Niat Menyemangati, 5 Kalimat Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Makin Tertekan

Sri Purwantiningrum | Beautynesia
Senin, 26 Oct 2026 11:30 WIB
“Hati-hati dan lakukan yang terbaik, ya. Kamu itu seluruh dunia Ibu/Ayah”
Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Beauties, pernahkah kamu berada di situasi saat hendak menghadapi hal penting seperti ujian, lomba, atau sedang merasa terpuruk, tetapi kata-kata penyemangat dari orang tua justru membuatmu makin kepikiran? Maksud mereka tentu baik dan didasari rasa sayang yang mendalam. Namun, bukannya bikin tenang, respons tersebut terkadang malah terasa semakin menekan.

Ternyata, perasaan yang kamu alami itu sangat valid. Niat baik orang tua tanpa sadar bisa berpotensi menjadi toxic positivity yang memicu kecemasan terselubung. Dirangkum dari artikel di laman Psychology Today dan Parade, inilah beberapa kalimat orang tua yang niatnya menyemangati, tetapi malah bikin kita sebagai anak makin tertekan. Yuk, simak!

“Ibu/Ayah tahu kamu pasti bisa berhasil!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Kalimat ini biasanya diucapkan orang tua untuk menyampaikan dukungan dan rasa percaya. Namun, menurut psikolog Dr. Dale Atkins, Ph.D., ucapan ini bisa ditangkap anak sebagai tekanan ekspektasi yang tinggi. Tuntutan untuk selalu sukses ini memicu timbulnya perfeksionisme berlebihan, sebab anak terus dibayangi rasa takut akan kegagalan yang berisiko membuat orang tua mereka merasa sangat kecewa.

“Hati-hati dan lakukan yang terbaik, ya. Kamu itu seluruh dunia Ibu/Ayah”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Saat mau melepasmu mengambil tantangan baru, ungkapan penuh kasih sayang ini ternyata menyimpan beban emosional yang berlapis. Menurut psikolog remaja, Dr. Cameron Caswell, Ph.D., disebut sebagai seluruh dunia orang tua membuat anak merasa tidak boleh berbuat salah sedikit pun karena takut menghancurkan kebahagiaan mereka. 

Beban ini makin berat saat ditambah dorongan untuk selalu melakukan yang terbaik, yang menurut Dr. Janine O’Brien, Psy.D., membuat anak merasa nilai dirinya hanya diakui jika tampil sempurna. Tak hanya itu, psikolog Dr. Amy Todey, Ph.D., menambahkan bahwa peringatan hati-hati yang terlalu sering diucapkan juga dapat memberi kesan bahwa dunia ini penuh bahaya, sehingga anak jadi ragu-ragu dan kurang percaya diri.

“Ibu/Ayah akan sangat bangga kalau kamu berhasil!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Magnific/Magnific

Niatnya memberi motivasi agar anak makin semangat berjuang, tetapi ada pesan terselubung yang dirasakan oleh anak. Menurut psikolog klinis, Dr. Janine O’Brien, Psy.D., ketika pujian dan rasa bangga hanya hadir setelah sebuah pencapaian, anak akan merasa bahwa kasih sayang dan penerimaan orang tua harus dihasilkan terlebih dahulu lewat prestasi. Anak merasa nilai dirinya sangat bergantung pada pencapaian, yang akhirnya menumpuk rasa cemas dari waktu ke waktu.

“Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Pexels/Ketut Subiyanto

Saat anak sedang panik atau cemas, refleks orang tua sering kali langsung menenangkan dengan frasa ini. Padahal, Dr. Atkins mengungkapkan bahwa kalimat ini lebih terasa seperti tuntutan agar anak segera meredam emosi aslinya. Alih-alih merasa lega, rasa cemas itu tetap tersimpan di dalam diri anak karena mereka tidak diberi ruang untuk memproses rasa takut tersebut.

“Udah, senyum! Ingat, semua masalah pasti ada hikmahnya, ambil positifnya saja!”

Kalimat penyemangat dari orang tua yang bisa bikin anak makin tertekan/ Foto: Pexels/Vitaly Gariev

Memaksa anak untuk langsung bersikap positif saat baru mengalami kegagalan adalah bentuk toxic positivity. Menurut pakar perkembangan remaja, Dr. Adam A. Rogers, Ph.D., memaksakan positivitas justru membuat anak merasa emosi sedih atau kecewanya diabaikan dan diremehkan.

Padahal, merasakan emosi sulit adalah proses alami untuk belajar tangguh. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat anak enggan terbuka dan enggan menceritakan masalahnya lagi kepada orang tua.

Beauties, kalau kamu pernah atau sering mendengar kalimat-kalimat di atas, selalu ingatlah bahwa rasa cemas atau tertekan yang kamu rasakan itu sepenuhnya wajar, ya. Kamu tidak perlu langsung mengusir perasaan-perasaan tersebut. Terima dan akui perasaanmu, lalu setelah kamu merasa lebih tenang, kamu bisa mengambil langkah dan keputusan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE