Menurut Pakar, Ini 3 Cara Mengenali Orang High Class dari Sikapnya Sehari-hari

Nadya Quamila | Beautynesia
Rabu, 01 Jul 2026 21:30 WIB
Tepat Waktu
Menurut Pakar, Ini 3 Cara Mengenali Orang High Class dari Sikapnya Sehari-hari/Foto: Pexels/Sam Lion

Orang yang menyandang label "high class" sering kali diasosiasikan sebagai sosok yang kaya raya, punya jabatan tinggi, atau bahkan mengendarai kendaraan mewah. Tapi benarkah istilah high class hanya dinilai dari harta dan kedudukan? Bagaimana sebenarnya cara mengenali orang high class?

Sebenarnya, high class tidak semata-mata diukur dari kekayaan atau strata sosial tinggi. Menurut psikolog Dr. Noëlle Santorelli, PhD, istilah "high class" atau "kelas atas" justru berkaitan erat dengan sikap seseorang dalam kesehariannya. Apakah mereka bertutur kata sopan, tampil percaya diri, memperlakukan orang lain dengan baik hati, dan masih banyak lagi.

Nah, untuk mengetahui apakah orang sekitarmu atau bahkan kamu adalah sosok orang high class, yuk, intip cara mengenali orang high class dilihat dari sikapnya sehari-hari, dirangkum dari Your Tango!

Tepat Waktu

Cara mengenali orang high class dilihat dari sikapnya sehari-hari adalah mereka menghargai betapa pentingnya waktu. Mereka paham bahwa waktu tidak akan terulang, sehingga mereka tidak mau menyia-nyiakannya.

Menurut Pakar, Ini 3 Cara Mengenali Orang High Class dari Sikapnya Sehari-hari/Foto: Pexels/Sam Lion

Cara mengenali orang high class dilihat dari sikapnya sehari-hari adalah mereka menghargai betapa pentingnya waktu. Mereka paham bahwa waktu tidak akan terulang, sehingga mereka tidak mau menyia-nyiakannya.

Menurut psikolog klinis Dr. Julie Jarett Marcuse, seseorang yang suka terlambat sebenarnya tidak menunjukkan rasa hormat kepada orang lain. Jika kita tidak tepat waktu, orang lain akan bertanya-tanya apakah kita menginginkan pertemuan ini atau tidak.

Salah satu cara orang high class menunjukkan rasa hormatnya kepada orang lain adalah dengan datang tepat waktu. Sesibuk apa pun, mereka akan berusaha mengatur waktunya agar tidak membuat orang lain menunggu.

Berusaha Membuat Orang Lain Merasa Diterima dan Terlibat

Orang high class menghargai diri mereka dengan baik, dan mereka menerapkan itu pula kepada orang lain. Mereka punya empati yang tinggi sehingga akan berusaha membuat orang lain merasa diterima dan terlibat.

Menurut Pakar, Ini 3 Cara Mengenali Orang High Class dari Sikapnya Sehari-hari/Foto: Pexels/Julio Lopez

Beauties, kamu mungkin pernah berada dalam posisi canggung dalam suatu perkumpulan. Semua orang terlibat dalam obrolan, tapi hanya kamu yang tampak berdiam diri karena merasa tidak dilibatkan dalam percakapan. Kamu merasa tersisihkan dan tidak dihargai.

Dr. Dreher, seorang psikolog positif, menjelaskan bahwa cara pandang kognitif manusia sebenarnya mencakup dirinya sendiri. Jadi, ketika seseorang bersikap tidak sopan kepada orang lain, mereka sebenarnya sedang merendahkan semua orang, termasuk diri mereka sendiri. Perilaku mereka mencerminkan kualitas mental dan harga diri mereka.

Orang high class menghargai diri mereka dengan baik, dan mereka menerapkan itu pula kepada orang lain. Mereka punya empati yang tinggi sehingga akan berusaha membuat orang lain merasa diteirma dan terlibat.

Mereka bisa langsung tahu jika ada satu orang yang berdiri sendirian atau tidak diajak mengobrol. Mereka akan sengaja menghampiri, menyapa, dan menarik orang tersebut ke dalam obrolan agar merasa diterima.

Tidak Bergosip

Orang high class sebisa mungkin menghindari gosip dalam sebuah perkumpulan atau percakapan. Bagi mereka, gosip tidak hanya merugikan orang lain, tapi juga diri sendiri.

Menurut Pakar, Ini 3 Cara Mengenali Orang High Class dari Sikapnya Sehari-hari/Foto: Pexels/Vitaly Gariev

Berada dalam perkumpulan, sebagian orang merasa mudah mengubah arah percakapan menjadi sebuah gosip. Tapi orang high class tidak goyah dan tetap memegang teguh prinsipnya bahwa mereka tidak akan bergosip soal orang lain.

Mungkin bergosip terlihat ringan dan menyenangkan. Tapi pada akhirnya, bergosip hanya akan menimbulkanefek buruk. Menurut terapis Hannah Rose, LCPC, ketika kita bergosip, sebenarnya kita sedang memupuk pikiran kita dengan "racun" dan penilaian tentang orang lain.

"Kita jauh lebih cenderung mengkritik diri sendiri ketika kita sibuk mengkritik orang lain," tuturnya.

Inilah alasan mengapa orang high class sebisa mungkin menghindari gosip dalam sebuah perkumpulan atau percakapan. Bagi mereka, gosip tidak hanya merugikan orang lain, tapi juga diri sendiri.

Beauties, menjadi sosok high class adalah bagaimana cara kita bersikap dalam keseharian, termasuk cara memperlakukan orang lain. Dari ciri-ciri di atas, apakah ada yang melekat dari dirimu?

***

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE