangat di pagi hariIlustrasi/Foto: Freepik.com/carlos-tamsui

Dalam psikologi, mengungkapkan rasa syukur dapat meningkatkan kebahagiaan. Namun, menurut Maenpaa, mengulangi praktik bersyukur yang sama berulang-ulang, sehingga seolah-olah menjadi 'hapalan' dibanding tulus dari dalam hati, dapat mengurangi manfaatnya.

Menurutnya, itu bisa mulai terasa seperti tugas yang tidak berarti alih-alih latihan yang penuh perhatian. Jadi, ia mengubahnya menjadi 'bersyukur yang khusus'.

Alih-alih menulis di jurnal setiap hari bahwa "Saya bersyukur atas kesehatan saya," Maenpaa akan menulis sesuatu seperti, "Saya bersyukur bahwa saya bangun hari ini tanpa sakit punggung dan memiliki kemampuan untuk melakukan latihan hari ini."

 Di esok hari, mungkin kamu masih bersyukur atas kesehatan, tetapi mungkin secara khusus kamu bersyukur bahwa masih memiliki energi yang cukup untuk jangka panjang. Sederhananya, jadilah lebih spesifik dengan apa yang kamu rasakan saat itu.

Selamat mencoba, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE