Netizen Geram! Pj Gubernur DKI soal Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk: Saya Tiup Saja

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 13 Jun 2023 12:00 WIB
Netizen Geram! Pj Gubernur DKI soal Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk: Saya Tiup Saja
Netizen Geram! Pj Gubernur DKI soal Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk: Saya Tiup Saja/Foto: Muhammad Hafizh Gemilang/detikOto

Beauties, kualitas udara di Jakarta sedang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, nih. Bahkan, DKI Jakarta dinobatkan menjadi kota ke-4 yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia. Mengutip laman IQAir, hingga pukul 10:48 WIB, Selasa (12/6), pencemaran udara di Ibu Kota berada di angka 124 dan masuk dalam kategori tidak sehat.

Kondisi ini tentu bisa mengancam kesehatan warga Jakarta dan membutuhkan penanganan serius. Di tengah kekhawatiran tersebut, netizen dibuat heboh dengan ucapan dari Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono soal kualitas udara Ibu Kota.

Heru bercanda bahwa ia akan meniup polusi udara yang diduga juga disebabkan dari praktik industri di kawasan kabupaten atau kota tetangga. Hal itu ia sampaikan usai melakukan kunjungan di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (12/6).

"Iya, saya tiup saja," seloroh Heru, sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia.

Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono usai menyaksikan acara Jakarta International E-Prix Circuit di Ancol, Minggu (4/6/2023). (Adrial/detikcom)Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono/ Foto: Adrial/detikcom

Usai berkata demikian, Heru memaparkan berbagai upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengatasi kualitas udara DKI Jakarta yang memburuk. Salah satu upanya adalah dengan mempercepat penggunaan motor dan mobil listrik.

Selain itu, solusi yang lain adalah dengan memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta, pun dengan memaksimalkan penggunaan trotoar bagi pedestrian Ibu Kota. Heru juga mengingatkan bahwa permasalahan kualitas udara yang memburuk adalah tanggung jawab bersama.

"Ya dipercepat motor listrik dan mobil listrik, terus bahan bakarnya yang memang memenuhi syarat. Ya harus semua pihak ikut lah," ujarnya.

Candaan Heru terkait meniup polusi udara menjadi sorotan netizen. Tak sedikit yang mempertanyakan pernyataan Heru dan menganggap hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan candaan.

Begini reaksi netizen saat Heru Budi bercanda akan meniup polusi udara...

Reaksi Netizen: Jangan Guyon di Kondisi Serius!

Penampakan awan saat DKI Jakarta amat berpolusi.

Netizen Geram! Pj Gubernur DKI soal Kualitas Udara Jakarta yang Memburuk: Saya Tiup Saja/Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth

Reaksi Netizen: Jangan Guyon di Kondisi Serius!

Kelakar Heru Budi soal meniup polusi udara menuai kecaman dari netizen di media sosial. Netizen menganggap hal tersebut bukanlah sesuatu yang bisa dijadikan bahan bercandaan, melihat bagaimana dampak buruknya kualitas udara terhadap kesehatan masyarakat.

"Ga lucuuuu di kala banyak yg batuk pilek gangguan nafas malah bercanda," ungkap seorang netizen.

"Kadang membuat aing heran. Diberi pertanyaan serius, jawabnya bercanda. Giliran diberi pertanyaan bercanda, jawabnya serius," tulis seorang netizen.

"Jaga di IGD setiap hari, pasiennya 80% anak-anak, batuk pilek demam ga jelas, dikit2 di oksigen, dikit2 di nebul... uda ga paham lagi sama sikon udara polusi skrg," tulis netizen lainnya.

"Ga bijak pak ngomong kaya gitu. disaat warga banyak yg kena ispa, bukannya cari solusi.. malah guyon," tulis netizen.

Kualitas Udara di Jakarta Semakin Memburuk, Ini Dampaknya terhadap Kesehatan

Menyembuhkan BatukIlustrasi batuk/Foto: Freepik.com/Benzoix

Kualitas udara di Jakarta yang semakin memburuk tentu mengkhawatirkan. Bahkan, pada Minggu (11/6), Jakarta sempat menjadi kota yang memiliki kualitas udara terburuk di dunia dengan skor pencemaran udara di angka 167.

Kualitas udara buruk tentu harus diwaspadai, sebab bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Polusi udara buruk bisa menimbulkan masalah sistem pernapasan, misalnya asma, emfisema, infeksi saluran napas, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Anak-anak juga menjadi kelompok yang rentan terdampak dari kualitas udara buruk. Saat kualitas udara buruk, anak rawan jatuh sakit, seperti demam, pilek, dan batuk.

Selain anak-anak, dampak kualitas udara buruk juga rentan menyerang ibu hamil. 

Meredakan DemamIlustrasi/Foto: Freepik.com/Benzoix

"Risiko kesehatan jangka pendek yang paling sering muncul itu seperti mata dan hidung berair, penyakit batuk dan asma kambuh, hingga infeksi saluran napas atas. Ini berhubungan langsung dengan polusi yang kita hirup," kata Dokter Merwin Tjahjadi, Sp. OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan di RS Pondok Indah (RSPI), dikutip dari detikHealth.

Selain risiko kesehatan jangka pendek, dokter Merwin juga menyebutkan beberapa risiko bahaya kesehatan jangka panjang bagi ibu hamil dan janin jika terus terpapar polusi.

Mulai dari meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur, meningkatkan risiko bayi lahir dengan kelainan cacat bawaan, hingga memicu terjadinya infeksi saluran pernapasan atas dan pencetus asma pada ibu hamil.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.