Seiring usia anak yang semakin bertambah, apakah kamu pernah merasa anak lebih tertutup padamu dan suami? Atau, merasa ‘iri’ karena kamu tahu bahwa dia lebih memilih untuk menceritakan keluh kesahnya ke teman-teman sebayanya, dan seakan dirimu tidak lagi begitu dekat dan memahaminya?
Beautynesia telah mengumpulkan beberapa tips yang bisa membantumu menjadi teman baik dan pendengar yang asyik agar anakmu merasa nyaman untuk menceritakan kegundahan dan masalahnya padamu.
Jadi, apa saja caranya?
Ilustrasi ibu dan anak/Foto: Pexels/Karolina Grabowska |
Sebetulnya, cara untuk menjadi pendengar yang baik itu simpel, Beauties. Cukup dengan merespons ceritanya layaknya kamu ingin ceritamu direspons seperti apa oleh orang lain.
Dilansir dari The Times of India, cobalah untuk menempatkan diri di posisi anakmu dan pahami perasaannya sehingga anakmu tidak merasa sedang kamu hakimi, salahkan, atau sudutkan. Karena itu pentingnya berempati, meski menurutmu 'toh dia juga masih kecil.' Lantas seperti apa cara untuk berempati tersebut? Kamu bisa mempraktikkan hal ini:
1. Tidak Menganggap Sepele
Salah satu quote Paulo Coelho berbunyi, “Kita tidak pernah bisa menilai kehidupan orang lain, karena setiap orang yang mengetahui rasa sakit mereka". Jadi, usahakan menahan diri untuk tidak melabeli anakmu dengan kata "baperan", apalagi menganggap kesedihannya tidak ada apa-apanya dibandingkan kesengsaraan orang lain.
Validasi perasaan atau keterpurukannya merupakan hal penting yang perlu kamu lakukan.
2. Tidak Hanya Menyarankan Berdoa
Ilustrasi ibu dan anak/Foto:Pexels/Cottonbro Studio |
Mengutip NYT, menyarankan anak untuk berdoa saat menghadapi masalah memang bukanlah hal yang salah. Namun, itu bisa berarti bahwa kamu ‘hanya bisa’ memberi saran sekenanya, atau kehabisan saran, atau seakan tidak peduli tentang bagaimana anakmu harus menyelesaikan masalah, Beauties.
Tanpa tindakan yang berarti, doa bisa saja tidak akan begitu berguna. Sementara saat ini, bisa jadi, anak pun sedang clueless.
3. Fokus dan Tidak Sambil Bermain Gadget
Ilustrasi ibu mendengarkan cerita anak/Foto: Pexels/EKATERINA BOLOVTSOVA |
Bermain ponsel atau gadget saat anakmu mengharapkan kamu mendengarkan ceritanya dengan penuh perhatian merupakan pemandangan yang menyakitkan, Beauties. Hal ini bisa membuatnya merasa masalahnya tidak penting untuk kamu simak, sebagai dampak bahwa ponsel benar-benar terbukti dapat mendekatkan yang jauh, dan sedihnya menjauhkan yang dekat. Demikianlah sebagaimana yang dilansir dari Time.